Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Pilihan



Sejak kejadian malam itu, Li benar-benar menjauhi Hanna entah apa yang sebenarnya terjadi. Pernah sesekali Hanna menghubungi Li tapi dia tidak menjawab panggilannya, tetapi saat Li menghubungi Hanna dan Hanna telat menjawab panggilannya dia akan langsung datang menemui Hanna.


Sebenarnya apa mau laki-laki itu.


"Hanna" panggil Jason


Saat ini mereka sedang berada dalam sebuah acara di kampusnya, kebetulan Hanna menjadi salah satu panitia di sana.


"Ada apa?" jawab Hanna.


"Han, aku butuh tanda tangan prof Agus, tapi aku sudah berkeliling kampus ini tapi tidak menemukannya" ucap Jason kali ini.


"Aku juga tidak melihatnya sedari tadi" ucap Hanna kembali.


Prof Agus saat ini menjadi salah satu penanggung jawab acara ini, tapi entah kenapa dia tidak terlihat.


"Coba nanti aku akan mencarinya juga tapi sebentar lagi ya" tawar Hanna dan Jason pun mengiyakannya karena dia juga mempunyai tugas lain yang sedang menunggunya.


Setelah yang dimaksud Hanna selesai akhirnya Hanna mulai mencari keberadaan prof Agus dari mulai ruang dosen sampai ke tempat-tempat yang biasa dikunjunginya.


Tapi dia merasa melihat seseorang yang tidak asing yang sedang saling bicara, ingin rasanya dia menghampirinya tapi dia takut mengganggunya. Ditunggunya kedua orang itu hingga selesai bicara, tapi sebelum mereka selesai bicara tiba-tiba saja ada kedatangan orang lain yang mengganggu pembicaraan mereka.


Terdengar sayup-sayup pembicaraan mereka tapi tidak terlalu jelas sampai Hanna melihat prof Agus bersalaman dengan seseorang itu.


"Maaf, permisi Prof" panggil Hanna padanya dan beliau pun menoleh ke arahnya.


"Ya. Hanna?" tanya Prof Agus


"Ini ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani, tadi Jason sudah mencari prof tapi ternyata prof ada di sini" basa basi Hanna dan beliau juga hanya tersenyum mendengar alasan Hanna.


Tanpa banyak pertanyaan beliau pun segera menandatangani dokumen yang diberikan Hanna. Setelah Hanna mendapatkan apa yang diinginkannya, dia pun segera berkumpul dengan yang lainnya.


Di sepanjang perjalanan Hanna, dia masih terlihat memikirkan sesuatu yang mengganjal hatinya, ingin rasanya dia mengabaikannya tapi itu terasa sulit. Selama ini Hanna sudah dangat merasa nyaman dengan Li tetapi kenapa Li sikapnya berubah drastis padanya, apa ada kesalahan yang diperbuatnya?


"Hei, hati-hati!" ucap Jason tiba-tiba sambil memegang bahu Hanna yang hampir saja terjatuh karena tersandung.


"Oh, maaf, ini" ucap Hanna sambil menyerahkan dokumen yang baru saja ditanda tangani prof Agus dan Jason pun menerima dokumen itu.


" Terima kasih, mau aku antar pulang?" tawar Jason, Hanna pun sedikit berpikir karena hari sudah hampir malam tapi dia takut untuk pulang sendiri.


"Aku tidak akan macam-macam Han" ledek Jason yang melihat raut wajah gelisah Hanna, Hanna pun tersenyum mengiyakan ajakan Jason. Akhirnya mereka pun memisahkan diri dan pulang bersama.


Dan di ujung jalan sana terlihat wajah sendu sesorang yang sedang menunggu Hanna sedari tadi tapi entah kenapa dia ragu untuk memberitahu Hanna kalau dia sedang menunggunya.


' Apa aku harus merelakannya ' batin Li