
Suasan pagi ini sangat mencekam, dia tahu bagaimana watak sang ibu. Dia harus mencari cara bagaimana membuat sang ibu menghentikan aksinya.
"Aaahhh" teriak Li tiba-tiba sambil memegangi kepalanya.
"Li, kamu kenapa?" tanya Hanna panik.
' Maaf Hanna kalau saya membuat mu panik saat ini. ini, saya harus melakukan ini demi kebahagian kita ' ucap Li dalam hati.
Kenapa Li melakukan aksinya itu tidak dengan yang lain karena memang beberapa waktu ini dia sering merasakan sakit kepala ketika bayangan-bayangan itu terlintas, lagi pula kalau sampai dia di bawa ke rumah sakit dia pun mempunyai alasan yang kuat.
"Hanna, kita bawa Li ke rumah sakit saja, mama takut terjadi sesuatu dengan Li" ucap Kimi pada Hanna. Dia sangat mengkhawatirkan anaknya, dia tidak mau kejadian lalu kembali pada anaknya apalagi dia ingat kata-kata dokter padanya waktu itu.
Akhirnya mereka membawa Li ke rumah sakit di bantu dengan supir yang mengantar Kimi ke sini.
Sepanjang perjalanan Li berpura-pura tertidur, Hanna dengan setia menggenggam tangan sang suami, dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Li.
Mereka pun tiba di rumah sakit dan segera membawa Li masuk ke dalam ruang perawatan. Tak henti-hentinya mereka berdoa. Li merasa sangat bersalah membuat dua orang dalam hidupnya sekhawatir itu.
"Maaf, tolong tunggu di luar sebentar" ucap salah satu perawat yang menangani Li.
Li pun dibawa masuk ke dalam ruangan itu dan saat tiba, Li pun terbangun dan menarik tangan dokter itu.
"Saya baik-baik saja, tolong katakan pada mereka untuk membiarkan saya beristirahat saja" tekan Li pada dokter itu.
Dokter itu pun bingung mendengarnya tapi tugas seorang dokter adalah memeriksanya.
Li pun mengijinkan dokter itu untuk memeriksanya karena kondisi Li memang baik-baik saja, dokter itu pun tidak lama-lama memeriksanya.
"Baiklah sepertinya kondisi Bapak memang baik-baik saja tapi saya akan memberikan anda beberapa vitamin sepertinya Bapak kurang istirahat selama beberapa hari ini" ucap Dokter itu dan Li pun mengiyakannya.
Sesuai janjinya dokter itu, mereka pun menyampaikan apa yang dikatakan Li bukan berarti dokter itu membohongi mereka tapi memang keadaan Li harus beristirahat.
"Syukurlah" ucap Kimi dan Hanna mereka pun saling berpelukan.
"Bolehkah kami masuk ke dalam?" tanya Hanna
"Silahkan" jawab doker itu.
Hanna dan Kimi masuk ke dalam ruang perawatan dan terlihat Li sedang tidur.
"Han, kemarin Li baik-baik saja kan?" tanya Kimi pada Hanna
"Mama lihat sendiri kan bahkan beberapa hari ini Li tidak ke kantor tapi mungkin dia hanya kurang istirahat karena semalam dia ada urusan di kantor dan baru pulang tadi pagi, aku pikir dia tidak pulang karena dia semalam hanya menyuruhku untuk tidur" jelas Hanna panjang lebar pada Kimi.
Kimi yang mendengar penjelasan Hanna pun sedikit ragu kalau menurut Kimi rumah tangga mereka seperti rumah tangga yang lainnya tapi yang membuatnya ragu semua isi di ruangan itu. Entahlah apa yang harus Kimi percaya, kalau dia terus mendesak mereka dia takut Li semakin tertekan. Oleh karena itu, Kimi memutuskan untuk tidak bertanya lebih lanjut. Tapi ada satu pertanyaan Kimi yang akan menjawab semua keraguannya.
"Hanna, apa kamu mencintai Li?" tanya Kimi.