Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Liburan 2



Sebenarnya bahagia itu sederhana, bisa melupakan sedikit masalah yang menggelayuti pikiran itu sudah cukup untuk menghibur dirinya. Saat ini terlihat rona bahagia di wajah sang adik, sudah lama dia tidak merasakannya. Sudah hampir 3 jam mereka sampai di sini, saat ini mereka sedang menikmati makan malam bersama di sebuah resort yang cukup indah.


Ketika sebuah suara membuat Hanna tersedak keras.


"Apa aku boleh bergabung di sini?" tanya seseorang yang membuat Hanna hampir saja berhenti bernafas.


Seketika itu juga para kakaknya menyodorkan air putih padanya. Muka Hanna bersemu merah saat mata itu memandang dirinya.


"Boleh" jawabnya singkat dan Hanna seperti melupakan jati dirinya, semuanya terasa serba salah.


Mereka yang melihatnya pun hanya tersenyum samar melihat tingkah laku Hanna.


"Duduklah Li, mari kita makan bersama" ajak Brian pada Li.


Saat diperjalanan tadi Brian sempat memposting di media sosialnya, persiapan mereka sebelum berangkat ke lokasi wisata, sebenarnya tujuannya itu supaya tidak ada yang mengganggunya dan tanpa ada pemberitahuan, tiba-tiba saja Li menghubungi Brian mengenai kepergiannya dan sekaligus meminta ijin apakah dia bisa ikut bergabung dengannya atau tidak. Brian pun dengan senang hati mengijinkannya ikut mungkin saja itu bisa membuat Hanna bertambah senang.


Makan malam pun berlangsung dengan ramai tanpa terasa waktu pun beranjak malam.


"Hanna, kamu kembali saja dulu, kami ingin beberapa saat lagi di sini" ucap Brian pada Hanna.


Saat ini mereka pun terlihat sudah akrab terutama untuk Li yang baru saja bergabung dengan mereka. Awalnya Li sedikit canggung dengan Dika tapi setelah sekian lama akhirnya mereka pun bisa mengakrabkan diri.


"Tenanglah, aku tidak akan merebut princessmu" ucap Dika sambil menepuk bahu Li dan berlalu masuk ke tempat mereka.


Li yang mendengar perkataan Dika seperti mendapat angin segar, segar sekali dan dia pun segera menyusul yang lainnya.


Pagi pun tiba.


"Bagaimana kamu bisa keluar tanpa menggunakan ini?" tanya Li pada Hanna yang saat ini sedang berdiri di sebuah pagar bambu pembatas pantai ini sambil melingkarkan sebuah selendang ke bahu Hanna.


Entah kenapa sekarang Hanna merasakan sesuatu yang beda saat bertemu dengan Li.


"Kenapa kamu tidak mengajak Jason?" tanya Li kembali.


"Jason?" balik tanya Hanna dan Li pun menganggukkan kepalanya.


"Apa hubungannya Jason dengan liburan ini?" tanya Hanna dengan polosnya dan raut wajah seperti ini yang membuat Li semakin gemas melihat Hanna.


"Bukankah sekarang dia kekasihmu?" tanya Li tanpa melihat wajah Hanna.


Hanna bingung dengan pertanyaan itu dan seketika itu juga dia menggelengkan kepalanya. Melihat sebuah gerakan disampingnya Li pun segera memalingkan kepalanya ke arah hanna.


Wah kejutan apalagi yang didapat Li kali ini. Dia pun dengan refleks ingin memeluk tubuh Hanna dan sebuah deheman menghentikan gerakkannya.


"Eehhmmm" suara dari arah belakang Li dan orang itu adalah Brian.


"Mau apa kau pagi-pagi begini" sarkasnya pada Li.


Li yang ketahuan oleh Brian pun menjadi gugup dan bingung apa yang harus dilakukannya.


"Aaakuu" belum sempat Li mengatakannya, Brian sudah tertawa kencang dan Hanna pun ikut merona melihat tingkah Li.


"Sudahlah lanjutkan" ucap Brian kembali dan pergi begitu saja.


Wah Li seperti mendapat jackpot saat ini bagaimana tidak belum genap sehari dia di sini tapi sudah banyak kejutan yang dia terima.