
Kean telah sampai dirumahnya dengan wajah berseri, ia sampai tak sadar melewati mamanya yang kini sedang berada di ruang tamu.
"Kean, kau gila?? Atau kesurupan??"
"Iisshhh mama tuh ya, anak lagi seneng juga" Kean tak jadi ke kamar karena ia melihat sang mama menepuk bangku sebelahnya yang berarti menyuruh Kean duduk di sebelahnya.
"Coba, ceritakan, ada apa?"
"Hm.. "
"Hm apa??"
"Hm... hmmm"
"Iisshh apa sih Ke , jangan bikin penasaran dong"
"Sini ma , aku bisikin " saking penasarannya , sang mama mendekat ke arah Kean, dan Kean pun mendekatkan mulutnya pada telinga Kean
"Rahasia" hahahahaha... dengan segera Kean lari dari mama nya, karena ia yakin telah membangunkan Singa tidur .
"Kkkkeeeaaaaaannnnnnnn"
"Ampunn Maaaaaaa" jerit Kean dalam kamar yang terdengar sampai bawah .
"Astaga anak itu"
Sang mama akhirnya pergi juga menuju dapur untuk menyiapkan makan malam.
Dikamar , Kean kini telah terbalut handuk , dengan PD nya ia menuju kaca besar yang kini berada di hadapannya.
"Gue tuh ganteng" sambil mengusap rambutnya , memperlihatkan ototnya pada cermin.
"Pantasnya sama Ily"
"Gak sabar nunggu besok" akhirnya Kean tertidur untuk beristirahat .
〰〰〰〰〰
Senyuman Kean menyambut pagi yang telah tiba. Ia dengan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah selesai, ia akan sarapan dengan cepat . Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Itu artinya 1 jam lagi ia akan bertemu Ily.
"Ma, nanti aku ajak teman kesini"
"Tumben"
"Hm.."
"Isshh kamu nyebelin banget sih Kean, jawab tuh jangan singkat gitu donggg" mamanya kesal. Dengan segera Kean menghabiskan sarapannya dan pamit.
"Ma, aku pergi yaaa"."okey sayang, hati hati yaa"
"Iya ma" Kean menggunakan mobilnya, karena ia akan bersama Ily, ia takut jika Ily nanti kepanasan atau kehujanan maka dari itu Kean memakai mobil.
Ting tong
Ting tong
Ceklekk
Pintu terbuka menampilkan wajah Sean yang kini ada dihadapannya. Kean sudah tak terkejut lagi melihat Sean Seano berada di dekat Ily, karena mereka kakaknya, jawaban dari Ily membuat hatinya yang selalu cemburu kini telah terasa aman.
"Mau apa lo?"."kerkom"
"Hm, tunggu di luar" Sialan nih Sean , bukannya di suruh masuk malah suruh tunggu di luar
Tak lama kemudian Ily muncul dengan setelan yang membuat Kean pangling.
"Hai kak Kean"
"Eh.. ha.hai Ily,"."kakak kenapa?? Kok mukanya merah ?"
"Ah.. oh.. ini ?? Gapapa kok " Kean cengengesan karena terciduk merona.
"Yaudah , ayo kak, kita berangkat"
"Ayo"
"Kita mau kerjain dimana kak tugasnya??"
"Eumm... di rumah kakak gimana?? Ada taman di belakang rumah kakak"
"Okey kalo gitu, ayo kak" secara refleks tangan Ily menggenggam tangan Kean dan menariknya menuju mobil Kean.
Mereka mampir ke mini market untuk membeli cemilan.
Ily dengan cepat membeli beberapa ciki, permen dan ice cream, sebenarnya Ily ingin membeli coklat, namun ia sedang dilarang memakan coklat oleh sang mommy , karena saat kemarin malam Ily menghabiskan lima bungkus coklat.
"Sudah??" "Udah kak, ayo kita ke kasir"
Mereka melakukan pembayaran, yang pastinya di bayar oleh Kean.
〰〰〰〰〰
Sesampainya di rumah Kean Ily dengan wajah berseri mengikuti langkah Kean . Perlengkapan melukisnya??? Ada di rumah Kean, karena sebelumnya ia menitipkan alat alat nya pada Kean
"Ma..."
"Mama...." "di taman Ke"
Kean menggenggam tangan Ily menuju taman belakang.
"Ma"
"Eh.. Ke,loh . Ini siapaa??? Aaaaa... lucu banget sih" mama Kean dengan cepat mencubit pipi Ily gemas, Ily yang diperlakukan seperti itu menyengir memperlihat kan gigi kelincinya, dan segera menyalami mama Kean.
"Halo tante, aku Ily, teman sekelas kak Kean, kita mau kerja kelompok tante"
"Uuhhh imut banget sih kamu, boleh boleh, mau ngerjain dimana??"
"Taman belakang ma" "oh.. boleh boleh, nanti mama bawain cemilan buat kalian"
"Eh.. gak usah tante, kita udah beli kok.. nihhhh bayak kannnn" ucap Ily sambil memperlihatkan belanjaannya
"Wihh.. mau dong ice creamnya satu,"
"Boleh, tante mau rasa apa??"
"Rainbow deh"
"Okey tante... 4ribu ya tante"
"Ehh.. bayar??" Mama kean terkejut bukan main
"Engga dongggg Ily hanya terkikik geli karena berhasil mengerjai mama Kean.
Kean yang melihat keduanya akrab begitu merasa senang.
"Ayo Ily"
"Ayo, Tante Ily pamit yaa.."
"Iya.. makasih ya ice cream nya" Ily hanya mengangguk sambil tersenyum membalasnya
Mereka akhirnya sampai di taman belakang rumah Kean.
Taman yang hijau begitu asri, membuat suasana begitu sejuk dan juga alami. Ily suka ini.
"Kita duduk disini aja ya"
"Ia kak"
Ternyata peralatan telah disiapkan oleh Kean,
"Kita mulai!!!"
Mereka memulai kegiatan melukis wajah mereka . Sesekali Kean melirik wajah Ily yang begitu manis dan bertambah imut saat mukanya serius.
"Ekhmm.."
"Eh.. kenapa kak?? Kakak haus??"
"Eh.. en..engga kok"."ohh gitu"
"Ily??" Panggil Kean pada Ily yang kini telah menyelesaikan tugasnya.
"Eemm... Ily, coba lihat kakak dulu" ily melihat ke arah Kean , seketika Ily menjerit histeris karena melihat boneka Minion yang Kean pegang.
"Miniiiii...." Ily merentangkan tangannya , namun dengan cepat Kean menghindarkan bonekanya agar tak tertangkap ily, Ily hanya cemberut karena tak mendapatkan boneka nya.
"Ily, kakak mau bilang sesuatu sama Ily" ily melihat Kean dengan tatapan polos nya kemudian mengangguk.
"Emm.. Ily tau gak?? Kalo Ily tuh spesial buat kakak" Ily menggeleng
"Ily tau gak kalo jangtung kakak sering berdetak cepat kalo lagi sama Ily atau pikirin Ily?" Ily menggeleng lagi
"Mau bukti??" Ily menatap kean ragu, namun setelah itu ia mengangguk .
Kean mendekat dan memeluk Ily, tangan Ily diarahkan pada jantung Kean.
Deg deg deg deg deg
Jantung Kean berdetak dengan cepat. "Itulah buktinya"
"Kok bisa kak?"
"Karena kakak sayang Ily"
"Kakak cinta sama Ily"
"Sayang?? Cinta ??? Seperti apa??"
"Kekasih , Kakak mau Ily jadi pacar kakak, karena kakak sayang dan Cinta sama Ily"
"Tapi kata kakak sama Abang , Ily gak boleh pacaran"
"nanti kakak akan izin sama mereka, jadi bagaimana?? Ily sayang kakak??"
"Sayang"
"Cinta??"
"Cinta itu apa??" Bingung juga gue jelasinnya
"Eumm itu deh pokoknya, jadi ?? Jawabannya?? "
"emmm..Ily"
"Ya?? Mau kan??" Ily menatap wajah Kean dengan semburat merah dipipinya.
"Iya Ily mau"
"Yang bener?? Kamu mau jadi pacar kakak??"
"Iyaa kak, tapi nanti kakak bilang kan ke abang sama kak Sean??"
"Iya nanti Kakak bilang... ke mereka" "terima kasih karena udah mau jadi pacar kakak" Kean pun memberikan boneka Minion nya pada Ily.
"Miinniiiii... uhh lucunyaa.. kamu gede banget sih " "makasih ya kak Kean"
"Sama sama sayang"
"Sayang??" Semburat merah itu muncul lagi dipipi putih Ily.
"Iyaa.. kan kita udah pacaran"
"Ohh jadi kalo udah pacaran harus panggil sayang??"
"Engga juga sih, eemm... gimana kalo kakak panggil kamu , Lily , kamu panggil kakak apa ya??"
"Kalo Keke , mau ga?"
"boleh.. makasih ya Lily " Kean pun membawa Ily dalam pelukannya.
"Sama sama Keke"
Akhirnya setelah tugas selesai , Ily dan Kean segera masuk ke dalam rumah untuk berpamitan pulang. Ily tak ingin pulang terlalu sore .
Dimobil Ily dan Kean saling melontarkan candaan yang membuat mereka tertawa, sesekali Kean akan mengusap pipi atau kepala Ily . Akhirnya ia mendapatkan Ily.
〰〰〰〰〰
Sesampainya dirumah Ily, Kean membukakan pintu mobilnya untuk Ily, ia begitu lembut memperlakukan Ily. Setelah Ily menggenggam tangannya, Ily turun dari mobil sport Kean.
"Thank you Prince Keke"
"You are welcome Princes Lily" Kean menggenggam tangan Ily dengan erat, ia akan meminta restu pada orang tua Ily begitupun pada kedua kakaknya. Walau Kean tahu bahwa kedua kakaknya Ily adalah teman sekelasnya, Kean akan mencoba untuk mendekatkan diri pada mereka.
*Ting tongg
Tingg toonngg*
Pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita yang sangat anggun . Diperkirakan umurnya 40an . Beliau menampilkan senyumannya pada Kean.
"Sore mom"
"Sore tante"
"Sore Ily , baru pulang?? Eh.. ada teman Ily, ayo masuk dulu"
"Ayo kak"
Mereka memasuki mansion luas kediaman Azfary. Kean memang berada dibawah Azfary, tapi rumah Kean juga tak kalah megahnya dengan rumah Ily.
Setelah duduk di sofa ruang tamu yang telah disediakan, mama Ily pergi ke dapur untuk mengambil cemilan dan minum, sedangkan Ily pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya. Kini Kean sendiri di ruang tamu, banyak foto foto yang terpajang di dinding maupun di meja dan nakas . Foto Ily kecil membuat Kean gemas bukan main .
Imut banget sihhh pacar gueee ....
"Ekhem"
"Eh monyong" gila gue kaget
"Eh, ada lo sean"
"Hm, ngapain?"
"Hah?? Oh enggak"
"Nak Kean mari sini , ini cemilannya "
"Iya tante, gue mau bicara sama lo dan yang lainnya. Seano mana??"
"Gue panggil"
Sean pergi ke atas untuk memanggil Seano.
Kini mereka telah berkumpul di ruang tengah, dan juga bersamaan dengan datangnya Ily .
"Halooo semuanyaaaaa"
"Hai sayang, sini duduk " Sean mengarahkan Ily untuk duduk di pangkuannya. Ily?? Ya dia duduk sesuai perintah Sean
"Jadi, mau ngomong apa??" Seano berbicara dengan dinginnya
"Ekhmm... em.. tante maaf sebelumnya, Sean Seano, saya mau meminta izin untuk pacaran dengan Ily. dari awal pertama lihat Ily saat dia kelas sepuluh, kami bertemu karena tabrakan di koridor sekolah, awalnya saya ingin marah, tapi di urungkan karena melihat wajah Ily."
"Ily yang lembut, baik dan juga cantik. Saya menyukainya tante. Setelah itu saya melihat betapa dekatnya Ily dengan Sean Seano membuat saya cemburu "
"Hingga kelas dua belas kami sekelas karena Ily mengikuti aksel, dan disitu saya coba mendekati Ily"
"Saya menyayangi Ily, saya juga mencintai Ily, saya disini mau meminta izin untuk menjadi pacar Ily dihadapan kalian semua"
Belum ada jawaban dari ketiganya. Sean dan Seano diam dengan muka merahnya menahan amarah, sedangkan sang mommy sudah tersenyum haru karena melihat ketulusan dimata Kean.
"Tante izinin, asalkan kamu bisa menjaga Ily seperti Sean Seano"
"Saya akan jaga Ily tante, terima kasih" kemudian ia menatap Sean Seano.
"Kalo mom izinin, gue juga, tapi lo dalam pengawasan gue" Kean menganggukkan kepalanya cepat ia mendapat restu juga dari kakak Ily.
"Gue juga setuju aja, awas aja kalo lo sampe nyakitin Ily"
Kean bahagia
Ily bahagia
Karena akhirnya meereka berpacaran .