Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
D-day 1



Hari yang bersejarah dalam hidup mereka pun tiba. Saat ini mereka sudah berada di dalam salah satu ballroom hotel di kota ini. Terlihat dekorasi indah menghiasi sepanjang perjalanan menuju tempat itu. Di sana sudah di hadiri keluarga dan kerabat dari kedua belah pihak, terlihat juga Li yang sudah bersiap di depan penghulu di temani dengan bidadari cantik disampingnya.


Tapi di sudut lain terlihat seorang anak kecil dengan tampang sendunya.


"Sayang kenapa?" tanya Kimi pada cucunya itu.


"Nenek, siapa wanita cantik di samping Daddy?" tanya polos sang cucu


"Oh, tante cantik itu nanti akan menjadi Mommy mu sayang" jawab Kimi tapi raut sang cucu malah bertambah sedih. Kimi yang menyadari raut wajah sang cucu pun berusaha menghiburnya.


"Aulia sayang, tante itu baik sekali makanya Daddy memintanya untuk menjadi Mommymu, nanti setelah acara ini selesai Nenek akan mengajakmu bertemu dengannya" ucap Kimi


"Benarkah?" tanyanya antusias


"Benar sayang, percaya sama Nenek" jawab Kimi


Acara akad nikah pun dimulai, terlihat kedua mempelai pengantin sedang melangsungkannya dengan khidmat. Terlihat Li sangat berwibawa mengucapkan ijabnya itu. Dengan sekali tarikan napas akhirnya terdengar suara gemuruh mengucapkan kata Sah.


Brian tak dapat membendung airmatanya saat menyaksikan sang adik, dia sangat bersedih karena saat ini dia tidak bisa menjadi wali untuk adik kesayangannya yang kemudian diwakilkan oleh wali hakim.


"Selamat ya Han, kakak harap kamu menjadi istri yang sholehah, menurut pada suamimu jangan terlalu keras kepala ya" nasehat pun diucapkan Brian untuk adiknya.


"Maaf kalau selama ini aku selalu menyusahkan kakak, terima kasih karena kakak sudah menjagaku dengan baik" ucap Hanna diselingi isak tangisnya, Brian pun mengelus punggung adiknya dengan lembut berusaha menenangkannya.


"Jaga adikku baik-baik Li, jangan biarkan lagi kamu membuatnya menunggu" ucap Brian kali ini pada Li.


Li yang mendengar pesan Brian pun merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Apa maksud membuatnya menunggu?


"Tenanglah, sudah saya katakan percayakan Hanna pada saya, doakan saja semoga kami dimudahkan segala urusan kami" pinta Li pada Brian dan diakhiri dengan saling berpelukan.


Saat ini masih ada waktu sampai dengan acara resepsi yang akan diadakan nanti malam. Setelah acara akad nikah mereka pun menikmati sajian yang sudah tersedia. Terlihat Li sedang menggendong Aulia untuk menemui Hanna.


"Kenalkan ini Aulia, keponakanku" ucap Li pada Hanna, melihat Aulia yang begitu menggemaskan Hanna pun tertarik untuk menyapanya tapi sepertinya dia masih ragu untuk lebih dekat dengan Hanna.


"Hai cantik" sapa Hanna pada Aulia dengan menampilkan senyuman manisnya, tetapi terlihat Hanna juga sedikit kikuk saat mengenalkan dirinya hingga akhirnya Li lah yang bicara.


"Sayang, ini Mommy mu dan ini istri Daddy" ucap Li pada Aulia, sekilas Aulia menoleh ke arah Hanna tapi dia palingkan lagi wajahnya dibalik ceruk leher sang Daddy.


"Boleh Mommy kenal lebih dekat dengan Princess Daddy yang satu ini" Hanna berusaha membujuk Aulia dan beruntunglah dia mau menerima tawaran Hanna.


Saat ini Aulia sudah berada di atas pangkuan Hanna dan masih di temani Li. Terlihat jelas raut wajah bahagia saat Aulia sedang bercanda dengan Hanna


'Apakah semua orang yang berada dekat dengannya akan merasakan hal yang sama' batin Li