Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Bakti Sosial



Hari-hari pun terus berlalu seperti kegiatan Hanna pun berganti setiap harinya. Saat ini angkatan mereka sedang berkumpul dalam acara bakti sosial yang rutin diadakan oleh pihak kampusnya.


"Han, sepertinya makin hari, makin lengket saja" goda Silvy ke Hanna dibalas dengan cuek olehnya.


Sejak Li menjemput Hanna ke rumahnya hubungan Hanna dan Li memang semakin dekat tapi hanya sebatas persahabatan karena diantara mereka tidak ada yang mengatakan hubungan yang lebih dari itu tapi bagi orang lain yang melihatnya mereka itu seperti pasangan sejoli yang sedang memadu kasih.


Kegiatan pun berlangsung lancar dan tepat pada sore hari acara itu pun berakhir dengan sukses.


Terlihat seseorang di ujung sana sedang melambaikan tangannya ke arah Hanna. Dia adalah Li yang sudah bersiap menjemput Hanna.


"Kamu sudah sampai dari tadi?" tanya Hanna padanya


"Tidak, baru saja, kalian sudah selesai?" tanyanya kembali pada Hanna.


Dan seperti biasa miss kepo pun datang menghampiri mereka


"Boleh ga aku pulang bersama kalian" goda Silvy pada mereka.


"Silahkan, kalau kamu mau menjadi obat nyamuk di dalam mobil, ya ga Han?" goda Li kembali pada Silvy. Yang ditanya pun raut wajahnya berubah.


"Iya, iya, siapa yang mau jadi obat nyamuk sih, udah sana kalian pulang" usir Silvy pada mereka dan mereka pun tertawa bersama mendengar celotehan Silvy.


Akhirnya Hanna dan Li pun memilih untuk kembali bersama menggunakan mobil Li sedangkan Silvy ikut bersama rombongan lainnya.


Karena hari sudah beranjak malam dan mereka pun belum sempat makan tadi di sana dan akhirnya memutuskan untuk berhenti terlebih dahulu di salah satu tempat makan terdekat.


Di saat Hanna sedang memilih menu sedangkan Li sedang ke toilet, tiba-tiba ada yang menghampirinya.


"Hanna" sapa orang itu dan Hanna pun menoleh ke asal suara itu. Seketika Hanna pun terkejut melihatnya dan refleks saja dia menoleh ke kanan dan ke kiri seakan mencari sesuatu.


" Ternyata dia masih belum bisa melupakan luka kelamnya itu " batin Dika


"Dengan siapa kamu di sini?" tanyanya kembali.


Dari arah belakang Dika ternyata sudah ada Li yang berdiri tegap seakan-akan mengantisipasi kejadian buruk yang akan terjadi. Tapi tenanglah kejadian itu takkan terjadi kembali.


"Long time no see" ucap Li dari arah belakang Dika.


Dika pun menoleh ke asal suara itu dan dari raut wajahnya sedikit bingung akan siapa orang itu, wajar saja mereka hanya bertemu langsung sekali dan itupun saat Li memukuli Dika dan Dika mana tahu jelas, siapa orang yang sudah memukulinya. Sedangkan Li, dia sudah hapal betul siapa orang yang berdiri dihadapannya ini.


Tanpa banyak basa basi lagi Li melewati Dika begitu saja untuk duduk disamping Hanna. Hanna yang melihat kejadian ini berusaha untuk mencairkan suasana ini.


" Tenanglah Li" bisik Hanna pada Li dan saat itu juga Dika melihat kedekatan diantara mereka.


"Kakak ingin bergabung dengan kami" ajak Hanna pada Dika dan disambut dengan gelengan kepalanya.


"Oh tidak, kebetulan tadi aku dari arah toilet hanya tidak yakin saja yang dilihat itu benar atau tidak, tapi benar itu kamu, kami sedang makan bersama Hans dan kakakmu juga tapi sudah selesai, itu di ujung sana" tunjuk Dika ke arah mereka, sedangkan yang ditunjuk pun tidak mengetahui yang dilakukan Dika karena mereka tidak mengetahui kedatangan Hanna.


Karena Dika tidak ingin suasana bertambah canggung akhirnya mereka pun berpamitan untuk kembali ke mejanya.


"Silahkan dinikmati kalau begitu aku pamit dulu ya" pamit Dika pada mereka dan mereka pun mengiyakannya.


"Sepertinya kamu terlihat senang" sarkas Li pada Hanna


" maksudnya apa?" batin Hanna.