
Tak terasa waktu semakin berlalu, hari ini adalah hari kedatangan keluarga Li ke rumah Hana. Di sana sudah ada Mirza dan Reza yang sudah mempersiapkan acaranya. Mirza sangat tidak menduga kalau Li lah yang akan menjadi calon suami keponakannya padahal tidak pernah terbesit sekalipun membayangkan Li menjadi keluarganya.
Menurut informasi yang mereka terima saat ini keluarga Li sudah memasuki pekarangan rumah Hanna. Brian dan Mirza sudah menunggunya di depan pintu masuk sedangkan Hanna sedang di dalam kamarnya bersama Reza dan Risa, Hanna sengaja mengundang Risa di acara ini, awalnya Risa sangat terkejut tapi dia juga sangat bahagia kalau adiknya ini sudah menemukan tambatan hatinya. Kenapa hanya ada mereka disini karena mereka ingin suasana kekeluargaan saja. Lagi pula tidak ada lagi keluarga yang mereka miliki hanya Mirza yang ada disini sedangkan Omnya sedang bertugas di luar kota terpencil memboyong keluarganya.
"Silahkan masuk ke dalam rumah sederhana kami" rendah Brian pada keluarga Li.
"Sederhana tapi penuh cinta" ucap Richard menimpali ucapan Brian.
Mereka pun melanjutkan pertemuan keluarga ini di dalam rumah. Saat mereka masuk bertepatan dengan Hanna yang baru saja keluar dari kamarnya, semua mata terkesima melihat penampilan Hanna yang memukau dengan kesederhanaan dia sebagai ciri khasnya.
Acara pun berlangsung lancar, terlihat linangan airmata menggenang di mata Brian, itu adalah airmata kebahagiaan untuknya.
"Setelah menikah saya akan membawa Hanna ke tempat saya di luar kota, saya sudah bicarakan sebelumnya dengan Hanna dan dia menyetujuinya" ucap Li pada Brian saat mereka sedang berdua.
"Secepat itukah kamu ingin membawanya?" tanya Li dengan perasaan sedihnya.
"Percayakanlah Hanna pada saya" ucap Li meyakinkan Brian.
Brian pun sudah tidak ada perkataan lain, nanti Li adalah suami dari adiknya apapun yang akan mereka lakukan Brian tidak berhak lagi melarangnya.
Sedangkan di tempat lain.
"Jadi ini waktu yang kamu maksud Han?" tanya Risa pada Hanna.
"Ya ga juga kali" balas Risa
"Mba ada yang ingin Hanna bicarakan perihal kak Brian" ucap Hanna ragu
"Kenapa memangnya Brian?" tanya Risa yang terkejut dengan kata-kata Hanna.
"Kak, sebentar lagi aku akan menikah dan rencananya aku akan pindah ke luar kota, aku khawatir meninggalkan kak Brian sendiri di sini" ucap Hanna, dia berharap Risa memberikan pendapat yang dapat menenangkan hatinya.
"Ya ampun Han, Brian itu sudah besar, makan udah ga disuapin, mandi udah ga dimandiin, udah bisa cari duit sendiri malah, ngapain juga kamu khawatir" ucap Risa menenangkan Hanna.
Ya ampun Risa, bukan itu yang Hanna harapkan.
"Ih si mba ini, maksud Hanna itu bisa ga mba bantu Hanna buat jagain kak Brian" ucap Hanna kesal pada Risa, karena mbanya yang satu ini sangat tidak peka.
"Iya-iya, ga usah sewot gitu dong toh mba juga kan sering juga ke sini, mba janji sesibuk apapun mba, mba akan sering-sering tengokin kakakmu yang satu itu" ucap Risa yang gemas dengan Hanna.
Syukurlah masalah ini sudah selesai, Risa pun sudah bersedia menerima permintaannya. Sekarang tinggal Hanna yang harus siap menjalani kehidupannya kelak bersama Li.
Li pun menemui Hanna dan memberikan sebuah kartu undangan mereka.
"Kamu ingin pesta?" tanya Hanna yamg melihat kartu undangan itu.