Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Liburan 1



Kenapa nafas ini terasa sesak bagai terhimpit bebatuan besar. Kejadian itu seperti kilasan buruk bagi Li, entah kenapa melihat Hanna bersama dengan Jason membuat Li menjadi gelisah. Perasaan apa ini, apalagi disaat Hanna hanya melihatnya sekilas dan pergi begitu saja dengan Jason.


Setelah percakapan Hanna dan Jason selesai akhirnya Hanna memutuskan untuk kembali ke halaman kampusnya karena Brian sudah berjanji untuk menjemputnya.


"Brian belum menjemput?" tanya Li tiba-tiba yang menghampiri Hanna.


Hanna sedikit terkejut dengan kedatangan Li, entah kenapa dia merasa sangat canggung saat ini. Li yang melihat tingkah laku Hanna sedikit bingung, pikirannya mulai merambah kemana-mana.


" Apa jangan-jangan Hanna sudah menerima Jason, sampai-sampai dia menjaga jarak denganku " batin Li.


Seketika itu juga tanpa menunggu jawaban dari Hanna. Li pun bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja, Hanna yang melihatnya hanya bisa termenung menatap punggung Li yang semakin menjauh dari pandangannya.


" Apa Li marah padaku karena melihat kelakuan Jason tadi ?" batin Hanna.


Inilah perasaan masing-masing dari kedua orang itu, perasaan galau yang membuat pikirannya bercabang bahkan semakin memperkeruh keadaan saat ini. Tak lama Brian pun tiba dan Hanna pun segera menghampirinya.


"Kenapa dengan wajahmu?" tanya Brian yang bingung melihat raut wajah Hanna yang gelisah.


Ingin rasanya Hanna bercerita dengan kakaknya tapi tidak di sini juga, lebih baik setelah sampai di rumah dan dia pun hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Brian.


Sesampainya di rumah.


"Kak, curhat dong" pinta Hanna


"Wah ada apa ini?" jawab Brian antusias.


Ya, jarang-jarang Hanna meminta permintaan seperti ini. Brian pun bersiap untuk mendengarkan curhat sang adik.


"Aku ingin jalan-jalan" ucapnya yang sedikit berteriak.


Brian pun berpikir memang sudah cukup lama mereka tidak berlibur bersama, apalagi selama ini adiknya dia kurung saja di rumah.


"Mau kemana?" tanyanya


"Benar? kakak ga sibuk?" tanya kembali


Sesibuk-sibuknya Brian, dia akan meluangkan waktunya hanya untuk Hanna seperti saat ini padahal jadualnya sudah terpantau padat sampai dengan akhir bulan tapi apa boleh buat. Dia pun menganggukkan kepalanya tanda membenarkan pertanyaan adiknya itu.


"Kemana saja asal aku bisa liburan" jawab Hanna kembali.


Sebenarnya alasan Hanna berlibur hanya untuk menenangkan pikirannya dari masalah pria itu. Saat ini entah kenapa hanya Li yang ada dipikirannya, untuk Jason dia hanyalah sebuah cerita lain dari pikirannya.


Setelah beberapa waktu mereka lewati dan sejak kejadian itu juga Li tampak sedikit menjauh dari Hanna karena memang Jason pun semakin mendekat padanya. Kenapa harus seperti ini?


Hari-hari pun berlalu dengan cepat dan tibalah hari dimana Hanna dan Brian akan berlibur tetapi tidak hanya mereka berdua tapi dengan beberapa teman Brian termasuk Hans dan Dika. Mereka sangat antusias saat Brian mengajaknya berlibur apalagi untuk menemani princess mereka.


"Hai princess, sudah siap?" tanya Hans padanya.


Hanna pun hanya tersenyum melihat ulah Hans sedangkan Dika dengan stay coolnya, memang dari dulu dia seperti itu tidak banyak tingkah seperti Hans.


"Sudah dong, waktunya kita cus" jawab Hanna.


Mereka pun segera berlalu menuju tempat tujuannya, kali ini dia ingin ke pantai tapi kali ini sedikit jauh dari tempat tinggalnya, saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke Lombok. Tidak henti-hentinya mulut Hans itu berceloteh sedangkan mereka hanya menjadi pendengar setia dan sesekali ikut menanggapi celotehannya.


Dan tidak lama ponsel Brian berdering.