Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Kota tetangga



Selama beberapa pekan ini kegiatan mereka sangatlah padat dari mulai Brian yang waktunya diisi dengan kegiatan operasi yang full, Hanna yang sering ke luar kota walaupun hanya kota tetangga, begitu juga dengan Li yang sudah beberapa minggu ini tidak terlihat, kalau menurut informasi sang paman, dia sedang kembali ke Jerman mengurus beberapa pekerjaannya yang sebagian akan dia pindahkan di sini.


Saat Hanna sedang berada di kota tetangga.


"Hanna?" tanya Kimi padanya, dia pun sangat terkejut dengan keberadaan Hanna di sini.


"Ibu?" tanya kembali Hanna


"Sedang apa kamu di sini nak? katanya kamu tinggal di Malang?" tanya Kimi memastikan tempat tinggal Hanna.


"Oh saya sedang ada urusan di sini bu" jawab Hanna


"Yah, kesini cepat!" pinta Kimi pada Richard


"Nih calon mantu" ucapnya berbisik kecil pada Richard, Richard pun sangat antusias dengan perkenalannya


"Nih kenalin suami saya" ucap Kimi sambil mengenalkan suaminya pada Hanna.


"Hanna pak" salam Hanna padanya


Mereka pun sedikit bercengkerama dengan Hanna, mereka tampak sangat akrab walaupun baru beberapa kali bertemu.


"Oh iya Han, kamu asli sini?" tanya Kimi


"Ga bu, Hanna asli Jakarta baru di sini hampir 5 tahun" jawab Hanna


Diingat-ingat Kimi. Kalau 5 tahun kenapa semuanya berasa kebetulan.


"Terus kenapa pindah ke sini?" tanyanya lagi


Hanna terdiam dengan pertanyaan Kimi kali ini, dia tidak mau mengulang kesalahannya dengan berusaha melupakan kenangan orangtuanya. Richard yang menyadari perubahan sikap Hanna pun mengalihkan pembicaraan mereka.


"Oh iya kita makan siang bersama ya, sebentar lagi anak saya juga akan datang" ucap Richard dan lagi-lagi Hanna tersentak dengan kata-katanya itu.


Tapi sepertinya alasan Hanna tidak dapat diterima oleh mereka, mereka pun saling berpandangan seperti ada yang sedang mereka rencanakan.


"Tuh dia datang" tunjuk Kimi pada seorang pria yang baru saja masuk ke dalam tempat ini.


Astaga kalau sudah seperti ini bagaimana Hanna bisa melarikan diri, mau tidak mau Hanna pun menyetujui permintaan mereka.


"Li kenalkan ini Hanna" ucap Kimi pada Li sedangkan Li hanya memperhatikan Hanna dengan tatapan lain


Kedua orangtuanya pun paham, apa maksud anaknya ini.


"Aku sudah mengenalnya Mah" ucap Li santai dan langsung duduk diantara mereka.


' Bagaimana dia bisa sesantai ini sih ' batin Hanna


Mereka pun makan bersama dan tiba-tiba saja seseorang menyapa Hanna.


"Hanna?" ucapnya pada Hanna dan Hanna pun menoleh ke asal suara itu dan sungguh terkejut siapa yang di depannya saat ini


"Jason" ucapnya kembali, ternyata pertemuan mereka ini membuat Li menjadi tidak nyaman, saat Jason menoleh ke arah Li dia pun terkejut dengan siapa sekarang Hanna bersama, tapi Li pun tidak terlalu tertarik dengan keberadaan Li karena memang dia tidak mengenalnya


Saat Jason ingin mengucap nama Li, Hanna langsung menariknya menjauhi meja itu.


"Kenapa sih Han?" tanya Jason yang sedikit terkejut dengan perbuatan Hanna.


"Ga apa-apa kita ngobrol ditempat lain aja ya, kamu tunggu di sini, aku pamitan dulu dengan mereka" ucap Hanna yang sedikit panik berharap mereka tidak memperhatikannya saat ini.


Dia pun masuk kembali ke dalam dan tibalah di tempat yang tadi dia tempati.


"Bu, Pak saya pamit duluan ya, ada urusan" setelah Hanna mengatakan itu, dia langsung pergi tapi saat dia ingin melangkahkan kakinya.


"Siapa yang mengijinkanmu pergi?" ucap Li padanya.