
Setelah sekian malam mereka di sini akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
"Kenapa pulang sekarang?" tanya Kimi pada Li
"Ma, nanti akan kami sempatkan lagi untuk menginap di sini" jawab Li
"Benar ya tapi jangan lama-lama" pinta Kimi dan Li pun mengiyakannya.
Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan mereka tapi disepanjang jalan ponsel Hanna terus berdering tapi Hanna tidak mengangkatnya.
"Memang lagunya seindah itu sampai-sampai kamu dengarkan terus" sindir Li pada Hanna
Hanna yang di sindir pun langsung menoleh ke arah Li, Hanna ragu untuk menerimanya karena dia tidak ingin membuat Li marah. Setelah Li mengatakan itu Hanna pun akhirnya menerima panggilannya itu.
"Hallo" sapa Hanna
" Hai Han, susah sekali sih menghubungimu" saut Jason
"Kan sudah aku bilang lebih baik menghubungi Sisca saja" ucap Hanna
'"Tapi kan lebih enak langsung denganmu Han, lagi pula waktu kita tidak banyak untuk membahas ini" ucap Jason
"Baiklah akan ku atur waktunya tapi untuk sementara hubungi Sisca saja ya" pinta Hanna pada Jason dan dia pun segera menyudahi percakapannya.
Kenapa udara di dalam sini terasa sangat dingin sekali?
Saat Hanna menyadari jalanan ini, ini menuju kantornya tetapi Hanna tidak berani untuk bertanya pada Li karena raut wajah Li sangat tidak enak untuk dilihat. Setelah beberapa waktu mereka pun tiba di kantor Hanna dan benar saja Jason baru keluar dari kantor Hanna.
"Cepatlah selesaikan urusanmu dengannya, saya akan menunggumu di sini" ucap Li tiba-tiba dengan wajah mengesalkannya itu.
"Yakin kamu akan menunggu di sini? lebih baik tunggulah di ruanganku, aku usahakan secepatnya" pinta Hanna pada Li dan Li pun menurutinya.
Saat mereka keluar dari dalam mobil, Hanna pun memanggil Jason kembali.
"Hei Han kamu datang juga, hei Li" sapa jason pada mereka.
Mereka pun masuk bersama ke dalam kantor Hanna karena Li tidak mempunyai urusan dengan mereka Hanna pun mengantarnya menuju ruangan pribadinya.
"Tunggu disini saja ya" pinta Hanna pada Li
"Jangan lama-lama" ucap Li dengan nada datar tapi mengancam.
Hanna pun kembali menemui Jason.
"Sisca tolong kamu perlihatkan rancangan yang sudah ku susun pada Jason" pinta Hanna pada Sisca.
Hanna sengaja bergerak cepat karena dia tidak mau berlama-lama urusannya terbengkalai apalagi sepertinya sekarang Li tidak konsekuen dengan janjinya, mungkin saja suatu saat dia melarangnya bekerja.
Waktu pun terus berlalu, Li yang sudah mulai jenuh pun mencoba untuk menghilangkan rasa jenuhnya dengan menyusuri setiap sudut ruangan Hanna. Saat tiba di meja kerja Hanna dia melihat sebuah bingkai foto Hanna saat sedang berada di taman.
"Kenapa tempat ini sangat familiar dan kenapa aku seperti sudah mengenalnya sebelumnya" monolog Li.
Karena tidak ada kegiatan lain akhirnya Li menghampiri Hanna yang saat ini masih bersama Jason dan Sisca.
"Cepatlah" ucap Li yang baru tiba
Mereka yang berada diruangan itupun cukup terkejut karena permintaan Li.
"Sebentar lagi akan selesai" ucap Hanna.
"Sampai kapan ini sudah berjam-jam?" tanya Li pada Hanna sambil melihat jam tangannya.
Hanna sudah merasa sangat terganggu dengan keberadaan Li kali ini, Jason yang melihatnya pun sudah sangat geram, tapi dia tidak mau mengurusi rumah tangga orang lain, apalagi dia tahu watak Li seperti apa.
"Kita harus bicara" pinta Hanna pada Li