
Suasana kembali hening, pertanyaan Kimi membuat semua terdiam.
"Maksud mama?" tanya Hanna yang bingung dengan pertanyaan Kimi.
"Coba ceritakan dengan jelas bagaimana kamu kenal dengan Li?"
Hanna pun menceritakan semuanya dari awal dari mulai dia mengira Li seorang penguntit sampai dengan pertemuannya kembali di kampus hingga dia menjalani hubungan yang tidak pasti itu dan terakhir pertemuannya setelah perubahan Li ini. Mereka pun sangat antusias dengan cerita Hanna, berarti selama ini pemikirannya benar kalau Hanna lah yang selama ini mereka cari tapi kenapa semua itu tertutup begitu saja.
Tapi satu fakta lagi yang Hanna tahu dari cerita Kimi bahwa kampusnya itu adalah salah satu kepemilikan Li yang selama ini dikelola oleh prof Agus. Tetapi tidak ada yang mengetahui semua itu karena selama ini Li hanya berperan sebagai salah satu mahasiswa di sana. Itulah tujuannya agar dia bisa mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan salah satu yayasannya itu
"Syukurlah, ternyata memang kamu yang selama ini kami cari, tapi" ucap Kimi dan dia pun terdiam sesaat.
"Tapi apa ma?" tanya Hanna kembali
"Bolehkah mama punya permintaan padamu?" tanya Kimi ragu
"Silahkan" jawab Hanna
"Kamu dengar tadi cerita mama perihal lupa ingatannya Li? mama tidak bermaksud untuk mencegahmu memberitahukan semua ini pada Li tapi mama mohon biarlah Li sendiri yang mengetahui tentang siapa kamu, lagipula yang mama lihat sekarang seprertinya Li sudah menerimamu" pinta Kimi pada Hanna.
Padahal Hanna sudah tidak sabar untuk bertanya pada Li tapi mendengar ucapan Kimi ada benarnya juga daripada membuat Li kembali seperti dulu lebih baik dia yang mengalah.
"Baiklah ma, mama jangan khawatir, aku akan tetap seperti sekarang" ucap Hanna yakin.
Mereka pun akhirnya menyudahi percakapan itu dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing Richard sudah kembali ke kantornya. Hanna dengan setia menunggui Li yang sedang tertidur pulas di atas bangkarnya.
"Andai waktu itu aku tidak pergi begitu saja, mungkin kamu tidak akan seperti ini" ucap Hanna sambil menggenggam tangan Li dan tak lama Kimi pun masuk
"Terima kasih ma" balas Hanna
Hanna pun menikmati makanannya itu walaupun sebenarnya dia tidak merasa lapar karena mengkhawatirkan kondisi Li tapi daripada dia yang kembali sakit akhirnya diapun mengalah.
Saat Hanna sedang membersihkan sisa makanannya ternyata Li sudah terbangun dan memperhatikan Hanna. Dia sangat mengagumi sosok Hanna sekarang. Ternyata saat Hanna menoleh ke arah Li dia langsung terkejut.
"Kamu sudah bangun?" tanya Hanna pada Li
"Bisa kamu panggilkan dokter yang tadi?" pinta Li pada Hanna
Karena Hanna berpikir sesuatu yang tidak baik dia pun segera memanggilkannya
Saat dokter itu tiba.
"Tolong kamu keluar sebentar!" pinta Li pada Hanna dan dia pun menurutinya.
Saat hanya ada dokter, perawat dan Li akhirnya Li memulai pembicaraan itu.
"Obat apa yang kalian berikan tadi?" tanya Li pada dokter itu dengan wajah garangnya. Dokter yang ditanya sedikit takut melihat perubahan wajah Li yang sangat tidak bersahabat itu.
"Sa..yaa..hanya memberi anda obat tidur" jawab dokter itu dengan tergugup.
Pantas saja setelah Li mengkonsumsi obat itu dia langsung terlelap dan dia sangat kesal, dia kehilangan kesempatan untuk mendengarkan cerita Hanna dan ibunya.