
Akhirnya Tae lah yang membawa barang belanjaan mereka bertiga, dengan muka di tekuk, ia mengekori Ily dan Sean yang saling merangkulkan tangan, Sean pada bahu Ily dan Ily pada pinggang Sean.
Tae??
Dia mengikuti mereka dari belakang. Macam kacung aja lo Tae wkwk.
"Woyy... berhenti dulu napa?? Tangan gue pegel Sean" ucap Tae berapi api karena sepanjang jalan Tae mengeluh , tak pernah di tanggap sekalipun. Sedangkan setiap Ily ingin berbalik untuk mendengar Tae, langsung dicegah begitu saja oleh Sean.
Sean jahil ya...
"Apasih?? Teriak teriak segala.. gak malu lo??"
"Enggak!! Ayo dong istirahat dulu... ini udah 2 jam setengah kita muter cari barang ini nih.. banyak banget Gila!!! Tangan gue kebas"
"Itu kan udah jadi perjanjian nya"
"Yaudah sini sama Ily bantu Tae"
"Eh eh... Gak usah Queen... Gak usah sungkan " untuk di akhir kalimatnya Tae memelankan suara agar tak terdengar Ily.
"gapapa Tae, Ily ikhlas kok"
Akhirnya Ily mendekat ke arah Tae sambil membawa boneka yang Sean berikan padanya , ia mengambil tas berisi belanjaannya setelah itu ia kembali lagi pada Sean. Itu semua membuat Tae cengok akan kelakuan Ily, sebab Ily hanya mengambil satu tas belanja dari sekian banyaknya belanjaan yang harus Tae bawa.
"Sial.. kirain bakalan banyak" - batin Tae mendumel kembali.
Tae melihat Sean yang berbalik menatapnya, kemudian.
"Kasiaannnn deh lo" hahahahaha.... Sean langsung merangkul Ily kembali dan menuju toko sepatu.
Sedangkan Tae?? Dia sudah dipenuhi dengan kepulan asap hitam karena kekesalannya pada kakak beradik itu.
Huffttt.. sabar Tae
Hal sederhana yang membuat seseorang bahagia adalah selalu berada disampingnya dan memberi support.
Kadang hal seperti itu disepelekan oleh banyak orang, tapi tidak untuk Ily, ia sangat menghargai orang yang begitu peduli padanya dan selalu disampingnya.
〰〰〰〰〰
Mereka telah selesai berbelanja, bagaimana dengan belanjaan mereka ?? Entah lah!! Itu Tae yang mengurusnya.
Kini mereka semua berada di kamar hotel Ily , Ily membuka pintu kamar hotel nya dan betapa terkejutnya, ia melihat sosok tampan di dalam kamarnya.
"Abaaannngggg...." Ily langsung memeluk Seano erat, begitupun Seano , ia sudah tau yang sebenarnya,maka dari itu akhirnya ia memutuskan untuk pergi menyusul dan melaksanakan rencana yang akan dilakukan oleh Sean.
Cup cup... Seano mengecup kedua mata Ily
"Sayang... kita ada disini , don't cry okey??? We always beside you"
Kemudian Seano menatap Sean dan Ryeon Tae datar seolah mengisyaratkan sesuatu. Kemudian dibalas anggukan kepala oleh mereka.
Mereka semua tertidur di kamar hotel Ily dan Sean. Karena tempat tidurnya yang besar, cukup untuk empat orang, namun dengan nada tegasnya Seano mengusir Ryeon Tae untuk tidur di sofa .
Dengan berat hati, Ryeon pun menurutinya.
〰〰〰〰〰
Kean tidur dengan keadaan gelisah, hatinya menjadi bimbang kembali. Kini ia melihat ke arah depannya dimana ada wanita cantik yang sedang menemani tidurnya dengan tanpa sehelai benang pun.
Katakan saja Kean menikmati semua kegiatannya dengan Daisy dan itu memang benar adanya.
Kean tak pernah merasakan hal seperti ini saat ia bersama Ily.
"Honey, ..." panggil Daisy yang berbicara sambil memejamkan matanya.
"Ya?? Kenapa??"
"Tidur"
"Iya sayang"
Akhirnya Kean pun tertidur kembali bersama Daisy yang berada dalam dipelukannya.
〰〰〰〰〰
Sean, Seano dan juga Tae kini terbangun pukul dua dini hari untuk membicarakan rencana yang akan mereka lakukan pada Kean .
"Gimana kalo... mereka terdiam memikirkan rencana yang Tae katakan , kemudia saling menatap dan selanjutnya menganggukkan kepala bersama.
Mereka akan melakukan rencana dari Sean dan juga Tae .
Kau salah karena telah bermain-main dengan Azfary Kean - Seano
Cih... gue harap bisa bikin koma tuh anak - Sean
Kau melepas berlian Kean , dan berlian itu akan aku miliki sebentar lagi, lihat saja - Tae
〰〰〰〰〰
Rencana apa yang akan mereka lakukan pada Kean??
Ada yang bisa tebak?? 😁😁
Tbc. VOTE COMMENT