
Setelah melakukan perjalanan panjang mereka pun memutuskan untuk segera beristirahat tetapi Hanna malah ingin pergi ke suatu tempat di sekitar rumah ini.
Sebuah taman dengan berbagai macam tumbuhan yang terlihat sangat indah dan masih terdengar beberapa kicauan burung yang mengisi suara pagi ini. Ditutupnya kedua mata Hanna sambil meresapi udara saat ini sedangkan Brian hanya menemani dia di salah satu sudut tempat itu.
"Biarkan adikmu seperti itu sebentar, mungkin pikirannya akan lebih tenang, lebih baik istirahatlah dulu Bri" pinta sang paman padanya.
"Tidak apa-apa paman, lagi pula suasananya sangat mendukung disini" ucap Brian
"Syukirlah semoga kalian betah ya. Sudah kamu pikirkan rencana kamu disini?" tanya Mirza
"Sudah paman, untuk sementara kami akan tinggal disini, setelah Hanna sudah nyaman rencananya kami akan mencari tempat tinggal sendiri" jawab Brian.
Mirza pun sebenarnya keberatan dengan kuputusan Brian untuk mencari tempat lain, tapi dia lebih memilih untuk mendukung semua keputusan Brian, karena dia tahu Brian pasti mempunyai alasan lain melakukan itu.
"Baiklah tapi tinggalah disini lebih lama sampai Hanna benar-benar lebih baik, mungkin setelah ini paman dan bude akan kembali, tidak masalah kan?" tanya Mirza
"Iya paman, malah aku yang sangat berterima kasih sudah diizinkan tinggal disini" jawab Brian.
Memang tempat tinggal Mirza lumayan jauh dari tempatnya sekarang maka dari itu Mirza memutuskan untuk kembali lebih awal.
Hari pun sudah beranjak siang, terik matahari pun mulai terasa menyengat tubuh.
"Ayo masuk dulu kita makan siang dulu ya!" pinta Brian pada Hanna.
Hanna pun menoleh ke arah sang kakak, terlihat raut wajahnya sudah berbeda dari saat mereka masih di Jakarta. Sekarang raut wajah Hanna sudah terlihat lebih segar dan dia pun mengikuti permintaan sang kakak.
Sampailah mereka di ruang makan, terlihat beberapa hidangan sudah tersaji di meja, walaupun sederhana tapi menggugah selera. Dimakanlah secara perlahan makanan itu dan syukurlah Hanna menyukai makanan itu, Brian pun sedikit lega melihat perkembangan Hanna.
Brian pun terkejut dengan pertanyaan Hanna dan ini kalimat keduanya setelah tiba di sini.
"Ayo kakak antar" jawab Brian dan mereka pun mulai memasuki kamar Hanna, kamarmya memang tidak lebih luas dari kamar Hanna sebelumnya tapi cukup nyaman juga ditambah dengan suasana yang cukup asri di sini.
Waktu pun terus berlalu dan perkembangan Hanna ternyata jauh lebih baik setelah berada disini walaupun kadang-kadang Brian meninggalkannya hanya berdua dengan mba Sumi.
Dan bukan suatu kebetulan, hari ini Dika dan Hans berkunjung ke kediaman mereka, mereka sungguh takjub melihat suasana di sini.
"Pantas saja kamu selalu melarangku untuk datang ke sini" ucap Hans pada Brian
"Tuh tahu alasannya" jawab Brian acuh sambil membereskan beberapa berkas yang dia bawa pulang dari kantornya.
Mereka pun berencana menghabiskan waktu liburnya di sini. Syukurlah jadi rumah ini tidak terlalu sepi dengan adanya keberadaan mereka. Mereka pun tidak membuang waktu mereka percuma.
"Hanna ajak jalan-jalan dong?" bujuk Hans pada Hanna. Saat ini mereka sedang berkumpul disebuah gazebo pinggir kolam.
"Mau kemana, keliling rumah?" jawab Hanna
Karena sejak Hanna tinggal di sini diapun belum pernah keluar dari rumah bahkan untuk mencari angin segar pun dia enggan, dia selalu beralasan di dalam sini pun sudah cukup untuk mendapatkan itu.
Di sela perbincangan mereka.
"Kak, aku mau meneruskan kuliahku" pinta Hanna memelas kepada Brian.