Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 75



Elang kembali di bawa ke UKS karena tak sadarkan diri akibat lemparan bola yang cukup keras pada kepalanya. Bulan cepat cepat mengambil tisu dan mengelap darah yang terus mengalir dari hidung Elang.


"Lang... Bangun lang..." Panggil bulan, ia kembali menangis karena Elang tak menyahut nya daritadi.


Datanglah dokter yang dipanggil para guru, mereka mengerumuni Elang disana. Dokter memeriksa kepala Elang apakah ada hal yang serius. Para guru berharap Elang tidak kenapa napa, Bulan juga terus menggenggam tangan Elang agar ia bangun.


Beberapa menit mereka menunggu...


Sekitaran lima belas menit, akhirnya Elang membuka kedua matanya pelan pelan, pandangannya nampak buram. Ia menoleh pada orang yang terus menangis di sebelahnya.


"Hei..." Panggil Elang lirih, Bulan membelalakkan matanya kaget, ia pun menoleh pada Elang yang sedang tersenyum simpul padanya.


"Elang?! Loe... udah bangun?" Tanya Bulan kaget.


"Kenapa rame banget disini...?" tanya Elang pada sekitarnya, pak ahmad segera maju dan tersenyum padanya, menanyakan apa kabarnya baik baik saja.


"Eheheheh... Elang baik baik aja kok, gak tau kenapa Elang bisa ada disini. Eh, ngomong ngomong... Bapak perhatian banget sama Elang. Takut ya, kalo menantunya kenapa napa," Jawab Elang tertawa melihat wajah bapak direktur itu khawatir.


Deg!


Bulan dan teman temannya terkejut mendengar jawaban Elang, termasuk pak ahmad yang ikut terkejut.


"Apa kamu bilang?" Tanya pak ahmad agar tak salah dengar.


"Iya? Bapak kan calon mertua Elang, Elang juga calon menantu bapak. Jadi... Jangan cari kandidat lain ya pak... Elang mohon, Elang udah cinta buanget sama Bulan. Elang gak bisa, mup on dari Bulan pak," Jawab Elang panjang lebar, membuat Chiko dan Kevin tersenyum lega karena ingatan Elang nampaknya sudah kembali.


"Lang?! Loe gak bercanda kan...?" Tanya Bulan yang mendekati elang agar lebih dekat.


"Jangan deket deket dong... nanti gua salting brutal neh..." Jawab Elang lagi, Bulan senang dan memeluk Elang dengan erat, para guru tersenyum lega bisa melihat Elang versi barbar lagi. Mereka pun bubar dari UKS.


Elang bertanya ada apa dengannya, kenapa ia bisa sampai ke UKS. Kevin menceritakan semuanya bahwa ia amnesia Bulan dan selalu melupakan nama Bulan. Elang terkejut dan menoleh pada Bulan yang cemberut.


"Beneran?! Gua kayak gitu?! Beneran?!" Tanya Elang tak percaya.


"Iya, Gue sakit ati... Gue juga di bully... Loe gak inget nama gue. Cuma GUE, yang gak loe inget... Beneran deh.. " Jawab Bulan memajukan bibirnya membentuk kerucut.


Elang pun memeluk Bulan dengan erat sekali lagi. Ia meminta maaf atas semua kelakuan nya yang sampai melupakannya. Bulan menerima permintaan maaf itu dengan ikhlas dan senang hati.


"Gua minta maaf ya sekali lagi, beneran deh. Gua gak pura pura, gua gak inget apa apa, Gua juga gak inget pas kena lemparan bola basket. Jangan ninggalin gua ya lan... Loe janji kan? Gak akan pernah ninggalin gua?" Ucap Elang memelas pada Bulan. Memang, serangan wajah Elang yang tamvan itu akan mempan terhadapnya.


"Hah? Loe syiapa? Kenapa meyuk meyuk gini? Maaf, loe syapa?" Jawab Bulan, ia mempraktikan bagaimana pertama kali Elang hilang ingatan, tentu saja Elang heran. ia menaikkan satu alisnya dan memiringkan kepalanya.


"Lan? Loe sakit? Mau istirahat?" Tawar Elang padanya, membuat Bulan makin kesal saja karena ia tidak peka.


"Loe gak peka banget ih! Lu yang kayak gitu waktu loe ilang ingatan Be-go!"


"Eits! Gua bilang apa...? Jangan ngomong kasar... Gua gak suka... Gua gak suka kalo loe ngomong kasar lagi... berenti ya...?" Ucap Elang yang mencubit mulut Bulan sambil tersenyum.


"Puah! Xixixixi, jadi ini beneran Elang?"


Bulan pun akhirnya tersenyum dan kembali memeluk Elang, senang sekali rasanya. Lemparan bola basket itu malah membawa berkah karena membuat ingatan Elang kembali.


Setelah istirahat selama dua jam, Elang bisa kembali melihat pertandingan. Ia tidak diizinkan ikut pertandingan karena masalah tadi.


"Gua gak tau ada lomba ini," Ucap Elang kagum.


"hayaiyalah, Loe masih ada lomba yang harus loe ikutin." Jawab Chiko padanya.


"Wah?! Avaan tyuh?" Tanya Elang penasaran.


"Lomba nyanyi sama fashion show." jawab Chiko tersenyum smirk.


"Lah?! Nyanyi?! Fashion show?! Mana bisa gua kayak gitu Chio..." Jawab Elang menyesal.


"Bisa... Loe udah kita tes kok. Hasilnya bagus,"


"Itu kan gua yang lain, gua yang ini mana bisa," Jawab Elang lagi.


"Elu yang laen kan tetep elu dan suara elu. Gak akan berubah dah,"


"Hmmm... Tes dulu kali ya?" Gumam Elang bingung.


"Hayu, gua yang bakal tes." jawab Chiko semangat.


"Ah, gak percaya diri ah,"


"Cepet lah, gak usah plin plan." Chiko menarik tangan Elang menuju ruang musik.


Elang nampak ragu karena di perhatikan Chiko. Namun Chiko bersikeras untuk menyuruhnya bernyanyi.


"Dah siap? Satu... Dua... Tiga..."


"Bentar! Malu gue... suaranya jelek." Jawab Elang lagi. "Cepet ah," Kata Chiko mendesak Elang.


"Ehem ehem, oke oke. Myusik..."


Chiko pun menyalakan musik, Elang mulai mengikuti melodi dan bernyanyi mengikuti alunan musik itu. Chiko senang karena suara Elang yang bahkan tidak berubah walaupun ia baru sembuh dari amnesia nya.


🎶Memenangkan hatiku


Bukanlah satu hal yang mudah


Kau berhasil membuat


Ku tak bisa hidup tanpamu


🎶Menjaga cinta itu


Bukanlah satu hal yang mudah


Namun sedetik pun tak pernah kau


Berpaling dariku


🎼Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


🎵Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


🎵Kaulah bentuk terindah


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu


Tolong kamu camkan itu


🎶Meruntuhkan egoku


Bukanlah satu hal yang mudah


Dengan kasih lembut kau pecahkan


Kerasnya hatiku


🎼Beruntungnya aku


Dimiliki kamu (ku ingin engkau tahu)


🎵Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


🎵Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)


Tolong kamu camkan itu


🎼Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


Semua yang jadi bukti tersimpan di dalam palung hati


🎼Kamu adalah bukti


Dari cantiknya paras dan hati


Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi


Tentang terang dan gelapnya hidup ini


🎶Kaulah bentuk terindah (kaulah bentuk terindah)


Dari baiknya Tuhan padaku


Waktu tak mengusaikan cantikmu (mengusaikan cantikmu)


Tolong kamu camkan itu


🎵Tolong kamu camkan itu🎶


Chiko memberinya tepuk tangan karena suaranya yang cukup indah. Elang bahkan menutup wajahnya karena malu.


"Menanglah, ini mah. Gua terhura siah," Ucap Chiko tersenyum bangga padanya.


"Asli?! Gua diizinin berapa lagu?" Tanya Elang ikut bangga karena di puji.


"Satu sih... tapi nanti ada lagu lagi buat persiapan kalo loe menang, " Jawab Chiko lagi.


"Bagus deh, gua mau nyanyi lagu jepun ah... Loe kudu dukung lho," Ucap Elang pada Chiko.


"Oke, gak papa. Lagu apa jepang tuh? Judulnya?" Tanya Chiko siap mengetik.


"Judulnya... Yamai. Artinya penyakit," Jawab Elang, Chiko yang merupakan setengah wibu itu terkejut.


"Apaan lagunya itu?! Kenapa judulnya penyakit?!" Tanya Chiko tersinggung.


"Penyakit 'Cintah' atuh ih, ngarti we... kamu teh," Jawab Elang yang geram karena Chiko tidak peka.


"Hmm... Oke lah,"


Chiko pun memutar lagu yang di minta oleh Elang. sepertinya lagu nya sedikit happy karena alunan melodi nya yang santai.


🎵Yūgure sora yoku mieru hi


Jitensha ga karuku susumu hi


Doko ka gikochinai hibi o


Narezu ni sugoshite


🎵Machi no oto yoku kikoeru hi


Tokei no hari ga osoku susumu hi


Doko ka gikochinai hibi ni


Narenai no wa subete ga kiminosei


🎶Yamai no namae wa koidatta nda


Omoi yamaida kitto


Nanishite mo takusan naitemo


Naosu hōhō wa nai nda


🎶Kiminosei de koi o wazuratta nda


Fujinoyamaida kitto


Nanishite mo takusan naitemo


Mō naoru koto nai yamaida


🎼Itsumo yori hikaru ano tsuki


Kaze ni yura re oto kanaderu ki


Mewotojite wa mata tameiki


Mukashi omoidashite


Omoi kogarete


Mō akogare no hibi o


Omoidasu dake ja mitasenai🎤


🎼Kimi ga hoshi gatteta akusesarī


Sore yori kagayaku shigusa ni


Horete nukedasezu kanchi dekinai zutto


🎶Yamai no namae wa koidatta nda


Omoi yamaida kitto


Nanishite mo takusan naitemo


Naosu hōhō wa nai nda


🎶Kiminosei de koi o wazuratta nda


Fujinoyamaida kitto


Nanishite mo takusan naitemo


Mō naoru koto nai yamaida


🍒Futo miageta yozora ni wa


Yasashiku kirameku hoshi ga


Riyū(wake )mo naku koboreru namida


Shizukana kono shizen no naka de


🌹Koko ni wa kimi wa mō


Inaikedo


Kimi ga totemo sukidatta yo


Nanishite mo takusan waratte mo


Mō naoru koto nai yamaida...


"Mantap lah, persiapannya udah mateng. Loe siap kan buat ikut lomba?" Tanya Chiko sekali lagi.


"Oke! Gua siap!" Jawab Elang semangat.


"Yoo! Kita pulang buat dandanin loe!"


Bersambung...