Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
D-Day 2



"Hanna" panggil Brian


"Ya kak" jawab Hanna


"Hei gadis kecil siapa ini" goda Brian pada Aulia yang saat ini masih bersama Hanna sedangkan yang digoda hanya tersipu malu.


"Kenalkan ini kakak Mommy, kamu boleh memanggilnya Uncle" ucap Hanna sambil mengenalkan Brian padanya.


"Bagaimana kalau Mommy makan dulu, Aulia sama uncle dulu ya?" bujuk Brian pada Aulia karena dari tadi Hanna belum makan siang, dia takut Hanna melupakannya dan berujung sakit.


Beruntunglah Aulia mau bersama Brian sedangkan Li sedang menemui beberapa kerabatnya.


Saat pertama kali Brian mengetahui keadaan Aulia, dia pun merasa iba karena anak sekecil ini sudah kehilangan kedua orangtuanya. Harusnya Brian bersyukur dia masih bisa merasakan kasih sayang orangtuanya sampai besar, merasakan kelembutan dan kehangatan perhatian dari orangtua adalah hal yang paling mahal baginya karena semua itu tidak bisa dimiliki dengan uang. Contohnya seperti sekarang dia tidak bisa memiliki kembali kedua orangtuanya walaupun sekarang dia sudah mapan dan sebentar lagi dia akan kehilangan adik yang sangat disayanginya.


"Kemana Hanna?" tanya Li pada Brian


"Sibuk sih sibuk tapi perhatikan dong istrimu sudah makan atau belum nanti kalau dia pingsan bagaimana" sindir Brian pada Li karena memang benar kalau kondisi Hanna sangatlah berbeda dengan yang lainnya.


Li menyadari kelalaiannya, dia merasa sedikit bersalah pada Hanna karena meninggalkannya begitu saja bersama Aulia.


"Aulia sama Nenek dulu ya" bujuk Li pada Aulia dan dia pun mengiyakannya.


Setelah Li menyerahkan Aulia pada ibunya dia pun segera menghampiri Hanna yang saat ini sedang makan ditemani Risa.


"Makanlah yang banyak jangan sampai nanti saya jadi sasaran kakakmu kalau kamu sakit" ucap Li pada Hanna, dia pun bingung ingin membahas apa.


Hanna yang mendengar perkataan Li sedikit kecewa, dia pikir Li benar-benar mengkhawatirkannya tapi lagi-lagi itu karena kakaknya. Selera makan Hanna pun hilang begitu saja, disudahinya acara makannya itu dan pergi menemui kerabat yang lainnya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore tapi masih ada saja tamu yang berkunjung padahal nanti malam akan ada pesta resepsi yang entah berlangsung sampai kapan akan selesai.


Tubuh Hanna sudah sangat letih, dia pun memaksakan dirinya untuk kembali ke kamar terlebih dahulu lagipula itu hanya tamu Li daripada dia harus tumbang lebih awal.


"Li dimana Hanna?" tanya Kimi pada Li


"Dia kembali ke kamar lebih dulu ma" jawab Li


"Ya sudah biarkan dia istirahat dulu, mama mau antar Aulia dulu kasihan dia sepertinya kelelahan" ucap Kimi dan berlalu sambil membawa Aulia menuju rumah sang ayah dari Ibunya.


Selama ini Aulia tinggal bersama dari keluarga sang ibu karena pihak keluarga sana memohon padanya untuk menyerahkan urusan mengasuh Aulia pada mereka dengan alasan putri mereka adalah putri tunggal jadi mereka sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi hanya Aulia lah yang mereka miliki sekarang


Sebagai orangtua Kimi pun merasakan kesedihan kehilangan anak yang dia sayangi oleh karena itu keluarganya pun membiarkan mereka mengasuh Aulia dengan syarat tidak melarang saat mereka ingin bertemu dengan sang cucu.


Saat keadaan sudah mulai sepi dan mendekati acara resepsi, Li pun memutuskan untuk melihat Hanna dikamarnya karena dari tadi Hanna tidak kembali bahkan dia belum mengganti bajunya yang dia kenakan tadi.


"Nyenyak sekali kamu tidur" sindir Li