
Hari sabtu pun tiba, saat ini Hanna sedang menunggu Li untuk menjemputnya tapi sudah sampai jam 8 malam Li belum kembali juga.
"Mau sampai jam berapa sampai sana?" monolog Hanna
Ingin dia menghubunginya tapi dia ragu dan beruntunglah tidak lama kemudian Li sampai dengan terburu-buru.
"Saya bersih-bersih dulu sebentar" ucapnya sambil berlalu ke kamarnya
Hanna yang menunggunya hanya memainkan ponselnya dan tak disangka ada sebuah nomor baru masuk ke dalam pesannya. Dibukalah pesan itu dan ternyata itu adalah Jason.
Dapat darimana dia nomor Hanna?
Hanna tidak membalas pesan itu hingga tak lama panggilan masuk pun mengisi dering ponselnya.
Bertepatan dengan bunyi ponsel Hanna, Li pun keluar dengan pakaian yang sudah lebih santai.
"Angkatlah, berisik sekali dari tadi" protes Li, sebenarnya dia penasaran siapa yang menghubungi Hanna malam-malam begini.
Bukannya menerima panggilan itu. Hanna malah mematikan ponselnya. Li bertambah curiga tapi dia tidak mau terlalu terlihat dan mereka akhirnya berangkat menuju rumah orangtuanya.
"Mama pikir kalian tidak jadi datang" ucap Kimi yang menyambut mereka di depan pintu.
"Suruh masuk dulu ma" ucap Richrad yang baru saja menghampiri mereka.
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Masuklah dulu ke kamar, ada yang ingin saya bicarakan dengan papa" pinta Li, saat dia ingin pergi
"Tunggu, kamarnya yang mana?" tanya Hanna pada Li karena dia baru pertama kali menginap di sini dan tidak tahu juga dimana kamar yang dimaksud.
Li pun lupa kalau Hanna belum tahu dimana letak kamarnya kemudian dia pun mengantarkan Hanna masuk ke dalam kamarnya. Terlihat kamar ini masih tertata rapi walaupun sudah lama Li tidak tinggal disini.
"Tunggu" saut Hanna.
"Kita beneran tinggal satu kamar?" tanya Hanna memastikan dengan wajah lugunya.
Bukannya dia tidak mau satu kamar dengan Li tapi rasanya pasti aneh karena ini pertama kalinya satu ruangan apalagi akan tidur bersamanya dalam satu kasur. Membayangkannya saja Hanna sudah gugup apalagi nanti realitanya.
"Kamu mau saya diseret sama mama?" ucap Li pada Hanna.
Hanna harus menerimanya setelah mengantarnya ke kamar Li pun kembali turun untuk bertemu dengan sang ayah sedangkan Hanna membereskan beberapa pakaian yang akan dipakainya nanti.
Tiba-tiba saja pintu terbuka secara perlahan ternyata itu Kimi.
"Kamu sudah makan Han?" tanya Kimi yang baru saja tiba.
"Sudah ma" jawab Hanna sambil menghentikan kegiatannya.
"Tadi kamu tidak usah bawa pakaian, di sini sudah mama siapkan" ucap Kimi padanya
Hanna tidak menyangka kalau mertuanya ini akan menyiapkan segala keperluannya, pantas saja saat Hanna memasukkan beberapa pakaiannya sudah ada beberapa potong baju di dalam lemari.
"Aku tidak tahu kalau mama menyiapkan semua ini" sesal Hanna merasa bersalah.
"Sudahlah tidak apa-apa nanti tinggal saja pakaiannmu kalau suatu saat kalian menginap lagi" ucap Kimi.
"Andai kalian tinggal di sini, rumah ini takkan sesepi ini, mama akan ada teman mengobrol" ucap Kimi dengan sendu.
"Ma, kalau mama kesepian kalau ada waktu aku akan sempatkan datang ke sini" ucap Hanna menyenangkan sang ibu.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka hingga beberapa saat.
"Han, gimana kamu bisa kenal dengan Li?" tanya Kimi penasaran dengan anaknya ini. Soalnya semenjak kejadian itu anaknya menjadi sangat tertutup.