
Setelah 3 hari mereka menghabiskan waktu di Lombok akhirnya mereka kembali memulai aktivitasnya masing-masing.
"Kenapa kamu belum siap-siap Han?" tanya Brian yang sedang memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Oh, nanti Li akan menjemput" jawab Hanna
"Eh, aku lihat beberapa hari lalu Li tidak pernah menjemputmu, kenapa?" kepo Brian pada Hanna.
"Aku saja tidak tahu, tanya saja sama orangnya" jawab Hanna acuh.
' Berarti keputusanku benar untuk mengijinkan Li ikut bersama kemarin ' batin Brian
"Sudah lah cepat sana nanti kakak terlambat" bujuk Hanna karena dia sudah mulai risih mendengar pertanyaan-pertanyaan Brian.
Brian yang mendengar permintaan adiknya pun segera merapikan perlengkapannya dan segera berangkat ke rumah sakit. Dan tidak lama kemudian Li pun tiba dengan tergesa-gesa.
"Maaf aku terlambat, tadi bannya bocor" ucap Li padanya
Karena dia pikir telat beberapa menit saja, bisa saja Hanna terlambat mengikuti mata kuliahnya, setelah serangkaian persiapan pun akhirnya mereka bergegas menuju kampus.
Sesampainya di kampus
"Aku berangkat dulu ya" ucap Li saat Hanna mulai melangkahkan kakinya masuk.
"Loh, kamu tidak ada kuliah hari ini" tanya Hanna penasaran.
"Tidak" jawab Li singkat padanya dan mereka pun akhirnya berpisah.
Di tempat lain,
"Bagaimana perkembangannya" ucap Li
"Berjalan sukses pak tapi ada sedikit kendala sebelumnya dari Ayah anda pak" lapor asisten Li padanya
"Biarkan saja, nanti juga dia lelah sendiri, sudah kamu kerjakan saja tugasmu dan laporkan padaku" ucap Li pada asistennya.
Setelah pertemuan itu pun Li sudah mulai berkutat dengan laporan-laporan yang bertumpuk di mejanya, baru saja beberapa hari dia tingggalkan tapi sudah sebanyak ini dokumen yang harus dia urus, maklum saja saat ini dia baru merintis usahanya jadi masih banyak hal yang harus dia pelajari.
Waktu pun terus berlalu hingga bunyi alarm membuyarkan konsentrasinya. Dilihatnya dengan senyum yang mengembang dan Li pun segera mengganti pakaiannya untuk kembali menjemput Hanna.
Terlihat Hanna sedang berjalan dengan Silvy menuju kantin kampusnya.
"Mau makan dulu di sini?" tanya Li yang baru saja tiba di belakang Hanna.
Hanna pun mengikuti arah suara itu dan dia pun mengembangkan senyumnya.
"Ehheemm" sindir Silvy
"Sepertinya aku akan menjadi obat nyamuk di sini" ucapnya lagi.
"Mau kemana, di sini saja tidak apa-apa ko" pinta Hanna dan Li pun menganggukkan kepalanya.
Akhirnya sebelum kembali ke rumah, mereka pun menghabiskan sedikit waktu untuk mengisi perutnya yang kosong, Hanna tidak bisa membuat perutnya meronta-ronta. Setelah selesai dengan acara makannya akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.
Sepanjang jalan mereka pun saling bertukar cerita, tidak biasanya Li akan berbicara sepanjang itu apalagi hampir tidak berhenti selama diperjalanan. Ini seperti suasana baru untuk Hanna karena dia bisa sering-sering melihat senyum di wajahnya karena sangat jarang sekali Li tersenyum seperti itu. Tiba-tiba Li memegang tangan Hanna, Hanna pun sedikit terkejut melihatnya karena selama ini Li tidak pernah menyentuhnya.
"Hanna, biarkan seperti ini" ucapnya tiba-tiba
"Kalau aku tidak menjadi Li yang sekarang bagaimana?" tanya Li dengan serius pada Hanna.