Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Teman Lama



Setelah Hanna menyelesaikan pekerjaan rumahnya diapun bersiap untuk segera ke kantornya tapi kenapa jam segini Li belum berangkat ke kantor.


"Masih lamakah kamu?" tanya Li pada Hanna.


Saat ini dia sedang menunggunya di ruang tamu hampir 1 jam lamanya.


"Kenapa kamu belum berangkat?" tanya Hanna kembali.


"Cepatlah, walaupun kamu bosnya tapi jangan semau kamu berangkat seenaknya" sindir Li


"Kamu belum berangkat karena menunggu aku?" tanya Hanna kembali yang terkejut dengan sikap Li.


Li pun segera keluar dari apartemennya diikuti oleh Hanna, Hanna merasa sangat bahagia saat ini walaupun ini tindakan sederhana tapi dia sangat menyukainya. Dia pun terlihat sumringah sepanjang perjalanan menuju basement, Li yang memperhatikan Hanna diam-diam pun ikut tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


Mereka pun mulai melajukan kendaraannya, mungkin karena waktu yang sudah mulai siang jalanan pun sedikit macet, terdengar beberapa kali deringan ponsel dari Li yang Hanna ketahui bahwa asistennya lah yang menghubunginya. Karena ini sudah kesekian kalinya akhirnya Li pun mengangkat panggilan itu.


"Cepat katakan" saut Li


"Maaf pak, jam berapa Bapak sampai? Pak Bowo sudah menunggu dari tadi" jawab Farhan


"Tolong kamu undur waktu 1 jam, saya akan tiba secepatnya" ucap Li dan dia pun segera memutuskan panggilannya


"Aku turun di sini saja" pinta Hanna pada Li karena dia merasa bersalah, Hanna merasa karena dialah Li jadi terlambat.


Li tidak mengatakan apapun, dia tetap melajukan kendaraannya sampai dengan tiba di halaman kantor Hanna. Tetapi ada seorang pria yang pernah di lihatnya dan orang itu melihat Hanna di dalam mobilnya dan segera melambaikan tangannya. Sebelum Hanna turun Li pun sedikit berkata.


"Alasan ini kamu minta turun di jalan tadi" sindir Li pada Hanna dengan raut wajah kecewanya.


Hanna yang melihat itu merasa sangat tidak enak dengan Li, dia pun tidak tahu kalau saat ini Jason sedang menunggunya. Hanna segera keluar dari mobil dan Li pun segera melajukan mobilnya.


"Pengantin baru susah banget ditemuinya" ledek Jason pada Hanna.


"Kamunya saja yang sulit ditemui, aku datang ke sini hampir setiap hari" ucap Jason


Setiap hari?


Saat Hanna memasuki kantornya terdengar suara riuh menggema memberikan selamat pada Hanna. Hanna merasa terharu kedatangannya disambut seperti ini.


"Eh ada pak Jason juga" sapa Sisca pada Jason.


"Sis, kamu temani Jason dulu, aku mau lihat ke atas sebentar" pinta Hanna pada Sisca.


Hubungan Hanna dan Jason memanglah sekedar hubungan pertemanan, itu yang diminta Hanna saat dia menolak Jason dan Jason pun tidak mau kehilangan teman seperti Hanna.


Setelah Hanna menyelesaikan pekerjaannya dia pun segera menemui Jason.


"Jadi apa yang harus ku bantu Jas? tanya Hanna


"Oh ini Han, aku sedang merenovasi sebuah sekolah aku hanya ingin meminta saranmu soalnya sekolah ini agak unik" jawab Jason sambil menyerahkan beberapa foto sekolah itu.


Hanna memperhatikan setiap foto yang diberikan Jason.


"Kapan rencananya akan direnovasi?" tanya Hanna


"Dalam waktu dekat karena letaknya yang sedikit jauh, aku ingin sekolah ini menjadi salah satu sekolah favorit Han tapi aku bingung dengan cara apa dan aku teringat kamu deh" jawab Jason.


Rencananya Hanna akan kembali cepat tapi karena urusan dengan Jason belum selesai diapun akan terlambat kembali ke rumah.


Ternyata di luar sana sudah ada Li yang sangat panas melihat kedekatan Hanna dengan Jason.