
Setelah beberapa hari di rumah sakit Hanna pun akhirnya bisa kembali ke rumah, itu pun Hanna yang merengek agar segera pulang, mungkin kalau tidak bisa berminggu-minggu dia disini.
Setibanya di rumah
"Hai princess" sapa Hans secara tiba-tiba dari dalam rumah
"Eh kok ada kak Hans, katanya minggu depan baru mau ke sini?" tanya Hanna karena memang mereka akan berlibur minggu depan, tapi sepertinya itu hanya tinggal rencana karena melihat kondisi Hanna yang sekarang.
"Ga ah, kan kita maunya sekarang ke sininya" goda Hans yang merupakan salah satu hobbynya kalau bertemu Hanna sedangkan Brian hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Kita? sama kak Dika juga?" tanya Hanna
"Iya, tuh dia lagi godain tetangga ujung gang" tunjuknya kearah depan
"Kalian tuh ya, kemana-mana berdua gimana mo dapat jodoh perempuan" ejek Brian sambil berlalu masuk ke dalam rumah.
Tak lama Dika pun datang dan mereka melanjutkan obrolan mereka di dalam. Karena Hanna baru saja kembali, dia lebih memilih untuk langsung ke kamarnya saja tentunya untuk melihat pekerjaan yang ditinggal beberapa hari ini olehnya.
"Makan dulu Han!" pinta Brian
Entah kenapa keluarga yang satu ini kalau sudah berkutat dengan pekerjaannya mereka pun bisa sampai lupa waktu untuk makan.
Hanna pun mengikuti sang kakak dan tibalah di meja makan ternyata kak Dika dan Hans tidak ikut makan bersama mereka.
"Loh kemana mereka ka?" tanya Hanna
"Biasa godain tetangga ujung gang" ledek Brian
"Han, seperti apa sih klien paman itu?" tanya Brian padanya dan seketika itu juga Hanna tersedak makanannya, Brian pun panik langsung memberikan segelas air padanya.
Setelah tenang Hanna pun menjawab pertanyaan kakaknya.
"Pokoknya kalau kakak tahu, ih ngeselin abis lagian tuh orang udah pergi jauh-jauh ngapain juga balik lagi ke sini" ucap Hanna secara tidak sadar sambil menggenggam sendok dan garpunya langsung menusuk-nusuknya dengan kasar di piring yang sedang ia gunakan.
"Kamu kenal?" tanyanya lagi
"Ga" jawab Hanna singkat
Brian pun tidak ingin memperpanjang bahasan ini karena dari ucapan sang adik dia pun paham kalau Hanna tidak menyukainya.
Di tempat lain
Saat ini Mirza sedang menemani Li melihat proyek-proyek yang akan digarapnya bersama Li.
"Terima kasih Mr atas kunjungannya kali ini, maaf bila kami sempat membuat Anda tidak nyaman" ucap Mirza pada Li
"Tidak masalah, saya pun berterima kasih sudah diterima dengan baik di sini, sepertinya saya sudah lama tidak melihat karyawan Anda yang kemarin?" balas Li
"Oh Hanna maksud Anda? dia itu keponakan saya dan dia tidak bekerja di sini kebetulan dia menggantikan asisten saya yang sedang cuti, karena ada faktor lain akhirnya dia tidak melanjutkan pekerjaannya di sini" jawab Mirza
Saat Mirza mengatakan Hanna tidak bekerja lagi di sini sebenarnya perasaan Li sedikit sedih entah kenapa dia merasakan kehilangan itu.
"Baiklah seperti aku harus segera berangkat penerbanganku akan segera tiba" ucap Li pada Mirza sekaligus berpamitan dengannya.