
Suasana di restoran ini lumayan ramai pengunjung beruntunglah Hanna dan Brian mendapatkan tempat untuk sekedar makan di sana. Tapi ketika sebuah suara membuat Hanna mengedarkan pandangannya.
"Daddy" ucap seorang anak perempuan kurang lebih berumur 3 tahun sedang memanggil seseorang yang sedang duduk tidak jauh darinya yang di dampingi oleh kedua orangtua yang Hanna yakini nenek dan kakek dari anak itu
Melihat anak kecil yang menggemaskan itu membuat Hanna mencari tahu keluarganya dengan menoleh ke arah tujuan suara itu. Sesaat Hanna menoleh sungguh terkejut Hanna dibuatnya.
"Li" ucap Hanna secara tidak sadar.
Saat itu Li menghampirinya untuk menggendong tubuh anak itu sesaat Hanna mengucap nama Li, Li pun menoleh ke arah Hanna, dia pun cukup terkejut melihat keberadaan Hanna apalagi saat melihat Hanna dengan seorang pria.
Hanna pun langsung mengalihkan pandangannya dan berusaha menikmati makannya itu walaupun sebenarnya terasa sulit sekali dia untuk menelan makanan itu. Saat mereka kembali ke tempatnya masing-masing, Brian pun penasaran.
"Han, itu Li yang sering bertemu kamu kan?" tanya Brian bingung, karena saat ini mereka sudah seperti orang yang tidak saling mengenal.
"Iya" jawab Hanna singkat.
"Wah rupanya setelah sekian lama tak bertemu tau-tau sudah punya anak saja dia, aku pikir kamu yang akan menjadi pacarnya waktu itu" ucap Brian tiba-tiba tanpa sadar perubahan raut wajah Hanna.
Sejujurnya Hanna pun cukup kecewa dengan Li. Dulu waktu Hanna sangat membutuhkan Li, dia bahkan menghilang mungkin inilah jawaban atas semua pertanyaan Hanna selama ini tentang alasan kenapa Li pergi begitu saja.
Melihat dari keadaan keluarganya sepertinya mereka bukan dari keluarga sembarangan, ya sangat tidak pantaslah Hanna untuk bersamanya apalagi sekarang hanya Brian saja keluarga yang Hanna punya.
"Aku ke toilet sebentar" ucap Hanna
Saat Hanna menuju toilet ternyata seorang wanita paruh baya yang tadi bersama anak kecil itu juga mengarah ke sana.
"Maaf nak toiletnya dimana ya?" tanya ibu itu.
"Pacarmu tampan ya" sanjung ibu itu
"Pacar?" tanya kembali Hanna
"Itu yang tadi duduk bersamamu" jawabnya
"Oh, itu kakak saya bu" jawab Hanna
Raut wajah ibu pun sepertinya berubah menjadi lebih cerah
"Boleh dong saya jodohkan sama anak saya" ucapnya
"Ah ibu bisa saja, lagi pula saya tidak lama di sini, saya tidak tinggal di sini" ucap Hanna
' enak saja menjodohkan begitu saja, emangnya dia tidak berpikir perasaan menantunya ' monolog Hanna
Akhirnya mereka pun tiba di ruang toilet dan mereka pun masing-masing menyelesaikan aktivitasnya karena tujuan Hanna ke toilet hanya mengalihkan perhatian Brian supaya tidak bertanya panjang lebar dia pun hanya mencuci tangannya dan merapihkan pakaiannya setelah itu kembali ke dalam restoran.
Di lihatnya Brian sudah sibuk dengan ponselnya dan Hanna pun merasa bersalah telah menyita waktu kakaknya itu, dia pun memutuskan untuk segera kembali. Tanpa Hanna sadari kedua mata Li bagaikan mata elang yang sedang memperhatikan mangsanya di depan. Sampai saat perhatiannya teralihkan dengan suara anak kecil itu.
"Daddy, kenapa nenek lama sekali?" tanyanya pada Li
"Oh sebentar, Daddy akan lihat nenek di belakang ya" jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya pada Hanna dan Brian yang sedang menuju keluar restoran.
' akhirnya mangsa telah ku dapat ' batin ibu itu