
Sesampainya di kamar, mereka pun menjadi canggung.
"Tidurlah dulu, aku akan menyusul" ucap Li pada Hanna.
Hanna menurutinya dan segera dia keluar dari kamarnya.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Li yang heran Hanna mengikutinya.
"Aku ingin mandi terus ganti baju, masa aku tidur pakai baju ini sih" jawab Hanna yang kesal karena Li selalu saja melarangnya.
Li yang mendengar penjelasan Hanna pun hanya tersenyum malu mengingat ulahnya.
Setelah perdebatan itu akhirnya Hanna membersihkan tubuhnya di kamarnya karena memang perlengkapan Hanna masih berada di sana semua dan setelah itu dia pun kembali ke dalam kamar Li dengan membawa barang-barang pentingnya.
Li yang melihat itu pun tersenyum penuh kemenangan. Tak lama ponsel Hanna berdering.
"Halo ma" saut Hanna
"Kalian pulang tidak kasih tahu mama sih '"ucap Kimi
"Iya tadi Li yang maksa pulang tiba-tiba" ucap kembali Hanna
Akhirnya mereka pun berbincang ringan tanpa memperdulikan Li yang sedang memperhatikannya. Li yang melihat itu pun sangat bahagia melihat orangtua dan istrinya itu akur. Setelah beberapa lama mereka berbincang Li tersadar sudah tidak ada suara lagi dan di lihatnya Hanna ternyata sudah tertidur dengan lelapnya, mungkin karena seharian ini dia terlalu lelah menemani Li.
Saat Li sedang memandangi Hanna tiba-tiba dia merasakan lagi sakit di kepalanya, kali ini benar-benar menyiksa dan dia pun menjauh dari Hanna karena takut membangunkannya.
Sesampainya di meja kerjanya dia mencari sebotol obat yang belakangan ini dia konsumsi saat sakitnya kembali. Setelah dia meminumnya dia pun langsung membaringkan tubuhnya di samping Hanna dan kemudian terlelap.
Pagi pun tiba
Seperti biasa Hanna membuatkan sarapan untuk mereka, saat Hanna sedang memasak tiba-tiba saat dia merasakan sebuah tangan sedang memeluknya dari belakang. Saat Hanna ingin berontak suara itu menghentikan tindakannya.
"Aku sangat meridukanmu" ucap Li tiba-tiba dengan suara beratnya.
Hanna pun membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Li.
"Hahahahaa, kamu masih bermimpi?" ledek Hanna pada Li karena saat ini Li masih mengenakan pakaian tidurnya, tidak seperti biasanya dia ke dapur masih menggunakan itu.
"Hanna, benarkah selama ini kamu Hanna yang aku cari?" tanya Li dengan serius.
Hanna sangat terkejut, apa ingatan Li sudah kembali?
Ingin rasanya dia tersenyum bahagia tapi dia takut ini hanya mimpi.
"Li, kamu baik-baik saja?" tanya Hanna dengan khawatir.
"Tolong jawab aku!" pinta Li dengan serius.
"Aku masih Hanna yang menjadi temanmu sewaktu masa kuliah dulu" ucap Hanna ragu karena dia takut perkataannya ini akan menjadi bumerang untuknya.
"Maaf karena aku telah meninggalkanmu sebenarnya waktu itu" ucap Li sambil memeluk Hanna tapi sebelum Li menjelaskan lebih lanjut Hanna langsung membekap mulut Li.
"Aku sudah tahu semua ceritanya dari mama kemarin" ucap Hanna dengan airmata bahagia yang mengiringinya.
"Terima kasih karena kamu masih bersabar denganku, terima kasih kamu sudah mau menerimaku, maaf karena aku telah menyakitimu saat pertemuan baru kita" ucap Li panjang lebar.
Mereka pun saling bertukar cerita tentang keadaan mereka selama ini, tak henti-hentinya Hanna mengulas senyum bahagia diwajahnya. Tuhan mendengar semua doa-doanya, Tuhan masih mempertemukan mereka walaupun bukan dengan awal yang baik tapi Tuhan menyatukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.
"Hanna" ucap Li
Hanna pun kembali menatap wajah Li.
"Dear, My Hanna" ucap Li sambil memeluk Hanna kembali.
- The End -