Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Malam pertama



Pertanyaan Kimi sebenarnya membuat Hanna bingung.


"Kapan ya ma?" jawab Hanna sambil berpikir, dari awal atau pertemuan terakhir yang harus Hanna ceritakan.


"Ih masa lupa sih, pas waktu kenal Li seperti apa? ngeselin ga?" tanya kembali Kimi yang penasaran mendengar cerita cinta anaknya.


"Wah kalau yang itu sangat ma" jawab Hanna spontan, Kimi yang mendengarnya pun seperti biasa saja ekspresinya.


"Sudah mama tebak kalau yang itu, kamu yang sabar ya Han, mama harap kamu bisa mengembalikan Li yang dulu" ucap Kimi.


Apa maksud Kimi dengan Li yang dulu?


"Memangnya dulu Li seperti apa ma?" tanya Hanna kembali tapi saat Kimi baru saja ingin menceritakan kisah masa lalu Li, yang di ceritakan masuk ke dalam kamarnya.


"Sudah malam ma" sindir Li pada Kimi.


' Duh Li, harusnya sebentar lagi kamu masuknya ' ucap Hanna dalam hati.


"Iya-iya, besok kita cerita-cerita lagi ya sayang" pamit Kimi pada Hanna.


Saat Li masuk ke dalam ruangan ini dia langsung mengambil laptop yang disimpan di laci meja kerjanya.


"Tidurlah duluan" ucap Li sambil membuka laptopnya.


Hanna pun berusaha mengusir kecanggungannya.


"Mau aku buatkan sesuatu?" tanya Hanna


"Tidak usah" jawab Li cepat.


Daripada mereka bingung ingin membicarakan apa, Hanna pun mencoba memejamkan matanya dan tak terasa matanya pun tertutup begitu cepat tanpa mengkhawatirkan dimana dia sekarang.


"Seperti inikah wajahmu saat kamu tertidur, kenapa semua terasa mimpi untuk bisa bersamamu seperti ini" monolog Li sambil memandangi wajah Hanna.


Karena tubuhnya juga letih dia pun ikut membaringkan tubuhnya dan tak lama dia pun ikut terlelap.


Pagi pun tiba, saat Hanna mencoba membuka matanya dia teringat dimana dia sekarang dan saat melihat kearah sampingnya, benar saja ini pertama kali Hanna tidur bersama Li dipandanginya wajah Li yang begitu damai, berbeda dengan sikapnya kalau sudah bangun. Sebelum Li menyadari kalau Hanna memandanginya dia pun bergegas untuk membantu sang ibu menyiapkan sarapan.


"Pagi ma" sapa Hanna pada Kimi


"Pagi, eh kok sudah bangun sayang, bagaimana nyenyak ga tidurnya?" tanya Kimi dan Hanna pun menganggukkan kepalanya.


Mereka pun menyiapkan sarapan bersama, walaupun Li jarang sarapan bersamanya tapi Hanna tetap menyiapkannya.


"Untuk Li tidak usah disiapkan, dia tidak suka sarapan" ucap Kimi pada Hanna saat menata piring di salah satu meja.


' Berarti bukan karena dia tidak menyukai masakanku tapi karena dia tidak terbiasa sarapan ' batin Hanna


Hanna yang mendengar itu merasa bahagia, berarti selama ini pemikirannya salah tentang Li.


Benar saja saat mereka sedang menikmati sarapan, Li lebih memilih untuk berolahraga di taman.


"Kalau sehari-hari Li seperti itu nak?" tanya Richard


Harus jawab apa Hanna, bahkan saat dia bangun pun Li sudah berangkat terlebih dahulu bahkan beberapa kali Hanna menyiapkan sarapan Li tidak menyentuhnya.


"Li berangkatnya pagi sekali pa jadi jarang melihatnya" ucap Hanna gugup.


Mereka menyadari ada sesuatu yang salah dengan anak dan menantunya, bagaimana mungkin Hanna tidak mengetahuinya. Setau mereka Hanna terlihat cukup perhatian terhadap Li.


"Maklum ya sayang, namanya juga sok sibuk ya begitu" sindir Kimi saat mengetahui Li masuk ke dalam ruang makan.