CUTE SISTER

CUTE SISTER
Will You?



Tae kini sudah diperbolehkan pulang, walau dengan perban yang masih terpasang di kepala dan juga tangannya. Dan itu yang membuat Ily tetap kekeuh agar Tae tetap di rawat.


Tae bukannya tak ingin menuruti kemauan Ily, tapi dia sudah sangat bosan karena selama 2 minggu ini terus menerus berdiam diri di ruang rawatnya.


"Sudah ya Queen... Tae gapapa kok nih.. liat, udah bisa jalan kan???"


"Ia sihhh.. tapi tetep aja, Ily khawatir Taeeee"


"Tenang aja Queen " cup , Tae dengan refleksnya mencium pipi Ily, dan itu membuat keduanya terdiam seperti patung karena merasa malu dengan jantung berdebar kencang dan muka yang memerah.


"Eh .. em.. I.. Ily.. maaf" ucap Tae sangat gugup.


"ga...gapapa Tae, itu tandanya Tae sayang Ily kan??"


"Iyaa .. sayang banget " Tae mendekat , kemudian dengan beraninya ia memeluk Ily dengan tangan sebelah kanannya yang terbebas dari perban.


Sean dan Seano mendekat ke arah mereka berdua setelah menyelesaikan administrasinya.


"Mending lo tinggal sama kita aja Ryeon, biar ada yang ngurusin lo, ada dua calon dokter nih di rumah gue"


"Aahh.. iya bener, kenapa gue lupa sama kenyataan itu ya??"


"Hahaha... jadi gimana?? Mau dirumah kita aja??"


"Boleh deh"


"Asiiiikkkk... Tae nginep di rumah Ily" teriak Ily begitu kegirangan.


"Yuk Tae, kita pulang" ajak Ily pada Tae.


Setelah mereka masuk dalam mobil dengan posisi Sean dan Seano yang di depan, sedangkan Ily dan Tae di belakang.


Ily dan Tae tertawa terbahak bahak karena Tae yang menceritakan kisah kecilnya.


Flashback on


"Rye... sini... "


"Tunggu ma, ini nanggung masih main sama yang lain"


"Cepet Rye"


"Iyaaaa sebentar"


Ternyata mama Ryeon mendekat kearahnya


"Astagaaaaa.... Ryeon... kamu kenapa jadi beginiiii??? Ya Ampuunnn" Mama Ryeon menjerit histeris saat sang anak didandani layaknya perempuan oleh para temannya yang sudah kabur


Bibir dengan lipstik merah, kelopak mata yang menggunakan shadow pink, dan rambut palsu panjang warna merah.


"Astagaaa.... kamu kenapa bisa begini Ryeon"


"Rye kan lagi main mama... mama sihhh jadi pada kabur kan temen Rye nya"


"Ya lagian, kalian ada ada aja mainnya... masa anak cowok di dandanin kayak begini. Sekarang kita mandi , biar bersih" akhirnya Ryeon di tarik oleh sang mama untuk membersihkan diri.


Flashback off


"Haahah... aduhhh.. Tae.. kamu kayaknya cantik banget yaaaa hahaha.."


"Ck.. ganteng gini ..." dumel Tae merasa kesal karena Ily malah men tertawakannya.


"Iya iya .. Tae emang ganteng... "


setelahnya Ily menyenderkan kepalanya pada bahu Tae yang tidak luka.


Mereka kini telah sampai, dengan segera Ily menuntun Tae ke kamar yang memang telah disediakan oleh para pembantu di rumah ini karena telah di hubungi oleh Sean.


"Ini kamar Tae.. sebaiknya Tae cepat tidur biar istirahatnya cukup"


"Okeyy.."


Ily melangkahkan kakinya untuk keluar kamar Tae, Tae yang sudah terbaring langsung bangun kembali sambil menggenggam tangan Ily.


"Queen, nanti malam bisa kita ngobrol sebentar?? Hanya berdua"


"Siap Tae... yaudah sekarang Tae bobo yaaa" Ily dengan telatennya membantu Tae membaringkan tubuhnya, setelah itu menutup tubuh Tae dengan selimut hingga pinggang. Ily juga menurunkan suhu ac kamar Tae agar tidak kepanasan.


Kamu terlalu berharga untuk disakiti Queen


〰〰〰〰〰


Sean dan juga Seano kini sedang mengobrolkan sesuatu yang menurut mereka sangat penting. Karena ini menyangkut tentang Ily.


"Jadi gimana bang??"


"Hm.. abang lebih berharap pada Ryeon"


"Iya juga sih, kita juga gak tau gimana keluarga dia"


"Hmm.. bener juga"


"Jadi gimana kak??"


"Kita liat aja gimana kedepannya"


Malam pun tiba, dimana semua berkumpul di ruang makan untuk menyantap makan malam mereka. Mereka makan dengan sangat khidmat, setelah selesai makan, Tae langsung membawa Ily ke taman belakang rumahnya.


"Ada apa sih Tae??"


"Emm.. Queen .. "


"Iyaa Tae??"


"Aku mau jujur sama kamu Queen"


"Jujur apa Tae.."


"Emm... sebenarnya... Aku suka sama kamu"


"Ah.. ah.. lebih tepatnya sayang dan cinta sama kamu sebagai lelaki pada perempuannya Queen" koreksi Tae dengan cepat


"....."


"Aku gak akan ngajak kamu pacaran Queen... tapi


Tae mengeluarkan sesuatu dari saku  celananya



"Queen, Will you Marry me??"


Deg


Deg


Deg


Ily terkejut dengan pernyataan Tae, ia bingung harus menjawab apa, yang lebih mengejutkan lagi , ia mengajaknya menikah, bukan pacaran!!!


Hatinya masih merasa takut akan apa yang terjadi selanjutnya, Ily takut kecewa lagi.


Namun Ily bisa melihat binar kesungguhan dimata Tae.


"Maaf .... Tae...."


"Maaf ?? Maaf kenapa Queen?" Ucap Tae dengan nada pasrahnya


"Aku gak bisa...."


"Apa??tapi kenapa?? Apa gak ada kesempatan buat aku??"


"Bukan itu..."


"Terus apa alasannya??"


"Karena Ily gak bisa nolak Tae..."


Tae yang mendengar itu langsung berteriak kegirangan... hingga mengangkat tubuh Ily sambil memutarnya...


"Aaaahhhhh... bahagiaaaa rasanyaaaaa..."


Ily yang mendengar teriakan Ryeon hanya tertawa , karena iapun merasakan hal yang sama.


Kebahagiaan


Dengan segera Tae menurunkan Ily dan memasangkan cincinnya.


"Terima kasih karena mau menerimaku Queen" Tae pun mengecup punggung tangan Ily yang telah terpasang cincin indah di jarinya.


"Seharusnya Ily yang berterima kasih, karena Tae selalu ada untuk Ily dan sekarang bersedia melamar Ily"


"Itu memang harus aku lakukan Queen, aku takut kamu diambil orang lain"


"Hahahah... gak akan lah Tae... ngaco aja " Tae langsung memeluk Ily erat kemudian mengecup puncak kepala Ily dengan senyum bahagia yang tak pernah luntur dari bibir keduanya.


〰〰〰〰〰


Sorry baru up... nungguin gak nih???? 😁😁😁😁


Aku harap besok aku bisa double up... tapi lihat besok aja yaaaa


Happy Reading 😘😘