Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Malam ke 3



Ternyata bukan 1 malam mereka menginap di sini dan ini sudah malam ke 3 mereka berada di sini. Entah kenapa Li memintanya untuk tinggal lebih lama di sini, dia beralasan karena mama merindukan Hanna. Kalau sudah alasan orangtuanya Hanna pun tidak bisa menolak. Padahal itu hanya keinginan Li saja agar bisa bersama Hanna.


"Li, besok kita kembali kan?" tanya Hanna pada Li yang sedang berada dibalik laptopnya


"Kenapa?" tanya kembali Li tanpa melihat Hanna.


"Ada yang harus aku selesaikan di kantor besok" jawab Hanna


Sesaat Li menghentikan kegiatannya dan dilihatnya Hanna.


"Hanya 2 jam" pinta Li pada Hanna


"Itu tidak akan cukup, ini harus selesai besok" paksa Hanna pada Li, Hanna berusaha menyelesaikan urusannya dengan Jason secepat mungkin karena sekarang Jason sudah sangat sering mengganggunya dengan alasan pekerjaan.


"Iya atau tidak sama sekali" ancam Li sambil melanjutkan kegiatannya kembali.


Hanna yang mendengar ancaman Li pun sungguh kecewa. Bukankah dia yang membuat salah satu point untuk tidak mengganggu kegiatan masing-masing atau Hanna harus mengingatkan Li tentang point itu tapi kenapa lidah Hanna kelu untuk mengatakannya.


Karena semakin lama berada di kamar semakin membuatnya sesak dia pun keluar dari kamarnya, ternyata Kimi sedang membuat secangkir teh hangat.


"Kamu belum tidur Han?" tanya Kimi


"Belum ma, mama buat apa?" tanya Hanna yang sebelumnya tidak mengetahui apa yang dibuat Kimi.


"Ah, mama tidak bisa tidur karena besok kamu sudah tidak disini lagi, mumpung kamu belum tidur temani mama ngobrol yuk" ajak Kimi pada Hanna.


"Ma, katanya mama mau cerita tentang Li yang dulu" tanya Hanna yang penasaran tentang Li.


"Oh iya, Li itu dulu tidak seperti ini, dulu itu Li anak yang penurut bahkan saat papanya menyuruhnya untuk bekerja di sekolah pun dia lakukan, kamu tahu alasan Li melakukan itu?" ucap Kimi sambil memberikan sebuah pertanyaan pada Hanna


"Waktu itu papanya menjanjikan kalau dia bisa melakukan misinya itu, papa akan mengijinkan Li untuk memulai usahanya sendiri maka dari itu papa mengirim Li untuk menjadi staff biasa di sekolah" ucap Kimi kembali dan Hanna pun hanya menjadi pendengar setia.


Berarti sewaktu dulu itu, Li bukanlah seorang guru melainkan anak dari seorang pemilik sekolah di sekolahnya. Kenapa Hanna tidak menyadari itu pantas saja dia selalu santai dan kerjaannya hanya berkeliling


"Tapi apa hubungannya misi seperti itu dengan pekerjaan Li yang sekarang ma?" tanya Hanna penasaran


"Kalau dari segi pekerjaan memang tidak ada tapi memulai sesuatu dari nol itu lebih ternilai rasanya daripada harus langsung berada dipuncak karena kalau kita mulai dari bawah apabila kita merasakan jatuh maka kita akan bisa bangkit kembali tapi kalau kita memulai langsung dari puncak tanpa ada pengalaman saat kita jatuh itu akan terasa sulit, itu yang selalu papa tekankan pada anak-anaknya" ucap Kimi


Anak-anaknya?


Sudah hampir tengah malam mereka berbincang dengan serius dan tiba-tiba saja Li memecah perbincangan mereka.


"Apa tidak bisa besok pagi saja dilanjutkan obrolannya?" tanya Li pada mereka.


Dia mengkhawatirkan Hanna karena sejak tadi dia keluar, dia belum kembali ke kamarnya.


"Tuh lihat bodyguardmu tidak boleh membuat orang senang, besok kita sambung lagi ya" sindir Kimi pada Li, Hanna pun hanya tersenyum melihat kelakuan sang ibu mertua.