
Akhirnya setelah permintaan Hanna beberapa waktu lalu, Brian pun mencoba untuk melepas Hanna. Saat ini Hanna sedang melanjutkan pendidikannya di kota Malang, masih dengan bidangnya untuk menjadi seorang arsitek.
Hanna yang yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Sekarang dia menjadi lebih pendiam baik dengan sesama perempuan apalagi laki-laki, entah apa yang membuatnya seperti itu.
Sedangkan di tempat lain.
"Silvy" panggil Li
"Hei, kemana saja kamu baru kelihatan?" tanya Silvy pada Li
"Dimana Hanna?" balik tanya Li padanya
Silvy pun sedikit bingung dengan pertanyaan Li, karena dia juga tidak tahu sekarang keberadaan Hanna.
"Aku tidak tahu sekarang Hanna dimana" jawab Silvy dengan tatapan sendunya.
"Dia tidak masuk kuliah?" tanya Li kembali
"Kamu tidak tahu tentang Hanna?" tanya Silvy kembali dan Li pun mengendikkan bahunya.
"Memangnya apa yang terjadi pada Hanna, tadi aku datang ke rumahnya katanya mereka sudah pindah, tapi mereka tidak memberitahukan aku kemana mereka pergi" ucap Brian
Tadi sebelum Li berangkat ke kampus, dia lebih dulu mengunjungi rumah Hanna tapi saat sampai di sana keadaan rumah sepi dan hanya terlihat seorang satpam baru yang menjaganya dan mengatakan kalau mereka sudah pindah.
"Sudah hampir 3 bulan orangtua Hanna meninggal dan sejak saat itu juga Hanna seperti menghilang" ucap Silvy
Li yang mendengar kata-kata Hanna pun tertegun begitu saja, berapa banyak kejadian yang sudah dia lewatkan. Li berpikir mungkin disaat itu Hanna membutuhkannya tapi apa yang dia lakukan, dia menghilang kembali. Li sangat frustasi saat ini, kemana dia harus mencari Hanna, bahkan orang-orang terdekatnya pun tidak mengetahuinya. Ingin rasanya dia menemui Dika maupun Hans, tapi dia tidak mempunyai kontak mereka. Sebenarnya bukan hal yang sulit bagi Li untuk mengetahui keberadaan mereka tapi Li hanya tidak ingin mengganggu mereka dan lebih memilih untuk mencari sendiri.
"Mau magang dimana?" tanya Brian pada Hanna
Saat ini Hanna memang sudah memasuki masa magangnya karena dia baru beberapa tahun di sini dia pun belum terlalu mengetahui tempat mana saja yang cocok untuknya
"Aku belum tahu?" jawab Hanna
"Mau magang di tempat paman Mirza?" tanya Brian dan Hanna pun menatap sang kakak berharap ucapan kakaknya itu benar, itu merupakan sebuah izin secara tidak langsung yang diberikan olehnya.
Sebenarnya Hanna ingin magang di tempat pamannya itu tetapi karena jaraknya yang lumayan jauh dari rumah, sudah pasti Hanna harus berpisah dengan sang kakak.
"Boleh?" tanya Hanna memastikan pada Brian.
"Boleh, kamu lupa rencana kita awalnya, kalau kamu sudah merasa nyaman di sini kita akan mencari tempat sendiri, lagi pula kita sudah terlalu lama di rumah paman" jawab Brian, Hanna pun segera memeluk kakak kesayangannya ini.
"Tapi bagaimana dengan rumah sakit kakak?" tanya Hanna kembali.
"Malah kakak mau cari tempat yg dekat dari rumah sakit dan kampusmu biar kita tidak terlalu membuang-buang waktu" jawab Brian kembali.
Setelah melalui perbincangan itu pun, mereka mulai membahas lokasi tempat yang akan mereka tempati. Tidak sedikit selisih paham antara keduanya tapi berujung dengan Brian yang selalu mengalah.
Hingga mereka menemukan sebuah lokasi strategis untuk mereka tempati dan sangat menghemat waktu mereka.
Ditempat lain
"Akhirnya aku menemukanmu Hanna" ucap Li