CUTE SISTER

CUTE SISTER
Duka



Kepergian Ily membuat semua orang yang menegenalnya begitu terpukul. Sosok ceria , manis dan pintar telah meninggalkan kita semua.


Banyak kenangan yang Ily torehkan pada setiap ingatan orang orang yang mengenalnya. Sayangnya, waktu yang mereka miliki hanya sedikit untuk mengenal Ily lebih dekat lagi.


Kini semua korban akan di pulangkan kepada keluarga masing masing. Mansion kediaman keluarga Azfary kini telah terpampang bendera kuning di depan gerbang masuknya. Begitupun banyaknya bunga pertanda ikut berduka cita dari setiap kolega bisnis ataupun dari kerabat dekat.


Tangis memenuhi ruang keluarga Azfary, semua berpakaian Hitam dengan wajah yang sembab dan juga muka lelah karena tak istirahat sedari kemarin.


Ttiinnuuuttt tttiinnuuttt


Suara ambulance memasuki gendang telinga mereka, adiknya, orang tersayangnya berada di dalam sana dengan keadaan tak bernyawa lagi.


"Tuhann.. Tolong segera bangunkan aku dari mimpi buruk ini, aku tak ingin ini terjadi Tuhan" - batin Seano


"Adekk.. kenapa adek pergi ninggalin kakak??? Nanti siapa lagi yang bakalan manja sama kakak?? Kakak gak bisa kalau sampai harus kehilangan kamu selamanya" - Sean , Ia memeluk erat foto Ily yang tengah tersenyum manis menghadap camera.


"Sayang kenapa ninggalin Keke secepat ini, padahal kita belum berhubungan selama satu tahunpun, tapi kamu malah ninggalin Keke sendiri, katanya kalo kita udah satu tahun Ily mau diajak ke seaworld, tapi kenapa Ily malah pergi sebelum Keke tepati janji itu" -Kean


Peti mati dikeluarkan oleh petugas ambulance, dengan segera para pengawal keluarga Azfary mengambil alih peti mati nonanya.


Tangisan tak terbendung lagi disetiap mata yang melihat betapa terkejutnya mereka dengan kenyataan ini.


Sang mommy kembali pingsan karena kehilangan putri satu satunya yang begitu ia sayang.


Setelah di tempatkan pada tempatnya,  keluarga mendekat ke arah peti itu. Tangisan pun muncul secara terus menerus tak tega melihat adiknya dengan keadaan mengenaskan seperti ini . Kulit terbakar , rambut yang sudah rapi namun tetap terlihat kulit yang melepuh karena hangus terbakar api. Mereka pun melihat tangan Ily yang memegang topi pemberian Sean .


Sean menangis tak henti karena melihat begitu Ily menjaga barang keberuntungannya. Namun bukan keberuntungan yang Ily dapat, tapi kematian.


"Tuhan, aku gak sanggup lagi, putri kecilku terkapar kaku dihadapanku saat ini . Wajah yang selalu dipuji karena kecantikan dan kepolosannya kini hilang dan terganti dengan warna hitam tak membentuk wajahnya , kenapa kau memberikan cobaan ini pada keluarga ku??"


〰〰〰〰〰


Orang tua Sandy langsung pulang untuk menemui sang anak, mereka akan meminta maaf karena mereka selalu sibuk dan tak memperhatikan perasaan anak mereka sendiri. Mereka kini sadar apa yang mereka perbuat itu salah.


"Siapa yang meninggal mas??"


"Gatau, kita salah rumah gak sih??"


"Enggak tuh, yuk kita masuk"


Mereka melewati para tamu yang menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan , namun sedetik kemudian wanita parubaya itu menjerit histeris saat melihat foto sang anak telah membingkai indah di atas peti mati yang masih terbuka.


"SANDDYYYYYYY" pekikan histeris dari nyonya mereka membuat semua pelayan kembali menangisi tuannya yang sangat ramah.


Sandy adalah orang yang selalu berkata lembut dan juga cerdas, wajahnya yang tampan tak membuat dirinya sombong. Maka dari itu banyak yang menyukai Sandy secara terang terangan ataupun mencuri lirik padanya.


"Kenapa??? Mommy mau minta maaf nak, tolong kembali, kenapa kamu malah ninggalin mommy"


"Ayo Sandy, kamu harus bangun, Sanddyyy.... banguuunnnnn" mommy sandy sangat histeris  , ia bahkan melupakan dirinya sendiri yang kini telah berlutut disamping peti Sandi. Sang mommy menggenggam tangan Sandy yang sudah terkujur kaku.


"Sandyy   ayo bangun, cepat jawab pertanyaan mommy ya" sang mommy hanya terkejut saat melihat anaknya kini .


Daddy Sandy?? Ia pun meneteskan air matanya tak kuasa menahan tangis karena penyesalan yang kini ia rasakan.


Dikediaman Azfary


Nyonya Azfary kini masih terbaring pingsan dan beristirahat di kamar. Sean dan Seano saling memeluk menguatkan diri mereka. Kean?? Ia menatap kosong peti mati di hadapannya. Para pembantu dan pengawal menatap sedih keluarga majikan mereka, keluarga yang selalu tersenyum dan harmonis kini dibanjiri air mata yang tak tertahan lagi


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan sepatu memasuki kediaman Azfary dan saat semua orang melihat siapa yang datang...