Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Marah



Susana semakin tegang karena urusan Jason sudah selesai dia pun segera pamit dari mereka.


"Tunggu Han, sebelumnya terima kasih atas bantuannya, kalau nanti semuanya sudah jadi aku akan mengabari kalian, aku pamit dulu ya" pamit Jason pada mereka.


Setelah kepergian Jason, Li dan Hanna pun memutuskan untuk pulang ke apartemennya karena tidak enak juga kalau urusan rumah tangganya ini menjadi konsumsi publik.


"Sisca, aku pamit dulu ya, kalau ada apa-apa hubungiku saja" pinta Hanna pada Sisca sedangkan Li sudah masuk ke dalam mobilnya.


Tidak ada pembicaraan lebih lanjut antara mereka hanya deru mesin yang terdengar sepanjang perjalanan dan tak lama kemudian mereka pun tiba.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Li saat mereka baru saja tiba.


"Kenapa kamu mengurusi urusan pekerjaanku bukankah sudah jelas di perjanjian itu kalau kamu tidak akan ikut campur urusan pribadiku?" jawab Hanna. Hanna sudah sangat kesal dengan Li, Li terlalu egois.


"Oh jadi karena pria itu kamu berani membantah saya?" ucap Li.


"Berhenti menghubung-hubungkan masalah ini dengan orang lain, kamu tahu? aku sengaja menyelesaikan ini secepat mungkin karena aku tidak mau kamu mempunyai pikiran lain tentangku, aku tahu kamu tidak menyukai Jason tapi tolong pisahkan urusan pribadimu dengan urusan pekerjaanku" ucap Hanna setengah kesal.


Li yang mendengar alasan Hanna merasa bersalah atas tindakannya yang seperti anak kecil. Sebenarnya ada apa dengan Li?


Tidak ada yang bisa Li jelaskan karena memang dia pun tidak tahu alasannya dia bersikap seperti itu.


"Maaf" ucap Li dan dia pun berlalu begitu saja keluar rumah.


"Seperti anak kecil" monolog Hanna.


Entahlah kemana Li pergi, setidaknya untuk saat ini Hanna tidak ingin melihat Li dan dia pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Beruntunglah karena tidak lama kemudian Li pun kembali dengan menenteng beberapa bungkus makanan.


"Makanlah" ucap Li menghampiri Hanna sambil menyerahkan bungkusan itu.


Hanna merasa sangat terpukau dengan perhatian Li yang semakin hari semakin perhatian padanya.


"Aku masak hari ini" ucap Hanna saat menerima bungkusan ini.


Hanna sengaja memasak makan malam karena dia merasa bersalah pada Li, mungkin dengan menyediakan makanan untuknya dia akan memaafkan Hanna.


"Buang saja" ucap Li pada Hanna, Hanna yang mendengarnya pun sedikit kecewa.


"Tapi makanan malam ini masih begitu banyak, maukah kamu menemaniku makan?" ucap Hanna ragu.


Setelah mereka menginap di rumah sang mertua, Hanna dan Li selalu makan bersama dan sekarang pun Li bersedia untuk sarapan.


"Kamu belum makan?" tanya Li penasaran pada Hanna dan Hanna pun menggelengkan kepalanya.


Akhirnya setelah Hanna mengajak Li untuk makan bersama, mereka pun sangat menikmati makan malam berduanya malam ini. Untuk saat ini mereka memakan masakan Hanna dan dicampur dengan makanan yang Li bawa tadi karena mereka berpikir sangat disayangkan kalau makanan ini terbuang tanpa dicicipi sama sekali.


Hingga mereka pun akhirnya selesai makan malam, saat Hanna membereskan sisa makanan di meja, Li pun bertanya pada Hanna.


"Hanna, mau kah kamu menemaniku malam ini?" ajak Li.