Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Kamar baru



Setelah pembicaraannya dengan dokter itu selesai, Li pun sudah bersiap-siap untuk kembali. Dia menunggu Hanna di dalam kamarnya tapi tak kunjung masuk.


"Sedang apa kamu di situ?" tanya Li yang melihat Hanna sedang duduk termangu di kursi depan ruangannya.


"Kamu tidak lihat aku sedang apa?" tanya Hanna kembali cuek


Li yang mendengar kejengkelan Hanna pun sedikit menyunggingkan senyumnya.


"Masuklah" ucap Li pada Hanna dan Hanna pun mengikutinya. Saat masuk ke dalam ruangan itu Hanna baru sadar kalau Li sudah berganti pakaian.


"Loh kamu mau kemana?" tanya Hanna


"Ya pulanglah ngapain juga lama-lama di sini" jawab Li sambil merapikan barang-barangnya.


' Melihatmu seperti ini aku tidak yakin kamu itu Li yang ku kenal ' gerutu Hanna dalam hati.


Saat ini hanya mereka berdua karena setelah Kimi mengantarkan makanan tadi dia pun memutuskan untuk kembali ke rumah.


"Ayo cepat sedang apa kamu melamun di situ!" paksa Li dan Hanna pun segera meninggalkan ruangan itu.


Sesaat sampai lobby Hanna pun bingung, dia tadi ke sini diantar Kimi sedangkan tidak ada lagi kendaraan yang akan mengantarnya.


Tapi tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan lobby dan Li pun segera menghampirinya dan ternyata itu supir kantor Li.


Sepanjang perjalanan mereka pun hanya sibuk memainkan ponselnya karena hari sudah menjelang malam Hanna pun sudah mulai mengantuk tapi kalau dia tidur sekarang sebentar lagi juga sampai jarak rumah sakit ini sangatlah dekat dengan apartemen mereka dan benar saja saat ini mereka sudah ada di pelataran apartemennya.


Li dan Hanna pun turun, mereka mulai memasuki apartemen itu dan saat di dalam lift terlihat wajah gusar di wajah Li. Ingin sekali Hanna menanyakannya tapi dia tidak berani. Tepat saat mereka sampai di pintunya Li menyuruh Hanna masuk terlebih dahulu.


"Hanna!" panggil Li dan Hanna pun menoleh ke arahnya.


"Ada apa?" tanya Hanna


"Kamu belum menjawab pertanyaanku yang kemarin" jawab Li


"Masalah untuk tidur di kamarku?" jelas Li sambil tersipu malu


Tunggu?


Sepertinya ada yang aneh dengan kata-kata Li, baru saja dia mengatakan "aku" kemana bahasa bakunya dia?


"Baiklah" jawab Hanna


"Benarkah? kamu tidak keberatan? aku janji tidak akan menyentuhmu tanpa seijinmu" ucap Li dengan antusias.


"Bagaimanapun aku adalah istrinya, kamu berhak atas tubuhku dan aku tidak berhak untuk menolak permintaanmu tapi boleh aku meminta satu permintaan?" pinta Hanna


"Katakanlah" ucap Li


"Bisakah aku memulai pekerjaanku kembali tanpa campur tanganmu, aku tidak akan melewati batasku sebagai istrimu, percayalah padaku kalau aku bisa menjaga sikapku di hadapan orang lain" ucap Hanna.


Sebenarnya Li keberatan dengan permintaan Hanna, dia tidak ingin Hanna bekerja, dia hanya ingin Hanna berada di rumah saja menunggunya pulang tapi lagi-lagi dia tidak boleh egois.


"Tapi bisakah kamu tidak setiap hari ke kantor?" tawar Li.


"Baiklah, aku akan mengatur ulang jadualku" ucap Hanna


Sebenarnya memang Hanna jarang sekali ke kantor, dia hanya meminta ijin Li saja supaya kejadian kemarin tidak terulang kembali.


Saat Hanna memasuki kamarnya.


"Tunggu, untuk apa kamu ke kamar itu lagi?" tanya Li


"Untuk mengambil barang-barangku" jawab Hanna


"Sudahlah ganti pakaianmu untuk sekarang saja, untuk barang-barangmu akan ada yang membereskannya besok" ucap Li sambil menarik tangan Hanna.