Erlangga Aileen Satria

Erlangga Aileen Satria
Chapter 48



Elang pun sampai di depan ruang persidangan dengan ayahnya. Ia hanya tersenyum kepada ayahnya.


"you got in trouble? why? you can explain it to me right?" Tanya bapaknya sambil tersenyum.


"Puguh Elang ge gak tau pak, tiba tiba di panggil gini. Elang yakin sih... di dalem bakal ada perdebatan, " Jawab Elang sambil memegang dadanya karena gugup.


"then, win this debate if you feel innocent," Kata Bapak memberi semangat.


"Maapin elang ya pak, bapak lagi sibuk malah ngurusin anak nakal kayak Elang," Ucap Elang merasa bersalah.


"It's okay, your problem is more important than my office work," Jawab Bapak lagi sambil mengelus kepala Elang dan tersenyum hangat padanya.


"Ananda Erlangga, silahkan memasuki ruangan,"


"Ya ampun, pertama kalinya elang masuk kesini, Cuma Elang yang masuk kesini ya pak ya? Gak ada murid lain yang masuk kesini lagi selain elang?" Tanya Elang penasaran.


"Rata rata yang masuk ke ruangan ini bakal dikeluarin karena kesalahan fatal,"


"Okkay... Bapak liat besok, kalo saya masih ada, bapak beliin saya martabrak ya," Jawab Elang yang kemudian masuk ke dalam.


Ia cukup gugup melihat semua dewan guru, kepala sekolah bahkan calon mertuanya ada disana. Elang di persilahkan duduk di tengah tengah yang di kerumuni guru gurunya. Sementara ayahnya duduk berjarak agak jauh darinya.


"Hh, ampun! Padahal anak direktur terhormat! Tapi kelakuannya busuk!" Ibu ibu yang mulai mencemoohnya.


"Makasih...^^" elang yang santai menjawab mereka dengan senyuman manisnya.


"Baik, sidang akan dimulai,"


"Erlangga Aileen Satria, kamu tau apa kesalahan kamu?"


"Kalo tau, saya gak akan masuk sini pak," jawab Elang santai.


Direktur sekolah bahkan ayahnya tertawa mendengar jawaban Elang. Pak ahmad menggelengkan kepalanya atas kelakuan Elang yang selalu membuatnya tertawa.


"Harap sidangnya di jalankan dengan serius," Tegur kepala sekolah, ia adalah kepala sekolah yang sangat killer dan keras.


"Oouuu... My son is snapped," Sahut Bapak Aileen di sebelah Elang.


"Silahkan, bicarakan kesalahan siswa kami," Ucap Kepala sekolah pada wali murid disana.


"Erlangga sudah membuat anak anak kami babak belur! "


"Putra saya bahkan harus menjalani beberapa pengobatan karena terluka parah."


"Tangannya patah! Wajahnya bahkan sangat memar!"


"Jangan salah, kami bisa menuntut kamu sekarang juga! Saya adalah seorang pengacara!"


"Oooww..." elang yang hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


"Boleh angkat suara?" Tanya Elang sambi mengangkat tangannya.


"Silakan,"


"Kira kira anaknya yang mana bu? Kapan saya mukul mereka sampe babak belur ya?" Tanya Elang penasaran.


"I,itu... dek! Cepet ngomong!" Paksa ibu ibu itu agar anaknya berbicara.


"W,waktu dua hari yang lalu..."


"D,dia mukulin kami tanpa sebab,"


"Haaaahhh??? Mukulin tanpa sebab? Yang mana sih???"


Elang pun bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati mereka. Entah kenapa mereka jadi tertunduk saat elang mendekati mereka.


"Elang! Duduk di tempat! Kamu gak tahu sopan santun!"


"Oh? Yaudah," Elang pun kembali ke tempatnya, ia rasa dadanya mulai sakit lagi setelah bentakan dari kepala sekolah.


"Saya mau jelasin kejadian yang sesungguhnya nih pak..." Ucap Elang sambil membenarkan posisi duduknya.


"Bener, Elang emang mukulin mereka."


Bugh!


"ck ah! Ibu ibu sewot amat!"


"ERLANGGA!"


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Bagai angin lewat, seketika mereka terdiam atas ucapan Elang yang agak menyakitkan.


"Ini gak ada hubungannya sama pertandingan, Saya gak berlaku kasar. Saya juga gak curang, Apa yang harus saya curangin?"


"Elang... jaga etika kamu di depan orang tua...". Ucap Kepala sekolah mengingatkan agar ia diam.


"Elang mukulin mereka karna ada sebab, Mereka berusaha godain siswi lain di hotel pak! Saya cuma mau nolong aja, saya juga gak sampe bikin mereka tumbang apalagi sampe masuk rumah sakit," Jelas Elang mulai emosi, ia tak terima jika dirinya dituduh begitu, bapak Longwei hanya mengangguk setuju saja. Ia tidak akan membela kemana mana dan hanya ingin mendengarkan seberapa cerdik anaknya.


"Tapi terbukti pak! Anak saya memar bahkan ada surat keterangan dokternya!!!"


"Ibu ibu sekalian... pengacara terhormat juga... Kejadian ini udah lampau. sekitar dua minggu yang lalu, emang gak ngerasa aneh ya? Kalo lukanya masih basah (Baru baru ini terjadi) kayak gitu? " Elang kembali mendekati korban yang katanya terkena pukulan Elang.


"Nah! Saya inget anak ini, kamu orang yang saya pukul duluan kan?!" Seru Elang menunjuk salah satu murid.


"Walaupun gelap, jangan salah lho ya? Saya Elang, penglihatan saja tajem," Monolog elang mendelikkan matanya.


"Elang! Saya bilang duduk!"


"nggak, maafin saya karna gak sopan, saya gak terima dituduh sembarangan begini, saya mau lurusin semuanya,"


"Dua hari kemarin, kamu bilang dua hari kemarin kan? Nah, dua hari kemarin itu, saya kencan pak... Saya kencan sama anaknya direktur sekolah, udah minta izin malah, saya gak kemana mana karna dada saya sakit, dan besok paginya, saya ngejemput sodara ganteng saya ke bandara, nah malemnya... saya langsung bobo. Sekarang saya malah dapet masalah yang jelas jelas bukan saya pelakunya? Gimana nih?"



Elang yang cerdik itu mampu mengunci mulut ibu ibu menyebalkan itu. Ia kembali duduk di tempatnya sambil tersenyum kepada ayahnya.




"Good job my son," Gumam Longwei sambil membalas senyuman putra kerennya.


"Tetep aja gak bisa gini pak!"


"Hukum dia! Terbukti kalo dia yang mukulin anak kami!"


"Anak kami yang jadi saksi nya! Mereka yang tahu kalo mereka dipukulin Elang!"


"Haaah! Ibu ibu ini.... padahal udah jelas tadi Elang ngomong apa? Astaga..."


"Yah... karena keputusan sudah bulat, Elang resmi kami keluarkan dari sekolah ini..."


Deg!


Mendengar pernyataan itu, Pak ahmad dan Longwei terkejut. Siapa dia yang berani memutuskan hal ini?


Saat Pak ahmad hendak berbicara, Elang izin angkat suara lagi.


"Maap maap nih pak, bapak gak bisa keluarin saya sembarangan. Saya udah berjuang buat mengharumkan nama sekolah ini, saya berjuang mati matian demi membanggakan sekolah. Saya gak pernah sekalipun mukul seseorang tanpa sebab. Saya juga kena pukulan kok, tapi kan udah sembuh karna udah lampau, kalaupun saya mukul mereka dua hari kemaren nih, saya juga bakal luka pak, saya gak sekuat son goku. Okay?"


"Terus nih, saya kan udah membanggakan sekolah, kalo bapak ngeluarin saya sembarangan, berarti bapak juga ngeluarin anak emas dong? Kalo Elang keluar, siapa dong yang bakal banggain sekolah ini selain Elang?"


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Nah... Bapak kayak gini karna disini ada anak bapak kan??? Jangan bohong lho pak, bapak, bapak gak bisa main main sama Elang..."


"Apa yang anda lakukan? Bukannya disini saya direkturnya? Bener kata Elang, semuanya janggal, Elang saya anggap tidak bersalah, kalo ada yang mau protes, angkat tangan,"


Tidak ada yang berani mengangkat tangannya lagi. Elang pun tersenyum senang karena kasus nya selesai.


anak anak yang mencari masalah dengan Elang pun keluar dengan menyesal.


"Heh, salamin ke orang yang nyuruh loe, loe salah target. Salam dari Elang^^" Ucap Elang yang membuat mereka kesal.


"Hehehehehe,"


bersambung...