
Akhirnya setelah melewati perbincangan tersebut datanglah Mirza dengan tergesa-gesa dan segera menyapa Li
"Maaf Mr Li membuat Anda menunggu" ucap Mirza pada Li.
Di sana masih ada Hanna dia pun memperhatikan Li dengan seksama tanpa sadar Li pun menyadari itu.
"Bisakah hanya kita yang berada di sini?" pinta Li pada Mirza. Mirza pun paham akan maksud Li.
"Hanna, bisa tinggalkan kami?" pinta Mirza pada Hanna.
"Baiklah paman, aku tinggal ya, permisi Mr" jawab Hanna dan dia pun segera berlalu.
Saat Hanna sedang menuju ruangannya, ternyata di dalam ruangan itu sudah ada Sisca. Sisca adalah salah satu orang kepercayaan Hanna yang mengurus kantor kecilnya itu disaat Hanna tidak ada.
"Ada apa Sis?" tanya Hanna padanya
"Maaf mba, tadi saya sudah hubungi mba tapi sepertinya mba sedang tidak pegang ponsel" jawab Sisca
Hanna pun baru menyadari dimana keberadaan ponselnya sekarang, dia pun mencari-cari tapi tidak ketemu.
"Dimana ya Sis ponselku?" tanyanya kembali pada Sisca, karena pikirnya kedatangan Sisca saat ini merupakan hal penting dia pun mengabaikan untuk mencari ponselnya itu.
"Ini mba, tadi ada yang cari mba dia minta designnya mba sendiri yang jelaskan katanya sih penting" ucap Sisca
"Kapan orangnya akan datang lagi?" tanya Hanna
"Katanya dia bisa kapan saja, hari ini pun tidak masalah, cuma saya harus minta ijin dulu sama mba" ucap Sisca yang sedikit ragu menyampaikan pesannya itu.
"Hubungi saja orang itu sekarang kita atur jadual sore ini, lagian aku juga sudah tidak ada pekerjaan" ucap Hanna.
Dia pun segera menuju ruangan Mirza. Diketuklah pintu itu.
"Permisi paman" sapa Hanna
"Masuklah Han!" pinta Mirza
Hanna pun segera masuk ke dalam ruangan Mirza. Diperhatikannya hanya ada pamannya saja berarti Li sudah pergi.
"Paman, hari ini aku ijin pulang cepat ya karena ada kerjaan di kantor" pinta Hanna tanpa menyadari orang dibelakangnya.
"Oh iya, kembalilah maaf ya paman jadi merepotkanmu" ucap Mirza yang tidak enak karena terlalu banyak meminta bantuan Hanna.
"Ya sudah, Hanna pamit ya" pamit Hanna padanya dan saat dia membalikkan badannya, dia merasa membentur seperti sebuah dinding keras di lihatnya ternyata tubuh seseorang dan ternyata itu Li.
"Maaf Mr" ucap Hanna dan dia pun segera meninggalkan ruangan Mirza.
Li seperti merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama Hanna, entah apa itu kenapa terasa sangat tidak asing.
Setelah beberapa saat akhirnya Li pun ikut berpamitan dengan Mirza dan akan membahas perkembangan lebih lanjutnya nanti.
Saat dia tiba dilobby, terlihat Hanna dengan seorang pria yang sepertinya akan menjemputnya. Ya saat ini dia menghubungi Brian untuk menjemputnya karena hari ini dia tidak membawa kendaraannya.
Li yang melihat kejadian itu pun sedikit merasa tidak nyaman dan dia pun segera memasuki mobilnya.
Setelah beberapa waktu akhirnya Hanna pun tiba di tempat yang telah ditentukan, tadinya Brian ingin menunggu Hanna sampai selesai, tapi Hanna melarangnya karena dia takut malah membuatnya tidak nyaman karena tidak enak membuat kakaknya membuang-buang waktu percuma.
"Mba di sini" ucap Sisca pada Hanna