
Saat ucapan itu terdengar sangat nyata ingin rasanya Hanna langsung menjawabnya tapi kenapa lidahnya berubah kelu. Sampai dering ponsel Li menghentikan semuanya.
"Bagaimana?" tanya Li pada seseorang diseberang sana.
Sebenarnya saat Li pergi tadi dia mengunjungi kantornya, dia teringat ada sebuah pekerjaan yang sedang diurusnya yang sedang bermasalah.
"Baiklah saya akan ke sana sekarang" ucap Li dan dia pun memutuskan sambungan teleponnya.
Sepertinya malam ini harus tertunda karena ulah Li, Li sangat menyesali keadaan ini kenapa tidak besok saja asistennya itu telepon.
"Saya harus kembali ke kantor, entah saya akan pulang atau menginap, kamu tidurlah" ucap Li pada Hanna.
"Hati-hati" balas Hanna saat Li melangkah keluar pintu.
Tanpa terlihat Hanna, terlihat sunggingan senyum Li.
Karena Li pun tidak tahu akan pulang atau tidak, Hanna pun masuk ke dalam kamarnya. Hatinya sangat berbunga-bunga melihat perlakuan Li hari ini walaupun sempat menjengkelkan hatinya.
Tanpa terasa waktu terus beranjak larut dan Hanna pun sudah sangat mengantuk, di rebahkannya tubuhnya dan dipejamkan kedua matanya.
Hampir jam 3 pagi Li baru tiba dirumahnya, dia memutuskan pulang karena terus kepikiran dengan Hanna. Di lihat ke kamar Hanna ternyata dia sudah tertidur lelap, sepertinya malam ini dia harus tidur sendiri. Entahlah dia akan bisa tidur atau tidak karena beberapa malam sebelumnya dia selalu ditemani Hanna, walaupun sebenarnya dialah yang menemani Hanna tidur karena Li sengaja menunggu Hanna sampai tertidur duluan.
Itu adalah ponsel Hanna yamg sempat tertinggal saat pertemuan pertamanya, dilihatnya galeri foto Hanna yang dipenuhi dengan foto-foto salah satunya ada foto favorit Li di sana, foto itu sama persis dengan foto yang tersimpan di meja Hanna. Hingga tanpa terasa matanya pun mulai mengantuk dan tak lama kemudian terpejam.
Sang Fajar pun belum menunjukkan wajahnya, pagi ini masih terlalu gelap untuk melakukan aktivitas tapi berbeda dengan orang yang satu ini, pagi-pagi sekali dia sudah menyelusup ke dalam rumah Hanna dan Li.
Karena pencahayaan di dalam rumah sangat gelap hanya terlihat samar-samar dari jendela yang tertutup, dia pun menabrak sebuah meja yang membuat barang-barang yang dibawanya berserakan.
Suara gaduh itu membangunkan sang empunya rumah, Hanna dan Li pun terlihat keluar dari kamarnya masing-masing.
Hanna terkejut melihat ibu mertuanya sedang terduduk di lantai sambil memegangi kakinya yang kesakitan.
"Mama baik-baik saja, mana yang sakit?" tanya Hanna dengan panik akan keadaan ibunya. Tapi sang ibu malah menggenggam tangan Hanna.
"Sedang apa kalian di kamar-kamar itu?" tanya Kimi pada mereka. Kimi sedikit terkejut karena Hanna dan Li keluar dari kamar yang berbeda tanpa menunggu jawaban dari mereka Kimi pun beranjak menuju kamar itu.
Sungguh terkejut saat Kimi melihatnya. Kamar ini memang seperti ditempati masing-masing malah seisi lemari pun milik mereka masing-masing.
"Apa selama ini kalian tidur terpisah?" tanya Kimi kembali sedangkan mereka hanya terdiam, Hanna yang sedikit panik melihat ke arah Li dia tidak menduga Li akan pulang malam ini andai saja kalau dia menuruti permintaan Li tadi kejadian ini takkan terjadi.
"Saya akan menjelaskan semuanya" jawab Li