Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 66



Bulan masih mendengarkan cemoohan Queen dari dalam toilet. Ia keluar setelah Queen juga keluar dari toilet wanita.


"Nama aja bagus, Queenza. Tapi kelakuannya kayak setan, lebih dari setan apa atuh ya gue sebut nya?Ada ada aja... Orang t*lol teh," Guman Bulan yang bercermin di toilet.


Akhirnya ia pun pergi ke lapangan, pelajaran kali ini bebas, apa saja boleh dimainkan asal olah raga. Ia ingin bermain bola basket, tapi pasti tidak akan ada yang menemaninya. Ia pun melihat Kyle yang sedang diam melamun disana.


"Eh?! Kyle! Awas! Ada bola!!!" Teriak Bulan sekencangnya. Kyle tersadar dan segera menangkap bola itu lalu tersenyum pada Bulan.



"Thanks, udah nyadarin aku dari lamunan tadi," Ucap Kyle saat menghampiri Bulan.


"Haha... nyadarin...? Pernyataan yang membag*ngkan," jawab Bulan tertawa miris.


"Eh?! Kamu toksik lagi... Saya laporin semua kelakuan kamu tiap kali ngomong toksik ya ke elang," Ancam Kyle sambil menunjukkan ponselnya.


"J,jangan dong... Jangan mengingatkan gue tentang Elang sekarang. gue lagi mau semangat sekarang," Jawab Bulan tertunduk.


"Yaudah, saya temenin. Kamu mau main apa? Hm?" Tanya Kyle pada Bulan.


"Pengen main basket... tapi... gak ada yang mau karna gue lagi di jauhin...


"Lan!" Teriak seorang laki laki padanya.


Bulan langsung melirik dan menangkap bola basket dari seorang laki laki yang sedang tersenyum padanya.


"Kita maen basket!"


"Hah?! Emang...


"Gak usah mikirin cewek cewek kayak gitu lah! Kita di pihak loe! kita tau loe lagi di tines sama si RATU!" Pernyataan nya membuat Bulan kaget dan tertawa karenanya.



Maka Bulan pun bergabung dengan siswa lali laki di kelasnya untuk bermain bola basket. Kyle hanya tertawa melihat bulan yang kembali ceria. Terdengar jelas di telinga Kyle, siswi siswi perempuan yang terus membicarakan bulan.


"Dih, bisa bisanya maen sama laki laki,"


"Biasa... dia mah kan sasimo."


"Padahal Elang lagi koma, tapi dia selingkuh sama yang lain,"


"Caper doang dia mah, nempel dan sembunyi di belakang laki laki,"


Baru kali ini Kyle memasang wajah tidak suka. Ia berdiri dan memojokkan wanita yang membicarakan Bulan.


"Kalo kalian gak mau Bulan deket deket sama cowok kalian, makannya temenin dong. Jangan cuma bisa ngomongin doang, dia kayak gitu karna gak ada cewek yang mau nemenin. Paham?" Kyle yang memasang wajah serius itu membuat wanita itu ketakutan.


Kyle pun pergi meninggalkan mereka. Setelah olah raga selesai...


Bulan hendak mengambil pentopel nya di loker, saat lokernya dibuka, cacian dan makian tertuju padanya, bahkan sampai mengancam. Masa bodo, bulan segera mengambil pentopel nya dan pergi.


Saat memakai pentopel, ia meringis kesakitan, seperti ada yang menusuk kakinya. Saat ia kembali membuka pentopelnya, banyak sekali paku payung di dalamnya. Kakinya mengucurkan darah karena beberapa paku payung juga tertancap disana. Ia pun terduduk karena ngeri juga jika mencabutnya sendiri.


"Aaahhh! T*lol anjir! Sakit banget b*ngsat," Gumam Bulan ingin menangis.


Tidak ada seorang pun yang mau menolongnya, orang yang berlalu lalang hanya melihatnya. Sampai pada akhirnya Linda datang berlari padanya.


"Moon!!! Moon, udah lama gak ketemu!!! Ngapain duduk disana ih? Kayak gembel, diliatin banyak orang," Ucap Linda yang belum tau kondisinya.


"Kalo gitu kita ke UKS aja ya? Gue anter," Jawab Linda yang melihat paku payung di kakinya.


"Susah jalannya Lin... sakit..." Lirih Bulan.


"Haaah... Siapa yang jailin loe kayak gini? Gak lucu banget!" Seru Linda geram. "Gue telpon si Chiko dulu bentar," Lanjut Linda sambil menghubungi Chiko.


Setelah menunggu beberapa menit...


Chiko berlari menuju Bulan terburu buru, terlihat sekali wajahnya sangat mengkhawatirkan Bulan.


"Lan!"


"Ngapain lari lari weh?! Nanti kumat lagi, jangan lari lagi kek gitu ah! Gue gak suka," Ucap Bulan mengingatkan Chiko yang sepertinya tidak mendengarkannya.


"Kita ke UKS ya? Gua gendong," tawar Chiko padanya.


"Ya, karna gue gak bisa jalan lagi," Jawab Bulan setuju.


Akhirnya Bulan di gendong menuju UKS oleh Chiko. Ia mendengus kesal dan mengeluh sola berat badan Bulan. Bulan hanya terkekeh mendengar celotehan Chiko.


"Ini mah bakal sakit, mending gak usah liat." Ucap Chiko yang memperhatikan kaki bulan yang tertancap paku payung itu.


"Semuanya gue serahin ke elu bang," Jawab Bulan sambil menutup matanya.


"Pegang tangan gue moon, biar gak terlalu tegang," Sahut Linda, ia pun menggenggam tangan linda.


Chiko siap mencabut paku payung itu, Bulan terus merengek kesakitan sampai akhirnya ia menangis saat alkohol mengenai lukanya.


"Jahat banget... Chio jahat... huhuhu... Sakit ih," Seru Bulan sambil terus menyeka air matanya yang bercucuran.


"Iya iya, udah dong... gak usah nangis lagi lah, udah beres kok, buat sementara, jangan pake kaos kaki dulu ya." Jawab Chiko tertawa.


Setelah berhenti menangis, Chiko pun mengantarnya ke kelasnya. Sekarang terdengar jelas di telinganya, orang orang yang bersorak menang, mereka telah berhasil melukai bulan.


"Hooo... Jadi gini kelakuan asli Queen ya? Sama sekali gak mencerminkan Queen tuh," Sahut Chiko dari belakang, Queen dan teman temannya terkejut dengan suara lembut itu.


"C,chiko?" Kata Queenza kaget.


"Jadi ini semua kelakuan loe? Loe yang buat adek gua kayak gini? Udah gua sabar sabarin, gua mau liat sejauh mana loe bertindak. Loe udah keterlaluan, kejadian kali ini bisa gua laporin ke kepala sekolah. Gua bakal laporin kelakuan putri kepala sekolah yang kelakuannya kayak berandal. Gak jauh beda dong sama yang lain, gua kira primadona sekolah ini emang berhati kek malaikat, hah! Tai a*jing lah," Ucap Chiko panjang lebar, sikap Chiko yang sekarang sangatlah berbeda dengan sikapnya yang biasanya, Queen juga terkejut, biasanya ia selalu lembut padanya, tapi kali ini Chiko berkata kasar padanya.


"C,chiko... b,bukan kayak gitu..."


"Dahlah, gua kecewa sama loe." Sahut Chiko mendelik padanya, ia lalu menghampiri Bulan dan menyuruhnya pulang sekarang.


Bulan pun tersenyum smirk pada Queenza. ia merasa menang karena Chiko membelanya. Bulan menjulurkan lidahnya pada Queenza yang membuat Queenza semakin marah.


Ia pun menjambak rambut Bulan terang terangan di depan Chiko dan siswa lainnya.


"Loe udah hancurin kebahagiaan gue! Bukan cuma Elang yang di ambil! Tapi semua cowok yang gue deketin loe ambil! Gak cukup emang kalo cuma elang hah?! Selain itu, loe juga ngerebut posisi gue di sekolah ini! Loe ngerebut semuanya Bulan!!!!"


Tanpa pikir panjang, Bulan menendangnya dan memukulnya satu kali agar ia tahu bulan bukanlah lawan yang sepadan.


"Huah!!! Gua udah cape diem diem kayak cupu! Giliran gua yang ngebully loe, loe tau apa yang bakal gue lakuin kalo gue yang balik bully loe??? Gue bakal bikin semuanya ancur, temen temen yang jauhin loe, bukan cuma paku payung, gue bakal pake pecahan kaca di deket meja loe... gue bakal santet loe... paham? B*ngsat mah gak usah maen maen sama gue lah, bukan lawan." Ucap Bulan smobong. Chiko hanya tersenyum bangga melihatnya.


Bersambung...