Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Rumah camer



Li tidak membuang waktu begitu saja. Dia bergerak cepat dengan membawa Hanna menemui kedua orangtuanya.


"Kenapa harus sekarang? aku belum menyiapkan apa-apa" gerutu Hanna pada Li yang tiba-tiba saja mengajaknya untuk bertemu kedua orangtuanya.


"Sudah saya bilang, saya tidak mau bertele-tele, saya ingin semuanya cepat selesai" ucap Li


Andai semua rencana ini murni dari keinginan mereka masing-masing, mungkin ini adalah saat-saat bahagia untuk mereka tapi semua ini hanya rekayasa, hanya demi keuntungan mereka masing-masing.


Setelah pergulatan hati mereka, akhirnya mereka tiba di tempat keluarga Li, terlihat dari depan gerbangnya saja sudah menandakan kalau keluarga ini merupakan orang berpengaruh.


Sebenarnya keluarga Hanna pun sama, hanya saja keluarganya lebih memilih untuk sederhana tidak terlalu berlebihan.


"Ayo turun!" ajak Li yang saat ini sudah membukakan pintu untuk Hanna.


Hanna pun mengikuti langkah kaki Li yang sedang memasuki rumah besar itu. Belum saja mereka tiba di dalam rumah ternyata Kimi sudah menyambutnya di depan pintu yang terbuka lebar.


"Selamat datang calon mantu" sapa Kimi pada Hanna, Hanna pun saat ini merasa terharu dengan perlakuan Kimi padanya, dia pikir akan banyak drama panjang untuk masuk ke dalam keluarga ini, tapi syukurlah kalau mereka semua menerima Hanna dengan tangan terbuka.


"Terima kasih bu" sapa Hanna kembali dengan sungkan.


"Eh, panggil mama mulai sekarang dan ini panggil papa" ucap Kimi sambil menggandeng tangan sang suami. Terlihat raut bahagia diantara mereka tak henti-hentinya senyuman itu pudar dari wajah orangtuanya.


Saat mereka selesai makan, Kimi dan Richard memberikan mereka waktu berdua tapi karena Li ada suatu urusan dengan sang ayah untuk membahas pernikahannya lebih lanjut, Hanna pun memutuskan untuk berkeliling taman yang mengitari rumah itu. Tak terasa airmata Hanna mengalir begitu saja, dia teringat akan orangtuanya andai mereka ada disini mungkin kebahagiaan Hanna bertambah lengkap tapi Tuhan menggantinya dengan sosok yang lain, sosok yang seperti orangtua baru untuk Hanna.


"Kenapa nak?" tanya Kimi tiba-tiba tanpa sepengetahuan Hanna.


"Tidak apa-apa mah" ucap Hanna sambil menyapu airmata yang membasahinya.


"Hei, jangan kamu kira mama sebagai ibu tidak merasakan apa yang kamu rasakan sekarang?" ucap Kimi dan Hanna pun memandang Kimi dengan tatapan sendunya.


"Hanna merindukan orangtua Hanna mah" ucap Hanna yang masih terbata.


"Tenang saja nanti waktu kalian menikah mereka pasti akan hadir" ucap Kimi berusaha menenangkan Hanna tapi Hanna hanya menggelengkan kepalanya. Kimi yang melihatnya pun menjadi bingung dia berpikir apa ada masalah antara orangtua dan anak ini.


"Mommy dan Daddy udah ga da" ucapnya kali ini dengan deraian airmata yang semakin deras, terdengar isakan menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya tak terkecuali Li yang saat ini ingin menghampiri mereka tapi dia urungkan seketika. Sedangkan Kimi memeluk Hanna dengan erat, menyalurkan rasa sayangnya pada Hanna, dia berusaha meyakinkan bahwa ada mereka sekarang yang akan menggantikan peran orangtua Hanna. Mereka yakin Hanna gadis baik-baik.


"Sayang, walaupun mereka sudah tidak di sini, tapi percayalah mereka selalu melihat kamu dari atas sana, kalau kamu bersedih bagaimana dengan mereka nanti, mereka akan semakin berat meninggalkanmu" ucap Kimi kembali dan Hanna pun sedikit tenang bisa menumpahkan segala kegundahannya selama ini.


' Ternyata itu alasanmu nak tidak menjawab pertanyaan kami tentang alasan kalian pindah' batin Kimi.