
Tanpa pikir panjang tiba-tiba mobil Li berhenti begitu saja di depan kendaraan yang sedang dikendarai oleh Jason, mereka pun terkejut dengan kejadian ini dan langsung keluar untuk menemuinya. ketika Hanna baru saja membuka pintunya. Li langsung memeluknya dengan erat. Jason yang tadi berniat untuk menegur Li pun mengurungkan niatnya.
"Bisakah kita bicara?" tanya Li pada Hanna
Hanna yang masih syok dengan sikap Li pun hanya menganggukkan kepalanya karena jujur saja dia sangat merindukan pria ini, tapi dia tersadar saat ini ada Jason yang sedang menemaninya dan dia pun menoleh ke arahnya.
"Pulanglah dengan Li, aku tidak apa-apa, tolong hati-hati ya Li" pinta Jason dan dia pun segera meninggalkan mereka.
Mereka pun akhirnya meninggalkan tempat itu dan berlalu menuju ke sebuah restoran yang cukup private karena dia tidak ingin kebersamaannya dengan Hanna tercium oleh sang ayah.
"Masuklah" pinta Li dan Hanna pun mengikutinya.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Hanna yang sudah tidak sabar.
"Makanlah dulu aku lapar sekali" jawab Brian
Mungkin benar kalau saat ini Li sangat membutuhkan makanan karena dilihat dari tubuhnya saja dia seperti orang yang sudah berhari-hari tidak bertemu makanan.
Akhirnya mereka pun menikmati hidangan yang sudah tersaji di depannya dan tepat saat mereka menghabiskan makanan itu, Hanna pun menagih janjinya.
"Hanna, apapun yang terjadi denganku nanti, aku mohon tetaplah seperti ini jangan pergi dariku" ucapnya secara tiba-tiba dan terlihat kedua matanya berkaca-kaca dan segera menundukkan wajahnya
Hanna yang melihat ekspresi Li pun sungguh terkejut, Hanna pun berpindah posisi tepat di samping Li dan Li yang menyadari ke pindahan Hannapun dia tidak ingin membuang kesempatan itu, dipeluklah lagi tubuh Hanna dengan erat seakan enggan untuk melepaskannya.
"Katakanlah padaku, apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Hanna.
Hanna paham masalah Li kali ini bukanlah masalah sederhana, dia paham betul bagaimana watak Li, dia seseorang yang tegar tidak seperti sekarang.
"Baiklah, tapi janjilah kalau kamu sudah siap menceritakan padaku, katakanlah. Kamu tahu aku selalu memikirkanmu beberapa saat ini, sikapmu benar-benar berubah itu membuatku takut" ucap Hanna dengan sedikit gugup.
Entah keberanian darimana hingga Hanna berani mengatakan itu. Li yang mendengar ucapan Hanna pun dia sedikit tersenyum karena di dalam senyum itu tersembunyi banyak ketakutan di dalam dirinya.
"Itulah yang aku takutkan, di saat aku sudah tidak seperti ini kamu akan meninggalkanku begitu saja" ucap Li kembali.
"Percayalah padaku, selagi kamu masih mempercayaiku, aku akan selalu menemanimu itu pun kalau kamu tidak menghilang terus" canda Hanna yang berusaha mencairkan suasana saat ini.
Tapi berbeda dengan Li, hatinya merasa tercubit mendengar kata-kata Hanna, berarti selama ini Hanna merasakan seperti itu padahal Li tidak kemana-mana dia selalu memperhatikan Hanna tapi dengan cara tidak terlihat.
"Apa kau merindukanku selama ini?" tanya Li
Hanna yang mendengar perkataan Li raut wajahnya pun bersemu merah. Suasana pun sudah mulai mencair dan mereka pun melanjutkan perbincangan mereka bahkan tak sekali terdengar suara tawa dari mereka berdua.
"Sudah malam, ayo aku antar pulang" ajak Li dan mereka pun memutuskan untuk kembali.
Saat tiba di rumah Hanna
"Hanna" panggil Li