
Daisy kini memasuki kamarnya , ia telah siap dengan segala rencana jahatnya, dan rencana pertama telah berhasil .
Daisy menatap sesuatu yang kini berada di sampingnya. Seringai itu muncul dengan sangat menakutkan.
Di tempat lain, Kean memacu kendaraannya begitu cepat agar sampai segera sampai di rumah sakit.
Tiinn ttiinnn..
Kemacetan ini membuat Kean semakin khawatir akan kondisi Nabila.
Tiinn tiinnn
Tttiinnnn
Tanpa berfikir lebih lama lagi, Kean segera turun dari mobil sambil membawa Nabila di gendongannya.
"Bertahan sayang .. papa gak bisa hidup tanpa kamu"
Kean berlari dengan cepat, di persimpangan jalan, tanpa menengok kiri kanan ia menyebrang jalan begitu saja .
Ttttttiiiiinnnnn....
Bunyi klakson yang begitu memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya.
Mereka selamat.
dua orang yang berada dalam mobil tersebut keluar dengan panik.
"Anda tidak apa apa?" Ucap sang wanita.
Kean mengenali suara ini , ia segera mendongak.
"Lily..."
"Kean,,?? " Ily menatap seorang anak yang sedang Kean gendong.
"Nabil??? Kenapa Nabila ???" Ily panik melihat keadaan Nabila.
"Bawa ke mobil" ucap Tae setelah melihat keadaan Nabil yang tadi sempat tertutup oleh Kean.
Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil milik Tae, dengan Kean dan Nabil berada di belakang, sedangkan Tae dan Ily berada di kursi depan.
"Kenapa bisa??"
"Nanti aku ceritakan, sekarang boleh percepat lagi laju mobilnya??"
Tae dengan segera semakin menginjak pedal gas nya.
Sampai , RUISH
(RUISH, Rumah sakit yang ada di cerita My Mr. Posessive ya guyssss)
"Dokkk.. tolong...."
Dengan sigap dokter dan suster mengambil alih Nabila dari pangkuan Kean.
Mereka berjalan dengan cepat untuk mengikuti sang dokter.
"Maaf, keluarga pasien silahkan tunggu diluar"
Kean menundukkan kepalanya, ia menyesal karena telat datang untuk menyelamatkan Nabila .
Tae dan juga Ily hanya terdiam menatap Kean. Hingga akhirnya Kean tersadar, ia mendongakkan kepala menatap dua orang yang kini berada di hadapannya.
"Lily..." Kean mendekat dan tanpa aba- aba sedikit pun ia langsung merengkuh tubuh Ily dalam pelukannya.
Tae menatap itu dengan tatapan tajam
Ily berusaha melepas pelukan Kean namun tak bisa , Tae melihat itu , ia melangkah untuk memisahkan keduanya.
"Sebentar..."
"Sebentar saja.. aku mohon... aku lelah Lily..."
Tae menatap gurat kesedihan dalam pancaran manik mata Kean , ia akui kehilangan seorang anak sangat menyakitkan .
Akhirnya Kean melepas pelukannya pada Ily.
"Terima kasih Lily.."
"Sama sama... kenapa Nabil bisa seperti itu Kean??"
Kejam
Itulah satu kata yang cocok saat ini untuk Daisy.
Wanita cantik bernama indah itu tak mencerminkan segala tingkah laku yang sebenarnya.
"Ya Tuhan... Nabil" Ily langsung memeluk Tae , ia tak kuasa mendengarkan semua cerita yang Kean paparkan padanya.
"Tae... bolehkan Nabil tetap sama kita?"
"Sayang... " Tae kini mengubah posisinya dari semula berdiri di samping Ily kini berada tepat di hadapannya.
"Ingat janji kita sebelum mengurus Nabil?"
"Kamu boleh mengurusnya Queen" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Tae. Ily bahkan tak percaya akan apa yang di ucapkan suaminya ini.
"Tae?? Tae serius??"
"Ya.. aku serius sayang... " ucap Tae dengan senyum manisnya
"Tae... " Ily pun langsung memeluk Tae dengan perasaan campur aduk.
"Tapi..."
"Apa Tae?? Tapi apa??"
"Hanya sampai Kean kembali" Ily yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum yang selalu menjadi candu untuk Tae.
Ya, Ily mengingat itu
Kini Ily hanya menundukkan kepalanya, ia tak ingin berpisah dari Nabila walaupun baru beberapa bulan tinggal bersamanya.
Walaupun Nabila telah mencelakainya , kesalahan yang Nabila lakukan bukan murni oleh Nabila sendiri, ia di hasut melakukan itu oleh Daisy mama kandung Nabila.
"Okey .. gini saja, Nabil tetap boleh berkunjung atau pun main bersama kita"
Ily mendongakkan kepalanya tak percaya dengan apa yang Tae ucapkan .
"Makasih Tae... terima kasih..." Ily menghamburkan dirinya kepelukan Tae , Tae membalasnya dengan erat .
Ia akan lakukan apapun untuk membuat istrinya tersenyum
Kean menatap mereka dengan wajah sendunya. Harusnya ia yang kini berada di posisi Tae. Harusnya ia yang membuat Lily nya tersenyum.
Harusnya....
Aahhhh sudahlah... cukup sampai disini saja. Aku tak akan mengganggu hubungan mereka lagi
Aku hanya ingin melihat Lily selalu tersenyum
〰〰〰〰〰〰
Aku up dongggg hari ini...
Di part ini Kean dan Ily dipertemukan..
Apakah Kean benar benar Ikhlas ??
Atau seperti sebelum sebelumnya dimana ia berpura pura dan mencelakakan Ily??
Yokk.. yang bisa tebak langsung
VOTE , COMMENT , SHARE
Buat yang belum follow akun aku silahkan klik
SitiHandriani
FOLLOW akun diatas dan jangan lupa baca cerita lainnya juga yaaa..😉😉
Aku ada chanell Youtube nih baru baru ini namanya
Siti Handriani
Semua kisah tentang CUTE SISTER ada juga cerita yang judulnya SHADOW
Langsung aja SUBSCRIBE , COMMENT , LIKE nya juga aku tunggu
Terima kasih 😘😘😘