CUTE SISTER

CUTE SISTER
Nabila



Pagi hari yang tenang , tanpa mereka tau bahwa telah terjadi perdebatan di ruangan kerja salah satu anggota keluarga mereka.


"Gimana masalah ******** itu?" Tanya Sean pada abangnya.


"Masih sama"


"Bagaimana dengan Nabila?" Tanyanya kembali .


"Dia masih biasa saja , abang masih suka nengokin dia"


"Ingat bang, dia anak dari ******** itu"


"kak, ingat.!!! Yang berurusan dengan kita itu Kean, bukan anaknya"


"Tapi tetap saja bang, Nabila adalah anak dari orang yang telah menyakiti adik kita"


"Kak... jangan sangkut pautkan Nabila dengan mereka berdua, dia gak salah"


"Kenapa abang selalu bela anak itu? Kenapa bang??" Ucap Sean menggebu karena ia tak menyukai semua orang yang berhubungan dengan Kean Elyas Sragif.


"Sean... ingat... dia hanya anak yang terlahir dari rahim wanita itu, dia bahkan tak tau apa apa masalah kita"


"Bahkan sampai saat ini abang yakin bahwa dia tak pernah tau wajah ibunya sendiri, terus kamu masih mau salahin Nabila??"


Tanpa diduga oleh siapapun, seseorang diluar ruangan itu menutup mulutnya seraya menangis terisak. Ia bahkan tak tau jika kedua orang tersayangnya masih mempermasalahkan kejadian masa lalunya .


"Kenapa mereka melakukan ini semua karena Ily?"


"Kasihan Nabila, bahkan dia tumbuh tanpa seorang ibu"


"Apa yang harus Ily lakukan ... hiks hiks"  - Ily membatin seraya terisak dalam diamnya.


Akhirnya Ily pergi meninggalkan tempat itu.


Dengan segera ia mendatangi Tae yang masih tertidur di kamarnya.


Ceklek, Ily memasuki kamar dan melangkah perlahan dengan pikiran yang masih tertuju pada Nabila.


"Apa yang harus Ily lakukan??"


"Apa yang akan terjadi selanjutnya jika..."


Pikiran itu terhenti saat suara Tae membuyarkan lamunannya.


"Kenapa sayang?" Ucap Tae dengan lembut saat melihat kerutan di kening Ily dan juga raut kahwatir dari wajah cantiknya.


"Tae ..." ia ragu... ya!! Bagaimana pun juga , Kean adalah mantan Ily, ia tak ingin menyakiti Tae.


Tapi, "kenapa Queen?" Tae meraih tangan Ily dan membawanya ke atas pangkuan Tae .


"Tae.. Ily takut"


"Takut kenapa sayang?? Hm.. cerita sama aku"


"Ily takut Tae sakit" Ily kembali menatap Tae dengan gelisah.


"It's okey sayang..  coba cerita"


"Tae... Ily boleh minta sesuatu?"


"Apa sayang??" Tae masih dengan sabarnya mendengar keinginan sang istri sambil mengelus kepalanya sayangm


"Emm ... boleh gak?? Kalo Ily urus Nabila?" Ucap Ily dengan nada takutnya , bukan takut ia akan  di marahi oleh sang suami, tapi ia takut karena Ily akan menyakiti hati suaminya ini.


"Nabila??" Ucap Tae sambil. menaikkan sebelah halisnya


"Ya... Nabila"


"Nabi...la..? Anak ******** itu???" Ucapan itu masih santai, namun tersirat luka dimata Tae saat bertanya pada Ily.


"Iya Tae" Ily menunduk sambil memilin milin bajunya , ia takut , sangat takut.


"Kenapa ingin mengurusnya Queen??"


"Nabila... dia tak pernah merasakan kasih sayang orang tuanya Tae.. dia kesepian"


"Apa karena dia anak mantan kamu ?"


"Bukan itu Tae... tapi karena Nabila, Ily ingin memberi kasih sayang pada Nabila, Ily tak ingin jika Nabila tumbuh tanpa kasih sayang , Ily..."


"Kamu boleh mengurusnya Queen" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Tae. Ily bahkan tak percaya akan apa yang di ucapkan suaminya ini.


"Tae?? Tae serius??"


"Ya.. aku serius sayangg... " ucap Tae dengan senyum manisnya.


"Tae... " Ily pun langsung memeluk Tae dengan perasaan campur aduk. Senang, haru, tak enak hati... namun ia bahagia.


"Tapi..."


"Apa Tae?? Tapi apa??"


"Hanya sampai Kean kembali" Ily yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya dengan senyum yang selalu menjadi candu untuk Tae.


Ingatkah keadaan Kean saat terakhir kali ? Ia tertusuk oleh pisau yang Sean arahkan padanya .


"Thank you Tae.. and I love you so much"


"I love you too Queen.. aku akan lakukan apapun jika itu membuat kamu tersenyum"


Tae kembali memeluk Ily dengan erat.


Ya, dia tak apa...


Dia baik baik saja


Namun apa hatinya pun merasakan baik baik saja??


〰〰〰〰〰


"Glen ma... mau temana?"


"Mau ke butik, kamu sama bi Asih dulu ya..."


"Iya Glen ma"


Nabila mengantar Grandma nya alias mommy Kean kedepan rumahnya .


Namun sebelum itu, bel rumahnya berbunyi .


Ting tong


Karena sang tuan rumah alias mommy Kean berada di hadapan pintu rumahnya , akhirnya ia membuka pintu itu dengan lebar.


"Selamat siang mom"


"Ily??? Aaahh... mom kangen banget sama kamuuuu" pekikan itu begitu keras , karena saking tak percayanya dengan apa yang dilihatnya kini.


"Ily juga kangen mom..." mereka berpelukan melepas rindu, setelahnya Ily beralih pada gadis kecil yang menatap Ily dengan mata cantiknya.


"Haii Nabil??"


"Ommy Ly... Nabil linduuuu..." Nabila langsung memeluk perut Ily , Nabila merasa aneh saat ada sesuatu yang menghalanginya , akhirnya Nabila kecil menatap ke arah Ily.


"Ommy.. ini apa?" Tanya Nabila seraya menunjuk perut Ily yang telah membuncit.


"Baby?? Adik Nabil?"


"Ommy.. ini apa?" Tanya Nabila seraya menunjuk perut Ily yang telah membuncit


"Baby?? Adik Nabil?"


〰〰〰〰〰


Adik Nabil?? Kata itu terlontar begitu saja dari bibir mungil dan ekspresi wajah manisnya. Ily menatap Nabila dengan senyum merekahnya, Tae? Bahkan ia tak di beri sambutan dari anak yang katanya akan ia asuh nanti.


"Nabil... ini om Tae nya gak di peluk?" Ucap Ily menyadarkan Nabil seraya mengalihkan pembicaraan apa yang tadi Nabil tanyakan.


"Halus ommy? Kan Nabil unya papa"


Tae yang mendengar itu langsung memutar bola matanya merasa jengkel bukan main.


"Aku tunggu di mobil ya sayang" bisik Tae pada Ily namun dengan cepat Ily menahannya.


"Sama aku aja"


"Okey... Fine" Tae menghembuskan nafas gusarnya.


Ia tak nyaman


Bahkan mommy Kean pun seperti enggan menyapa Tae.


"Mom.. ini Ryeon Tae , suami Ily "


"Selamat siang nyonya" ucap Tae seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat.


"Siang" mommy Kean membalas dengan sangat kentara bahwa ia tak menyukai Tae.


"Mom, Ily mau minta izin sama mommy, boleh ngobrol sebentar?"


"Boleh.. silahkan masuk"


"Terima kasih mom, ayo sayang... " bukan pada Tae melainkan ajakan Ily pada Nabila.


Tae mendengus tak suka karena Ily mengabaikannya.


Ily sadar itu , setelah sedikit berbisik pada Nabila , ia melangkah mendekati Tae.


Cup


"Ayo ayah... " Ily pun menarik dengan lembut pergelangan tangan Tae , tanpa Ily tau bahwa Tae kini tengah tersenyum lebar di belakangnya.


"Sini duduk sayang" ucap sang mommy pada Ily dan di turutinya. Nabila menatap Tae dengan pandangan yanggg....


Tae tau arti dari tatapan mata yang diperlihatkan Nabila pada nya.


"Huffftt... yaudah.. sini " ucap Tae dengan pasrah.


Akhirnya Nabila duduk di pangkuan Tae dengan senyuman manisnya.


"Om..." bisik Nabila namun tak mengalihkan pandangannya dari Ily yang kini sedang mengobrol dengan Mommy Kean.


"Om.." ihh ... Om Ryeon kok da jawab. Batin Nabil mulai merasa kesal.


"Ommm" Nabila mulai sedikit mengeraskan volume suaranya , namun tetap tak berubah.


Tae bukannya tak mendengar panggilan itu, tapi ia sengaja mengerjai anak yang kini berada di pangkuannya.


"OOMMMM" Teriakan itu sangat keras hingga Ily dan Mommy Kean menatap ke arah mereka berdua.


"Apa Nabil?" Jawab Tae yang masih mengusap telinganya yang sedikit berdengung karena mendapat teriakan dari Nabila.


"Om napa sih da awab anggilan Nabil?"


"Emang kapan Nabila panggil om?"


"Dali tadi oommmmm" ucap Nabila dengan nada kesalnya.


"Masa sih?? Om gak denger tuh" Tae menjawab dengan nada cuek nya.


"Iihhh... Ommy... om lion nya jahat ama Nabil" aduan itu berseru begitu saja dari mulut mungil Nabil saat hendak turun dari pangkuan Tae,. dengan segera Tae menahannya


"I 'm sorry, Nabil ada apa panggil om hm??" Ucap Tae dengan lembutnya.


"Om , om au kan jadi papa Nabil?"


"Gak mau" jawabnya begitu cepat.


Nabila, Ily dan juga mommy Kean yang mendengar hal itu terkejut bukan main. Nabila dengan mata berkacanya bertanya kembali pada Tae.


"Tenapa om? Nabil kulang cantik spelti ommy Ly? atau Nabil kulang penosanya.?" Ucapan itu membuat Tae terkekeh geli seraya memperlihatkan gigi putihnya.


"Pesona sayang .. " Tangan Tae pun membelai surai indah Nabila dengan sayangnya.


"Karena om bukan papa Nabil , nama papa Nabil siapa?"


"Papa Kean"


"Nahh... berarti panggil om ... Daddy?"


"Daddy??"


"Iya, karena papa hanya untuk papa Kean, jadi Nabil panggil Daddy , gimana?"


"Ote Daddy... jadi mulai cekarang Daddy hilo Nabil?"


"Iya donggg "


"Waaahhh... Nabil punya dua Hilooo... yeeaayyy"


Seruan itu membuat Ily tersenyum bahagia, ternyata suaminya memang ingin mencoba mendekati Nabil.


Syukurlah


Akhirnya Ily kembali melanjutkan obrolannya dengan mommy Kean.


"Bagaimana mom??"


"Baiklah... tapi kamu harus sering kesini ya sayang"


"Iya mom ... pasti " akhirnya mereka mendapatkan izin untuk merawat Nabila hingga Kean kembali.


〰〰〰〰〰


Di ruangan serba putih ada pasien yang mendapat banyak luka disekujur tubuhnya dan juga luka tusukan pada perut sebelah kanannya,  selang oksigen yang terpasang pada hidungnya membuat siapapun iba melihatnya.


Tapi siapa sangka ,?


Perbuatannya di masa lalu pada kehidupan seseorang membuatnya mendapatkan luka ini?


Kean Elyas Sragif , akankah kau mau menemui ajalmu saat ini ??


Atau kembali dalam kehidupan dan memberikan senyum untuk orang di sekitarmu?


〰〰〰〰〰


Hayoohhh.. adik Nabil???


Aku up guyssss... ditunggu VOTE dan COMMENT nya yaaaa...


💞💞💞💞💞