Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Proyek 1



Setelah pertemuan beberapa waktu lalu Hanna pikir akan selesai begitu saja tetapi tidak, tiba-tiba saja sang paman memberinya tugas khusus untuk menemani Li selama berada di Indonesia.


"Paman, tidak bisakah orang lain saja atau tunggu mas Irfan masuk" pinta Hanna pada Mirza


Mirza pun sebenarnya tidak tega dengan keponakannya itu, dia paham pekerjaannya juga padat tapi masih harus ditambah perkerjaan darinya.


"Hanna, hanya beberapa hari saja ya, paman akan selesaikan semua urusan paman secepatnya lagipula paman sudah bilang dengan Mr Li, dia tidak keberatan" jawab Mirza


Huhhh, mau bagaimana lagi.


Ini adalah hari pertama Hanna menemani li untuk mengunjungi proyek mereka yang berada masih di dalam kota. Sebenarnya Hanna sangat keberatan untuk ikut langsung ke lapangan, padahal selama ini walaupun dia seorang arsitektur, dia jarang sekali terjun langsung karena dia sudah mempunyai beberapa tim kepercayaannya untuk dilapangan.


"Silahkan Mr" sapa Hanna pada Li saat mereka tiba di lokasi.


Walaupun masih pagi cuaca hari ini sudah sangat terik dan itu sedikit membuat Hanna pusing. Semua perlengkapan APD sudah lengkap mereka gunakan dan merekapun beranjak untuk mendekat ke lokasi tapi belum jauh mereka berjalan kondisi Hanna sedikit lemah.


"Hai kamu tidak bisa hati-hati" ucap Li sinis padanya karena dia hampir menabrak tubuh Li.


"Maaf Mr saya mohon ijin untuk berteduh sebentar" ijin Hanna padanya


"Apa? apa aku tidak salah dengar kita saja belum jauh dari mobil itu sekarang kamu sudah mau istirahat, sebenarnya apa yang dipikirkan pak mirza itu sampai dia mengirimmu" cela Li, karena kondisi Hanna sudah sangat lemah diapun malas untuk meladeni celotehan orang yang satu ini.


Sebagian orang di sana pun melihat kejadian saat ini, mereka pun sangat tidak tega melihat kondisi Hanna saat ini ditambah wajahnya yang semakin pucat.


Memang benar saat ini wajah Hanna sangat pucat bahkan seperti tak terlihat aliran darah ditubuhnya Tanpa membuang waktu pun akhirnya Li dan asisten Hanna pergi menuju lokasi berikutnya


"Ini bu diminum dulu, lebih baik kembali saja ke mobil ya?" pinta Surya padanya, Surya adalah orang lapangan di sini tapi cukup mengenal Hanna walaupun tidak terlalu dekat.


Daripada Hanna semakin membuat orang khawatir, akhirnya dia memutuskan untuk tinggal di dalam mobil.


' Kenapa kamu sangat berubah Li, dimana Li yang dulu bahkan saat ini kamu sangat seperti orang lain, aku merindukan Li yang dulu ' batin Hanna


Tanpa sadar airmata pun menetes dari sudut mata Hanna yang terpejam.


Sudah hampir 3 jam mereka berkeliling area ini, untung saja Hanna tidak mengikuti mereka, kalau sampai mengikutinya sudah bisa dipastikan dia akan pingsan di tengah jalan.


"Wah enak sekali ya disaat yang lain sedang bekerja keras kau enak-enakkan tidur di sini" ucap Li sinis pada Hanna.


Hanna yang mendengar perkataan Li pun emosinya terpancing


"Maaf Mr, bisakah kamu menjaga tutur katamu, bila kamu tidak menyukaiku kenapa kamu menerimaku untuk menemanimu" balas Hanna padanya


Li yang mendengar ucapan Hanna pun meradang.


"Apa disini tidak ada mobil lain" tanyanya pada orang disekitarnya.