Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
H-1



Setelah acara lamaran berlangsung kini tiba waktunya mereka menyebarkan undangan pernikahan mereka.


Sebenarnya Hanna tidak ingin diadakannya pesta tapi karena paksaan dari sang mama mertua akhirnya mereka pun menuruti permintaannya. Tidak banyak yang diundang Hanna maupun Li, tamu undangan lebih banyak dari kerabat orangtua Li.


"Sebanyak ini?" tanya Hanna pada Li yang sedang mensortir daftar tamu yang akan hadir.


"Tanya saja pada mama" jawabnya santai


Hubungan Hanna dan Li sudah mulai membaik tidak kaku seperti sebelumnya dan itu merupakan suatu kemajuan untuk kehidupan pernikahan mereka.


"Kamu tidak mengundang teman dekatmu?" ucap Li pada Hanna


"Aku tidak punya teman dekat" jawab Hanna


"Tidak punya, lantas yang direstoran itu siapa?" tanya Li penasaran akan sosok Jason yang waktu itu ditemuinya.


"Ah masa kamu lupa, kalau itu sainganmu dulu" ucap Hanna secara tidak sadar karena saat ini dia sedang fokus dengan kartu undangannya.


Li pun merasa ada yang aneh, kenapa Hanna bisa bicara seperti itu bahkan Brian dan pria itu pun sama, seperti melihat makhluk halus saat bertemu dengan Li, apa mereka mengenal Li sebelumnya?


"Maksud kamu apa?" tanya Li penasaran, Hanna yang sadar akan ucapannya itu sedikit bingung entah apa yang akan dia jelaskan pada Li.


"Memang kamu tidak ingat sama sekali?" tanya Hanna memastikan.


"Apa kamu tahu tentang saya sebelumnya?" tanya Li balik pada Hanna


Hanna merasa tersihir dengan pertanyaan Li kali ini, apa dia harus melanjutkan obrolan ini atau dia sudahi karena ada sesuatu yang janggal disini.


"Ya mana aku tahu, aku saja baru bertemu denganmu, ini cepat bereskan aku sudah lelah" ucap Hanna mengalihkan perhatian Li.


Akhirnya mereka pun segera menyelesaikan pekerjaannya ini karena malam sudah kian larut dan Li pun undur diri untuk kembali ke tempatnya.


Padahal kalau dipikir-pikir ini hanyalah pernikahan sandiwara bagi mereka, tapi kenapa mereka menyiapkannya secara total, seakan-akan pernikahan mereka sesungguhnya yang dilandasi atas dasar cinta.


Ah sudahlah itu sudah urusan mereka.


Hingga pagi pun tiba.


"Kamu mau kemana Han?" tanya Brian pada Hanna karena melihatnya sudah berpakaian rapi.


"Aku mau lihat kantor sebentar" jawab Hanna.


"Han, besok acara pernikahanmu lagipula kan kantormu juga pindah" bujuk Brian pada Hanna agar tidak pergi.


Hanna pun akhirnya mengurungkan niatnya dan memilih untuk menyuruh Sisca untuk datang ke rumahnya.


"Han, bude mau ke supermarket sebentar ya" pamit Reza pada Hanna.


Saat ini Mirza dan Reza sudah menginap di rumah Hanna karena dia tidak mau menyia-nyiakan pernikahan keponakan perempuan mereka satu-satunya. Ya ibaratnya seperti menyipkn pernikahan putri mereka.


"Bude sama siapa?" tanya Hanna balik karena melihat budenya hanya sendiri.


"Sama mba Sumi" ucapnya pada Hanna


Syukurlah kalau sudah sama mba Sumi jadi dia tidak terlalu merasa bersalah merepotkan budenya itu.


Ssetelah kepergian mereka Sisca pun datang menemui Hanna.


"Mba, dadakan banget sih mo jadi manten" sindir Sisca pada Hanna karena dia baru tahu tentang pernikahan Hanna dari kartu undangan yang diberikan Hanna 2 hari yang lalu


Hanna pun hanya tersenyum mendengar celotehan Sisca.