Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Kembali



Hari demi hari berlalu, lembaran baru pun dimulai perlahan, sudah 2 bulan sejak dia bertemu dengan Li dia pun tidak pernah tahu kabarnya lagi, pikirnya mungkin dia telah kembali ke Jerman. Mengingat Jerman, Hanna pun jadi merindukan kedua orangtuanya


"Kenapa?" sapa Brian yang saat ini menghampiri Hanna


"Aku kangen Mommy dan Daddy" ucap Hanna


"Mau berkunjung?" ajak Brian


"Kapan?" tanya Hanna


Dia tahu kakaknya sibuk jadi dia tidak pernah meminta pada kakaknya untuk menyita waktunya.


"Besok juga bisa" jawab Brian dan Hanna yang mendengar jawaban itu pun sangat senang.


Akhirnya setelah pembahasan itu mereka pun segera menyiapkan beberapa barang yang akan di bawanya kebetulan mba Sumi tidak ikut mereka.


Fajar pun mulai menampakkan dirinya dan mereka mulai bergegas untuk berangkat dan setelah melakukan perjalanan hampir 3 jam akhirnya mereka pun tiba di Jakarta.


"Sudah 5 tahun akhirnya aku kembali lagi ke sini" ucap Hanna dengan raut wajah sendunya.


"Sudahlah ayo kita ke rumah" ucap Brian yang mengajak Hanna untuk segera kembali ke rumah kenangan mereka.


Saat memasuki pekarangan rumah itu, airmata mulai menetes dari pelupuk mata Hanna. Dia mengingat segala kenangan manis bersama orangtuanya dahulu.


"Kalau kamu seperti ini terus kapan kamu akan move on, mereka pasti sedih melihatmu seperti ini" bujuk Brian pada Hanna


"Iya, maaf ya kak selama ini aku selalu menutup diri untuk bangkit dari semua ini, terima kasih untuk selalu berada disisiku" ucap Hanna pada Brian dan diapun memeluk erat tubuh kakaknya itu.


"Mau sekarang atau besok kita ke makamnya?" tanya Brian karena hari pun masih lumayan pagi untuk mengunjungi makam kedua orangtuanya itu.


"Sekarang" jawab Hanna antusias.


"Baiklah princess, kita pakai supir saja ya" ucap Brian sambil memanggil pak Soleh yang memang ditugaskan Brian untuk menjaga rumah ini.


"Non Hanna, apa kabar?" sapa mba Asih yang saat ini pun mempunyai tugas yang sama dengan Soleh. dia sangat merindukan anak majikannya ini karena dari kecil dia juga yang membantu Mira merawat Hanna.


"Baik mba, mba apa kabar juga?" sapa Hanna kembali dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka di dalam sambil membereskan beberapa barang yang dibawa mereka untuk tinggal beberapa hari di sini.


Setelah obrolan mereka dirasa cukup akhirnya Hanna dan Brian pun pergi untuk mengunjungi makam orangtuanya itu. Karena jaraknya memang tidak jauh tidak sampai setengah jam mereka pun tiba di sana.


"Daddy, Mommy maaf aku baru mengunjungi kalian" ucap Hanna terbata saat mereka tiba di depan makamnya, Brian pun hanya memeluk tubuh Hanna dari samping berusaha untuk menegarkannya.


"Dad, Mom lihat putrimu ini, susah payah aku membawanya ke sini tapi di sini dia hanya menangis" ledek Brian pada Hanna, Hanna yang mendengarnya pun langsung memukul pelan bahu kakaknya itu.


Setelah mereka berkeluh kesah menyampaikan rasa rindunya akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah tapi sebelum itu Brian mengajak Hanna untuk makan terlebih dahulu.


Saat tiba di sebuah restoran.


"Daddy" ucap anak kecil pada seorang pria.