
Akhirnya mereka pulang setelah menjenguk keduanya. Rasanya senang sekali melihat Elang yang sebegitunya pada Leon. Elang jadi badmood setelah mengetahui kalau dia adalah saudara Vino. Bagaimana pandangan Vino saat ibunya membawa anak kandungnya nanti?
"Lan gua cemburu, " Ungkap Elang sambil menggenggam tangan Bulan.
"Cemburu kenapa? Masalah tadi? Posesif amat, " Jawab Bulan gemas saat melihat Elang cemberut.
"Gua aja belom pernah di suapin sama elu, tapi dia bisa loe suapin dengan cuma cuma tanpa diminta, "
"Idih! loe juga pernah kali disuapin sama gua waktu lu dulu masih jadi bego yang bikin gua pengen dagorin kepala ini, " Jawab Bulan lagi sambil menyentuh dahi Elang dengan jari telunjuknya, ia berusaha jinjit agar bisa mencapai Elang.
"Itu kan gua yang maksa, berusaha lagi. "
"Ck, udah dong... gue harus gimana nih biar loe gak marah? hm? mau gue sentil jantung lu? atau gue cubit ginjal loe kalo loe terus ngeluh gini? hm^^? " Tanya Bulan yang memperingatkan Elang agar ia tidak mengeluh lagi soal memberi suapan pada Leon.
Mereka lebih baik pergi ke caffe saja sambil menunggu dan mengobrol. Membicarakan hal menarik dan lucu di hidup mereka. Benar benar menyenangkan, sampai bulan terjungkal jungkal dibuatnya.
"Selucu itu cerita gue ya? "
"Jahahahaha, gue gak bisa berenti ketawa. Lang! sakit perut! aaahh... perut gue sakit... hahahaha, "
"Sini tukeran perut sama gua, "
"Ahahahahaha! semua omongan lu, yang lu ucapin bikin gue ngakak!!!! hahahahaha! "
"Eh, lan. Jangan berisik, orang orang pada ngeliatin. Takut disangka bawa orang gila gua mah, " Ucap Elang berbisik agar bulan berhenti tertawa ngakak.
"Aduh aduh... iya iya, maapin gue deh... hahaha... maap... hihihihi.... " Bulan keterusan tertawa. memang apa sih yang membuatnya tertawa sampai begitu.
"Lama lama rahang loe susah ditutup gara gara gak berenti ketawa lu, " Ketua Elang kesal.
"Iya iya... Gue berhenti nih, " Jawab Bulan sambil menyeka air matanya yang keluar karena kebanyakan tertawa.
"Ngomong ngomong, mau kemana nih sekarang? " Tanya Elang setelah Bulan berhenti tertawa.
"Mau kemana ya? Gue gak bosen sih, soalnya pemandangannya bagus. Loe keren yah kalo milihin tempat, " Jawab Bulan sambil memandangi seluruh isi caffe.
"O jelas dong. kan pengalaman gua banyak, " Ucap Elang sombong.
"Oiya, gue lupa kalo loe itu biawak liar, makannya bisa tau mana caffe paling bagus, "
"Cieee... loe cemburu gue punya mantan banyak? Mmm... co cweet deh, makin sayang sama bulan, " Jawab Elang yang ingin memeluk Bulan.
"Gak! Gak usah peluk peluk, ini di tempat umum, " Tolak Bulan yang memerah.
"Kenapa...? Bukannya waktu itu juga loe juga gitu? meluk gua di tempat umum, " Elang yang kembali cemberut.
"Ya mikir lah! Ini terbuka banget! Gimana kalo ada mantan pacar loe yang tau loe disini?! biasanya yang jadi mantan itu suka nyerang loe ketika mereka liat loe lagi, "
"Hm? nggak kok, mereka malah seneng abis putus dari gue. Soalnya gue ini pembawa keberuntungan, hahahaha. " Jawab Elang tertawa puas.
"Masa? "
"Iya, nanti geh kalo lu ketemu mantan gua di jalanan, "
Percaya tak percaya memang benar ucapan Elang itu. beberapa mantan yang ditemui mereka di jalan malah menyapa Elang dan memberikan ucapan selamat kepada bulan yang menjadi pacar Elang saat ini.
"Selamat ya, semoga langgeng, gak kayak kita. Elang gampang bosenan, tapi dia asik kok. dia selalu ngebahagiain pacarnya, makannya jangan di sia sia in. "
Bagitu pernyataan pacarnya yang memberi nasihat pada Bulan. Bukan hanya omongan Chiko saja, tapi mantannya saja berkata seperti itu? Sebenarnya siapa Elang ini???
"Jangan jangan lu siluman ya? "
"Yah, ketauan...
" Iya... gua adalah reinkarnasi dewa Eros, perwujudan dewa Cintah. Makannya orang yang putus sama gua malah seneng dan dapat pasangan yang lebih baik dari gua, " Jelas Elang yang membuat Bulan mengamga.
"Apa...? "
"Dewa Eros apaan woi! "
'Lah? cewek gua bukan cuma bonge tapi juga bodo? ' Batin Elang melongo melihat Bulan.
"Otak gue gak se encer elu, gue gak seluas itu tau pengetahuan. lagian itu cuma mitologi Yunani, buat apa gue belajar kek gituan? "
"Nah itu loe tau, loe pura pura bodo biar gua keliatan pinter banget hah??? "
Mereka malah ribut dan tertawa di sepanjang jalan. Membuat orang orang iri dengan mereka. Elang terus menjitak kepala Bulan sambil tertawa. Setelah itu ia memeluk bulan dengan erat. Jangankan melepas, bulan hanya mematung saat Elang memeluknya semakin kencang. Sepertinya ia tidak mau kehilangan Bulan.
Elang pun melepas pelukannya dan beralih memegang kedua tangan Bulan dengan wajah yang sudah seperti tomat rebus.
"Lan, gua itu suka sama loe. Serius suka sama loe, gak ada niatan buat nyari cewek lagi. Plis, gua gak pernah se-Berharap ini sama cewek yang lain. Cuma loe satu satunya cewek yang bikin gua kayak gini, Gua janji gak akan buat loe kecewa, "
Deg, deg.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπͺ
Angin berhembus dengan kencang setelah pernyataan itu. Sepertinya alam juga mendukungnya Elang untuk bersama menjalani hubungan dengan Bulan.
"Ya... gimana ya lang? "
"Kenapa Lan? loe masih ngeraguin gua? " Tanya Elang saat melihat ekspresi Bulan.
"Nggak! nggak kok! loe sama sekali gak ada keraguan, suer deh. Gue... gue cuma gak suka di kekang lang, m, makannya sikap gue kasar kayak gini, "
Elang pun terkejut mendengar jawaban Bulan. Ia pun mengajak bulan duduk dan ingin mendengarkan cerita masa lalunya.
ππππππππππππππππ
Saat Bulan menginjak kelas satu SMA, ia selalu mendapat salam dan hadiah dari kakak kelasnya bernama Gio. Gio adalah seorang ketua geng motor sekaligus pentolan sekolahnya. ia menyukai bulan karena sifatnya yang unik, sebaliknya. Bulan juga menyukainya karena sifatnya baik dan ramah. Namun...
Setelah menjadi pacar Gio, Gio berubah drastis. tidak ada keramahan di wajahnya, Gio yang baik hati hanyalah topeng untuk memancing bulan menjadi pacarnya. Gio terlalu posesif sampai sampai bulan bermain dengan Linda pun Gio memarahinya.
"Gio, aku mau udahan sama kamu, " Ucap Bulan saat itu, ia takut Gio marah.
"Udahan?! maksud loe putus hah?! "
"Gue gak suka diginiin! gue gak mau dikekang terus! gue bukan anjing loe yang terus loe iket dan ngikutin loe kemana mana, gue itu gak akan selamanya di samping loe Gio!!!! "
Plak!!!!
Gio menampar Bulan dengan sangat kencang, Bulan pun menjerit kesakitan karena ia sama sekali belum pernah dipukul apalagi di tampar oleh Chiko. Tapi Gio yang bukan siapa siapanya menampar nya begitu keras?! Gio langsung melemparkan semua barang yang ada di dekatnya pada bulan. Gio mengamuk dan memaksa bulan untuk membuka baju.
"G*blok lu setan! Pergi b*bi! jangan deketin aing dasar a*jing sialan! t*lol lu b*ngsat! " Semua kebun binatang nya keluar begitu saja dari mulut bulan sambil berusaha menendang Gio.
ia sudah terjatuh dan lemas. Roknya sudah sobek dan semua anggota geng motor itu mulai mengerumuninya. Bulan sudah menangis dan berteriak ketakutan, Beruntung Chiko dan teman temannya berhasil mendobrak pintu itu dan segera menghajar anggota geng motor itu habis habisan.
"b*ngsat loe! Apa yang loe lakuin sama adek gua?! lu mau mati hah?! gua gak akan segan segan ngerobek mulut busuk loe dan ancurin tenggorokan lu! gak akan gua kasih ampun! dasar bajingan lu!!!! " Chiko terus memukul Gio tak berhenti.
Sampai pada akhirnya mereka pingsan tak sadarkan diri, Chiko segera memberi Bulan jaketnya dan memeluknya dengan erat. Hampir saja adiknya menjadi korban pemerkosaan. Ia benar benar dendam pada Gio, dan dendamnya itu tidak akan pernah padam sampai Gio mati.
ππππππππππππππππ
Elang menganga mendengar kisah menyedihkan bulan. Ia tidak menyangka bulan bisa punya masa lalu yang kelam begitu. ia kembali memegang kedua tangan Bulan.
"Gua janji, gua akan jadi cowok paling setia di hidup loe, yang gak akan pernah loe temuin cowok kayak gua di dunia ini. Gua akan nurut sama loe, dan loe bebas ngelakuin apa yang loe suka. Tapi jangan selingkuh, " Ucap Elang kembali berharap. jika harapannya kali ini hancur, ia tak akan pernah mencintai seseorang lagi dan memilih hidup menjomblo.
"Yakin tapi ya? loe gak akan jadi b*ngsat kaya mereka? loe gak akan jadi setan kan? "
"Gak, akan. Sampe kapanpun gua gak akan kayak gitu, " Jawab Elang kembali meyakinkan.
"pht! "
Bulan malah tertawa melihat elang yang serius begitu.
"Sebenernya tanpa loe nyatain sekarang juga, udah gue Terima dari pas waktu itu juga. Gue seneng loe nembak gue, yah... loe mau nerima gue apa adanya. gak mandang lagi, jadi... Harusnya kita udah pacaran kan dari kemaren malam? " Pernyataan bulan yang lagi lagi membuat Elang bahagia.
"Serius?! "
"Iya lah, kalo nggak gue Terima, mana mau gue keluar gini sama loe sampe sekarang, sleep call, ya mending turu kan? mending juga gue jagain Chio di rumah sakit, " Jawab Bulan memerah.
Senyumnya semakin melebar dan kembali memeluk Bulan. Ia berterimakasih padanya karena mau menerima Elang yang konyol ini. Sungguh indah kisah mereka.