
Semua rasa bahagia tercurahkan begitu saja, wanita yang dulunya seorang gadis cantik, imut, manja, dan juga memiliki hati yang tulus kini mendapatkan sesuatu yang membuatnya terus berucap syukur.
Ily bahagia.
Suaminya bahagia.
Kedua kakaknya bahagia.
Begitupun orangtuanya.
Tak ada orang tua yang tak menginginkan seorang anak. Anak adalah anugerah terindah dalam setiap rumah tangga.
Ramai
Hangat
Canda
Dan kebahagiaan
Walau lelah membuat sebagian orang ingin menyerah , tapi tak pernah sampai terfikir seperti itu.
"Aku akan mengahadapinya"
"Aku akan melawannya"
"Dan aku akan setia berjalan bersamanya "
〰〰〰〰〰〰
Malam pun telah tiba , Tae dan Ily kini berada di kamar mereka, Ily duduk dengan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang. Sedangkan Tae , ia tidur di paha Ily dengan wajah menghadap ke arah perut istrinya kini.
"Haii baby, ini Ayah" ucap Tae seraya mengelus perut Ily yang masih rata.
"Apakah mereka bisa mendengar ku Queen??"
"Emm.. untuk saat ini belum Tae, karena mereka masih berbentuk gumpalan"
"Emm.. tapi , apa kamu merasa mual pusing atau semacamnya sayang??"
"Aku hanya mual , dan itu terjadi tadi pagi saja"
"Tapi kamu baik - baik aja kan sayang??"
"i'm okey Tae... " Ily mengelus rambut Tae yang kini telah berubah warnanya lagi menjadi merah.
"kapan aku bisa berbicara dengan baby , Queen??"
"Em... mungkin saat usia kandungannya 4 bulan?"
"Benarkah??"
"Iya..." Ily melihat binar kebahagiaan dari pancaran mata Tae.
Ily menyayangi dan juga mencintai suaminya kini. Jangan sampai ada yang merusaknya.
"Apa Ily bilang sekarang aja kalo Ily ketemu Kean?? Tapi Ily gak mau buat hari ini hancur.. biar nanti saja "- batin Ily
Tae kini memeluk perut Ily dengan sayang,
"Besok kita chek kandungannya ya"
"Okey Tae"
"Kalau begitu kita istirahat, kamu pasti lelah Queen"
"Iya Tae Ily cape, tapi gapapa. Apa Sakha sudah tidur??"
"Sudah sayang, sebelum kita datang , kata mom Sakha terlalu banyak tertidur"
"Hahaha.. gapapa Tae , itu memang selalu dilakukan oleh bayi seumuran Sakha"
"Kita lihat dulu gimana??" Ajak Tae pada Ily yang dibalas anggukan oleh Ily.
Mereka melangkah menuju kamar sebelah melalui pintu penghubung kamarnya dengan Sakha.
Dan di sanalah Sakha yang terlelap tidur dengan selimut biru nya.
"Halo Kakak"
"Wahh... udah mau jadi kakak yaa Sakha" sambung Tae.
"Yaa Tae, dan semoga , baby kita diberi kesehatan hingga lahir nanti"
"Ya.. aku akan selalu berdoa untuk kalian semua, sumber kebahagiaanku"
Tae memeluk Ily dari belakang , tangannya mengelus perut Ily . Sesekali kecupan manis Tae berikan pada sang istri.
〰〰〰〰〰
Disebuah kamar yang berhiaskan bulan dan bintang , terdapat dua orang yang kini sedang bernegosiasi kecil sambil tertidur. Seorang lelaki dewasa dan juga putri kecilnya.
"mommy Ily sedang di rumahnya sayang, sekarang bila tidur ya"
"Nda papa, ila au ommy Ly"
"Besok kita bertemu mommy Ily ya, gimana??"
Nabila kecil terdiam sambil memikirkan apa yang diucapkan sang papa.
"Iya ..." akhirnya Nabila pun mengiyakan apa yang diucapkan Kean sang papa.
Kean bersyukur karena Nabila tak menuntut lebih keinginannya.
"Sekarang Nabila tidur ya, sudah malam, biar besok gak kesiangan ketemu mommy Ily nya"
"Iya papa"
"Good night sweetie" cup... Kean mengecup dahi sang anak dengan sayang
"Nit too papa" cup Nabila pun mencium pipi Kean.
Akhirnya Kean meninggalkan sang anak agar tertidur.
Kean berjalan menuju kamarnya, setelah itu ia berdiri di depan kaca besar yang memang tersedia di kamarnya.
"Apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan kamu lagi Lily??"
"haruskah aku bertindak jahat lagi??"
"Menculikmu agar mau disampingku lagi??"
"Atau... haruskah aku membunuhnya??"
"Sepertinya yang terakhir akan menjadi pilihan yang tepat"
Seringai jahat muncul dibibir Kean.
"Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan kamu lagi Lily"
"Apapun itu... demi aku, dan... Nabila"
Kean tetap menatap matanya yang kini berada di hadapannya.
〰〰〰〰〰
Pagi menjelang, semua orang kini telah di gemparkan dengan tangis Sakha yang begitu kencang.
Ily dan Tae langsung berlari , namun hanya Ily yang memasuki kamar Sakha , sedangkan Tae berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya.
Huueekk....
Huueekk...
Tae terus memuntahkan cairan bening dari mulutnya, Ily pun segera menghampiri Tae dengan Sakha yang berada di gendongannya.
Ily memijit tengkuk Tae dengan perlahan , berharap akan mengurangi mual yang di derita oleh Tae.
Brraakkk, suara pintu kamar Ily terbuka dengan kasar. Itu adalah mommy. Ya, ia berlari untuk membawa Sakha dari gendongan Ily, untuk memudahkan Ily membantu Tae .
Namun Sakha makin menangis kencang, tak ingin berpisah dengan Ily.
"Yasudah, biar mom yang pijit Ryeon, kamu sama Sakha dulu sayang"
"Iya mom, Tae .. sama mommy dulu ya." Tae hanya mengangguk sebagai jawaban.
Ily turun menuju dapur untuk membuatkan Sakha susu.
Dengan telatennya Ily menyusui Sakha yang kini ada di gendongannya.
"Hallo anak bunda... " ucapan Ily dibalas dengan senyum manis sang bayi yang masih menyusui.
"Sakha nanti akan punya adik, senang gak??"
Sakha tersenyum kembali begitu pun Ily .
"Semoga kamu akan tetap tersenyum sayang" - Sean
Sean menatap Ily dari kejauhan , ia tau bahwa Kean ada disini . Sean takut jika Kean akan bertindak kembali.
"Dan kuharap tak akan ada kejadian buruk "
〰〰〰〰〰
Wahhh.... Kean punya rencana jahat guys... apa yang harus kulakukan untuk part selanjutnya...???
Buat para teman teman yang belum follow akun aku... silahkan klik
FOLLOW
SitiHandriani
Yukk ditunggu love, vote dan komentarnya 😘😘