Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Dinner



Malam ini mereka pun memilih makan malam diluar bersama keluarga mereka.


"Sayang, gimana kabarmu?" tanya Kimi pada Hanna yang baru saja tiba.


"Aku baik-baik saja ma, mama dan papa bagaimana juga kabarnya?" tanya balik Hanna.


"Kami semua baik" jawab Richard


Mereka pun memulai perbincangan sambil menunggu makanan tiba.


"Li hari minggu besok ajak Hanna ke rumah atau ga kalian menginap lah satu malam di rumah" pinta Kimi pada Li agar mengijinkan Hanna menginap di rumahnya.


"Tanya Hanna saja ma, dia mau atau ga" jawab Li


Tak lama makanan pun datang dan mereka segera menyantapnya. Berbagai hidangan tersaji dan semua terasa nikmat.


"Hanna makanlah yang banyak tubuhmu harus banyak tenaga supaya cepat memberikan kami cucu" ucap Kimi pada Hanna.


Hanna pun hanya tersenyum mendengar permintaan sang ibu, bagaimana mau punya anak kalau mereka tidur pun terpisah.


"Ma, jangan rusak makan malam ini!" ucap Li memperingatkan sang ibu agar tidak membahas hal yang diluar kendalinya. Li takut Hanna merasa tidak nyaman dengan pertanyaan sang ibu.


Mereka pun melanjutkan acara makannya dengan tenang tanpa ada perbincangan sampai dengan acara makan mereka pun selesai.


"Hanna mau kan menginap hari sabtu nanti, kalau Li tidak mau ikut tidak apa-apa, kamu saja ya" paksa Kimi pada Hanna.


Hanna merasa tidak enak untuk menolak ajakan sang mertua tapi tadi Li sudah mengijinkannya kalau Hanna mau menginap dia pun tidak mempermasalahkannya tapi kalau menginap mereka akan tidur sekamar. Hanna berharap kalau Li tidak akan ikut menginap bersamanya.


"Baiklah ma" jawab Hanna


Tadi Li sudah mengijinkan tapi kenapa mukanya masam begitu.


"Cuma semalam Li" goda Kimi menggoda Li


"Sudah malam, kami pamit duluan ya" pamit Li pada mereka


"Iya-iya sudah sana pulang, jagain mantu mama jangan sampai lecet" ucap Kimi yang begitu menyayangi Hanna.


Hanna merasa sangat bersyukur memiliki mertua yang sangat menyayanginya, walaupun suaminya entahlah punya perasaan atau tidak terhadapnya. Selama ini Li menepati janjinya bahkan sangat menepati hingga menjaga jarak dengannya.


"Yakin kamu mau menginap?" tanya Li pada Hanna


"Iya" jawab Hanna.


"Mungkin kita perginya agak malam, saya harus menyelesaikan urusan di kantor dulu" ucap Li kali ini


Apa? Li akan ikut, bagaimana ini?


"Baiklah" ucap Hanna


Ingin rasanya Hanna melarang Li untuk ikut tapi kan dia yang lebih punya peran penting di sana tapi entah kenapa mulut Hanna tertutup rapat untuk mengatakan itu. Setelah mereka mengatakan itu suasana pun kembali hening dan tak lama mereka pun sampai di tempat mereka.


"Li, besok aku akan ke kantor" ijin Hanna terlebih dahulu pada Li.


"Silahkan saja, memangnya saya pernah melarang" ucap Li sambil berlalu masuk ke dalam rumahnya.


Hanna sedikit kecewa dengan ucapan Li tapi apa boleh buat suaminya memang seperti ini tapi sampai kapan.


Saat sampai tiba di kamarnya dia segera menghubungi Sisca untuk memberitahukan kedatangannya besok.


"Sis, besok aku akan ke kantor, tolong kamu siapkan apa saja yang perlu aku lakukan ya, soalnya aku tidak akan lama disana" ucap Hanna pada Sisca


"Siap mba, besok Sisca siapkan dokumen-dokumennya dan beberapa jadual yang akan Sisca laporkan ke mba termasuk teman mba yang kemarin" jawab Sisca.


Teman mba?