Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Pertanyaan



Entah apa yang dirasakan Hanna ketika tiba-tiba tamu yang tidak diundang itu berada dihadapannya.


"Pagi juga Li" jawabnya


"Aku berniat menjemputmu tidak masalah kan?" tanyanya pada Hanna


Wah ada angin apa tiba-tiba Li ingin berangkat bersamanya. Sedangkan sang kakak sudah pergi terlebih dahulu mendahuluinya, sepertinya memang harus bersamanya pagi ini.


"Masuk dulu Li tunggu sebentar ya, oh iya apa kamu sudah sarapan?" tanyanya pada Li


"Aku sudah sarapan, cepatlah aku akan menunggumu di sini" jawab Li


Hanna pun segera berlalu untuk menyiapkan segala kebutuhannya untuk dibawa. Tiba-tiba dering ponselnya menghentikan sejenak kegiatannya dan si penelepon tak lain adalah kakaknya.


"Ya kak?" jawabnya


"Itu Li yang waktu itu Han?" saut Brian dari seberang sana dengan rasa penasarannya.


"Iya" jawabnya


"Ih jawab tuh yang panjangan sih biar kakak jelas" protes Brian


"Terus aku harus jawab apa, aku saja baru tahu dia di sini" ucapnya kembali.


Karena tidak ada pembahasan lebih lanjut dikarenakan Hanna harus bergegas untuk berangkat ke kampus dengan Li, Brian pun mengakhiri percakapannya pagi ini.


"Ya sudah, hati-hati ya nanti kabari kakak kalau sudah sampai " ucap Brian


Hanna pun segera menghampiri Brian yang sedang menunggunya di bawah.


"Maaf ya tadi kak Brian telepon" ucap Hanna dengan sungkan pada Li


"Tidak apa-apa, kamu sudah siap?" tanya Li, mendapat jawaban dari Hanna akhirnya mereka pun segera berangkat menuju kampusnya.


Tak lama mereka pun tiba di halaman kampus, tapi sebelum turun Li menghentikan sejenak gerakan Hanna yang akan membuka pintu mobilnya.


"Tunggu Han!" ucap Li tiba-tiba


"Ada apa?" tanya Hanna padanya


" Tidak ada yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanyanya.


Wah kenapa ini orang seperti bisa membaca pikiran Hanna, tapi sayangnya Hanna hanya menggelengkan kepalanya. Sungguh disayangkan.


Karena merasa sudah tidak ada yang ingin dibicarakan akhirnya mereka pun keluar dari dalam mobil.


"Terima kasih" ucap Hanna padanya yang sedikit gugup karena saat ini posisi mereka ada di halaman kampus, dimana banyak pasang mata yang melihat mereka yang baru saja turun dari mobil.


Karena melihat kecanggungan Hanna, Li akhirnya segera mempersilahkan Hanna untuk segera ke kelasnya.


Tepat di lorong sekolah tiba-tiba saja ada tangan yang menarik Hanna dengan kencang.


"Aawwww" pekik Hanna


"Ssssttttt, bagaimana kamu bisa berangkat bersama Li?" ucap orang itu, ternyata itu ulah Silvy.


"Tapi bisa ga Sil, lepasin tangan aku?" tanya Hanna kembali padanya karena sangat tidak nyaman tangannya ditarik-tarik seperti ini.


"Hhhee, maaf" ucapnya tanpa rasa bersalah pada Hanna


"Tadi ketemu di jalan" jawab Hanna singkat dan segera berlalu.


Hanna paham betul kalau Silvy sangat tidak puas dengan jawaban Hanna dan sudah bisa dipastikan nanti Silvy akan menginterogasi Hanna kembali. Sekarang bagaimana caranya supaya Hanna bisa secepatnya menghindar dari para mata Fansnya Li.


Yang jadi pertanyaan Hanna, kenapa saat ini Li sudah masuk di semester akhir kuliahnya, sedangkan selama Hanna kuliah di sini, dia tidak pernah melihat Li sekalipun, manusia itu memang sosok yang aneh menurutnya.