
Keheningan malam ini sedikit terusik dengan suara gaduh yang ada diluar sana.
"Tidak ada sopan santunkah kamu bertamu ke rumah orang malam-malam seperti ini?" sarkas Brian pada Li
Saat ini Brian memang lebih memilih untuk membuka pintu itu karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Maaf Brian, apa Hanna sudah sampai di rumah?" tanya kembali Li dengan wajah paniknya.
"Aku sudah di rumah sedari tadi, untuk apa kamu datang ke sini malam-malam?" tanya Hanna yang tiba-tiba saja menghampiri mereka.
Suara gaduh itu mengganggu Hanna yang sedang merapikan dirinya sehabis mandi. Mungkin dengan mandi malam bisa sedikit mendinginkan perasaannya.
"Maaf aku tidak menepati janjiku, apa kamu baik-baik saja?" tanya Li yang sedang menatap Hanna dengan raut wajah paniknya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" kali ini Brian yang bertanya.
Saat ini Brian hanya mengamati kedua orang ini, karena ada sesuatu yang ganjil melihat kedatangan Li yang malam-malam seperti ini.
"Ini" unjuk Li sambil menyerahkan sebuah ponsel yang sudah tidak asing dilihatnya. Itu adalah ponsel Hanna
"Ini kan ponselmu Han, kenapa bisa tertinggal bersama Li?" tanya Brian kali ini pada Hanna.
Karena ponsel ini lah yang membuat Li panik, dia takut terjadi sesuatu dengan Hanna apalagi dia baru saja berurusan dengan sang Ayah yang bisa saja menghalalkan segala cara untuk membuat Li kembali padanya.
"Sepertinya terjatuh saat aku menunggu taksi tadi" jawabnya bingung.
"Maaf tadi ada sedikit urusan penting yang harus aku selesaikan bahkan tidak sempat untuk menghubungi Hanna kalau aku akan terlambat menjemputnya dan sewaktu aku melihat area sekitar sana aku menemukan ponselnya, maaf kalau kedatanganku menggangu kalian" sesal Li
Saat ini yang Li khawatirkan hanya Hanna walaupun saat tadi bertemu dengan Ayahnya, dia mengancam perusahaan yang sedang dirintisnya tapi dia tidak memperdulikan itu, karena usaha itu bisa saja dimulainya kembali tapi kalau sesuatu terjadi dengan Hanna dia akan merasa sangat bersalah.
"Sudahlah aku tidak apa-apa, ini sudah malam kamu kembalilah" pinta Hanna pada Li, sebenarnya Li sangat berat melihat Hanna seperti ini tapi dari pada membuat Hanna bertambah membencinya maka dia pun menuruti permintaannya.
Akhirnya Li pun memutuskan untuk kembali tetapi dengan berat hati dia pun harus segera pergi dari rumah itu.
"Han, tunggu" panggil Brian dan Hanna pun berhenti mendengar panggilan Brian.
"Kamu sedang bertengkar dengan Li?" tanya Brian.
"Tidak, aku cuma kecewa saja" jawab Hanna singkat.
Memang Hanna hanya kecewa dengan Li, tapi setelah tahu alasan Li sebenarnya hati Hanna sudah luluh apalagi setelah melihat kedatangan Li malam-malam seperti ini hanya untuk melihat keadaannya.
"Sudahlah, lagi pula Li sudah menjelaskan alasannya kan, jadi tidak usah diperpanjang lagi" bujuk Brian.
"Lagi pula siapa yang marah, aku kan hanya menyuruhnya pulang karena ini sudah larut malam, kasihan juga nanti dia kelelahan apalagi dia yang bawa mobilnya sendiri" ucap Hanna sambil berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Sebenarnya Hanna khawatir dengan kondisi Li akhir-akhir ini, dari waktunya yang sudah jarang bertemu sampai-sampai saat bertemu melihat penampilannya yang kacau seperti itu ditambah juga dia sering sekali tidak terlihat mengikuti kegiatan kampusnya.