
Hampir 1 jam lamanya Li menunggu Hanna di halaman parkir tapi yang ditunggu tak kunjung datang hingga dia pun berinisiatif untuk memjemput Hanna di dalam. Saat Li memasuki ruangan itu ternyata dia melihat Hanna sedang tertawa bersama dengan Jason. Hanna menyadari akan kedatangan Li diapun segera bangun untuk menyambut Li, Jason yang menyadarinya juga segera menyapa Li.
"Hai Li" ucap Jason yang sudah nampak akrab dengan Li tapi tidak bagi Li, Jason merupakan orang asing untuknya.
"Mama menunggumu di rumah" ucap Li pada Hanna dan mengabaikan Jason, Hanna pun cukup terkejut janjinya kan hari sabtu nanti kenapa sekarang sudah harus ke sana.
"Sekarang?" tanya Hanna tidak percaya pada Li
"Cepatlah" pinta Li, dia tidak peduli dengan urusan Hanna yang penting sekarang bagaimana caranya membawa Hanna pulang dan menjauh dari pria itu.
"Maaf Jason, sepertinya aku harus pergi sekarang, lain waktu kita bahas lagi ya, kalau ada perlu lagi hubungi aku saja lewat Sisca" pintanya pada Jason, Hanna tau kalau Jason menghubunginya langsung ceritanya akan berbeda oleh karena itu dia meminta Jason untuk menghubungi Sisca saja.
Li yang mendengar itu pun tersenyum penuh kemenangan tapi tetap tanpa sepengetahuan yang lainnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanannya tapi anehnya ini bukan ke rumah mertuanya melainkan arah pulang ke rumahnya.
"Loh bukannya kita mau ke rumah mama?" tanya Hanna
Tapi Li tidak menanggapi pertanyaan dia hanya sibuk mengendarai mobilnya. Hanna pun sebenarnya sangat kesal dengan Li andai saja dia tadi menyelesaikan permasalahannya dengan Jason mungkin dia tidak akan berhubungan lagi dengannya tapi karena masalah itu belum selesai pasti Hanna akan terus berurusan dengan Jason.
Sepanjang perjalanan Hanna hanya memandang arah luar jendela mobil itu tanpa memperhatikan Li dia sudah sangat lelah hari ini dan tidak ingin menambah masalah baru untuknya.
"Hanna, makanlah dulu" panggil Li
Hanna pun keluar, dia pikir karena Li ingin makan jadi dia berencana membuatkan nasi goreng untuknya tapi saat dia keluar malah dia mendapati sudah ada 2 porsi makanan dan Li yang sedang menunggunya di ruang makan.
"Cepatlah dimakan" ucap Li
Hampir 1 bulan mereka menikah, ini baru pertama kalinya mereka makan bersama walaupun hanya menu sederhana. Entah apa yang dirasakan Hanna saat ini yang jelas dia bahagia.
Biarlah dia merasakan kebahagiaan hidup berumah tangga walau hanya sebentar. Mereka pun menikmati makanan itu dalam diam dan Li pun selesai lebih dulu, melihat porsi Hanna yang masih banyak Li pun memutuskan untuk menemaninya menghabiskan makanan itu sambil memainkan ponselnya. Tapi beberapa waktu Li menunggu Hanna malah tidak menghabiskan makanannya.
"Kenapa tidak kamu habiskan?" tanya Li tanpa membuang perhatiannya pada ponselnya.
"Porsi ini terlalu banyak untukku" ucap Hanna yang sudah menyerah.
Makan Hanna memang tidak banyak ditambah dia memiliki masalah lambung yang membuatnya tidak terlalu banyak makan.
"Besok-besok jangan terlalu lama di kantor sampai tidak ingat makan, istirahatlah sekarang" pinta Li sambil berlalu menuju ruang kerjanya.
' Perhatian apa ini Li? andai perhatianmu ini nyata aku akan sangat bahagia' batin Hanna