Dear, My Hanna

Dear, My Hanna
Kiss



"Hanna" panggil Li


Mendengar Li memanggilnya Hanna pun berhenti.


Cup


Sebuah ciuman manis diberikan Li kepada Hanna, sontak rona wajah Hanna pun memerah seperti buah delima yang merekah.


"Selamat malam, semoga mimpi indah" ucap Li padanya dan Hanna pun hanya menganggukkan kepalanya dan kemudian masuk ke dalam rumahnya.


Hari terus berlalu dan untuk kedua pasangan ini semakin lengket dari biasanya. Tapi yang anehnya kenapa diantara kedua orang ini belum ada yang menyatakan perasaannya walaupun dari segi lain mereka seperti pasangan kekasih. Mungkin dia masih memegang kokoh bahwa cinta itu tidak harus diucapkan dengan kata-kata, dengan perbuatannya yang seperti ini pun mereka sudah menunjukkannya.


Hampir setiap hari Li mengantar jemput Hanna, tetapi tidak hari ini karena Brian berencana untuk menjemput Hanna.


"Hati-hati ya, sampaikan salamku untuk Brian" ucap Li pada Hanna.


Saat ini Li sedang menemani Hanna menunggu Brian tapi sesuatu terjadi, jadinya Li tidak bisa sampai menunggu Brian datang.


Tak lama mobil Brian terlihat dan benar saja dia turun dari mobilnya dan melambaikan tangannya ke arah Hanna dan Hanna pun menghampirinya.


"Kamu sendiri?" tanya Brian karena melihat Hanna seorang diri di taman.


"Baru saja Li pergi karena ada urusan mendadak, memangnya ada apa, katanya Kakak sibuk seminggu ini?" tanyanya pada Brian karena dia sempat memberitahu Hanna kalau dia tidak bisa mengantar maupun menjemputnya.


"Memangnya aku tidak boleh menjemputmu, oh jangan-jangan ini karena Li ya?" tanyanya menginterogasi Hanna.


"Ih apa sih, sudah ayo berangkat aku lapar" ucap Hanna


Hanna memilih untuk langsung menunggu Brian karena dia tahu Kakaknya itu orang sibuk jadi dia lebih memilih untuk makan di rumah sekembalinya dari kampus.


Setibanya di rumah.


Raut wajah Hanna sudah mulai terlihat bingung karena kendaraan pribadi orangtuanya sudah ada di luar garasi, sejenak dia berpikir mungkin saja garasinya sedang direnovasi.


"Kenapa?" tanya Brian yang heran melihat adiknya.


"Tidak" jawabnya singkat dan kemudian masuk ke dalam rumah dan ketika pintu itu terbuka terlihat kedua orang yang sangat dirindukannya berada tepat di hadapannya.


"Mommy, Daddy!" panggil Hanna dan langsung memeluk mereka.


"Aku merindukan kalian, sudah hampir 2 bulan kalian tidak berkunjung" rengek Hanna pada mereka dan mereka pun tersenyum melihat tingkah laku putri yang sangat dirindukannya.


Memang biasanya mereka mengunjungi kedua anaknya itu setiap bulan, tapi karena ada beberapa urusan jadi mereka mengundurkan kedatangannya. Bukannya Brian dan Hanna tidak ingin mengunjungi mereka, hanya saja karena kondisi Hanna yang sangat dijaga oleh keluarga mereka, dia tidak mau putri kesayangannya itu lelah setelah melakukan perjalanan panjang.


"Ayo makan dulu. Mommy sudah menyiapkan masakan kesukaaan kalian" ajak Mira padanya dan mereka pun tidak menunggu waktu lagi dan langsung bergegas untuk segera makan.


Sudah hampir seminggu Hanna ditemani kedua orangtuanya karena mereka memutuskan untuk lebih lama di sini dan itu merupakan suatu hadiah spesial untuk Hanna. Ketika mereka sedang menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga tiba-tiba mba Sumi memberitahukan kedatangan Li pada Hanna.


"Sudah temui saja" pinta Irham


Walaupun mereka tidak mengetahui secara jelas siapa Li, tapi mereka yakin bahwa Li orang baik maka mereka pun mempercayakan itu.


Setibanya Hanna menemui Li


"Hanna, jaga dirimu baik-baik ya" ucap Li tiba-tiba