
Setelah berpindah ruangannya agar satu kamar dengan Tae, Ily menyampingkan arah tidurnya menghadap ke arah Tae yang kini masih memejamkan matanya.
Banyak peralatan rumah sakit yang menempel pada tubuh Tae. Ily tak tega melihatnya, dirinya saja yang hanya terkena memar dan beberapa luka kecil merasakan sakit, apalagi Tae.
Ily berharap ia tetap bisa melihat Tae tersenyum . Ily turun dari tempat tidurnya, kemudian dengan langkah perlahan dan dengan tangan kanan yang membawa infus dirinya. Ily mendekati Tae, tangan kirinya mulai terangkat ,Ily membelai wajah Tae , menatap bagaimana sebelumnya wajah ini tersenyum, merajuk dan tertawa padanya.
Ily menurunkan belaiannya pada tangan Tae yang kini menggunakan gips dan juga selang infus yang terpasang. Tangan ini selalu menggenggam, merangkul, mencubit , memelukku , dan mengusap kecil kepalaku .
"Hai Tae, bangun dong... Ily kangen sama Tae"
"....." tak ada jawaban dari Tae. Namun Ily tetap mengajak Tae untuk bercerita tentang apa yang pernah dilaluinya bersama kedua kakaknya.
"Tae tau gak?? Waktu kecil tuh ya, Ily kan main petak umpet sama abang sama kakak, ehh waktu Ily yang jaga , Ily susah banget nemuin abang sama kakak nya. Akhirnya Ily nyerah deh. Jadi yang jaganya abang.
Setelah Ily ngumpet di tempat yang sama bareng kakak, ada seseuatu yang merayap di rambut Ily... ihhhh.. jadi geli sendiri kalo inget cerita itu.
Ternyata ya Tae, kamu bisa tebak gak itu apa??"
"......." tidak ada respon dari Tae, tapi Ily tetap melanjutkan ceritanya.
"Ternyata... itu tuh kecoaaaa... iihhh serem banget, apalagi kecoa itu terbang, kan takut. Akhirnya Ily sama kakak kabur buat cari abang , ehhh kecoa nya malah ikutin kita dan hinggap di kepala kakak... hahahah... jadi kita lari lari deh buat hindarin kecoa nya ."
Ily menatap ke arah Tae lagi, mata itu masih terpejam dengan sangat damai.
"Tae, tau gak?? Waktu Tae nembak Ily di taman belakang gedung pernikahan Kean , entah kenapa jantung Ily berasa Deg degan banget. Padahal itu cuma sandiwara ya?? Hufftt... Ily gak bisa jauh dari Tae , Ily sayang sama Tae" setelah mengucapkan itu , Ily menelungkupkan kepalanya diatas tangan Tae yang bebas dari infus, Ily menggenggam tangan Tae erat , takut ia kehilangan lagi.
"Tae, Ily harap setelah Ily bangun, Tae udah Sadar" cup
Ily mengecup punggung tangan Tae dengan perlahan namun sarat akan kasih sayang.
Ily mulai menutup matanya .
〰〰〰〰〰
"Keluarkan saya dari sini, saya tidak bersalah"
"....."
"Pak... saya tidak bersalah...pak.. pak"
"Berisik kamu!!! Sudah terbukti bersalah tetap aja ngelak"
Kean kini terbaring di brankar rumah sakit polisi, kakinya yang terborgol membuat ia tak bisa melepaskan diri. Keadaan Kean bisa di bilang cukup mengenaskan. Dengan kepala yang terperban dan alat untuk punggung Kean yang dinyatakan ada keretakan.
Keluarga Kean menangisi apa yang terjadi pada anak semata wayangnya. Daisy pun hadir di antara mereka. Dengan mengelus perutnya, ia mendekat ke arah Kean yang sedang berada di tempat tidur nya.
"Kamu semakin membuatku ingin cepat lepas dari pernikahan ini Kean"
"Lihat dirimu sekarang!!! Luka, pidana pula, aku takut anakku nanti sepertimu"
"Cih.. bukannya kau akan meninggalkan anak itu ??"
"Ya , memang, tapi aku kembali berfikir jika ayahnya seperti ini"
"Berikan saja anak itu padaku, bukankah kau akan mengejar Sean??" Aku bisa memanfaatkan anak itu untuk mendapatkan Ily
Kean masih belum menyerah akan Ily. Ia bahkan memohon pada sang daddy agar di bebaskan dengan cara apapun . Dan itu berhasil . Kean akan muncul beberapa bulan kemudian saat dia sudah sembuh total
Ya itulah yang akan Kean lakukan saat ini.
"Haha.. kamu terlalu berharap Kean. Aku yakin Ily mu itu sudah menghilangkan rasanya sama kamu"
"Karena apa??"
"Remember that??" Hahhahaha...
Daisy tertawa sambil meninggalkan Kean yang kini masih termenung akan apa yang diucapkan Daisy
Ya..dia sempat akan melakukan pemerkosaan dan juga telah menyiksa Ily, tapi tak apa...ia tak akan mundur.
Keluarga Kean berusaha untuk mengeluarkan anaknya dari hukum pidana. Mereka pun menghapuskan riwayat Kean di kepolisian agar tak terendus oleh wartawan bahkan para kolega bisnis keluarga mereka.
〰〰〰〰〰
Seseorang berlari menghampiri Sean dan juga Seano yang sedang berada di luar ruang rawat .
"Selamat malam tuan muda"
"Ya?"
"Hm?"
Jawab Sean Seano berbarengan.
"Saya mendapatkan informasi bahwa tuan Kean telah bebas dari penjara"
"Apa???" "Hah?.."
"Bagaimana bisa??" tanya Sean pada laki laki itu.
"Keluarganya turun tangan tuan"
"Ck.. bisa bisanya dia dibebaskan begitu aja" geram Seano yang sedari tadi diam
"KAKAKKK.... AABBAANNNGGGG!!!!" Teriak Ily dari dalam ruang rawatnya dengan segera Sean dan juga Seano masuk dengan tergesa ke ruangan Tae .
Dan disanalah Ily berada di samping Tae yang kini sedang menatap Sean dan Seano dengan senyum lemahnya.
"Hai"
"Akhirrnyyyaaaaa lo sadar juga Ryeon"
"Hm , thanks udah jagain gue"
"Santai aja, kita sahabat" ucap Seano sambil mendekat ke arah Tae dan memeluknya.
Terima kasih , karena dengan lo sadar , senyum Ily akan terukir lagi -Seano
Thanks Rye , gue harap lo bisa jaga adik gue dan selalu buat dia tersenyum seperti sekarang - Sean
Mereka berdua melihat pancaran kebahagiaan dari mata Ily karena sadarnya Ryeon. Dan Senyum itu, senyum yang selalu mereka rindukan.
Thanks Ryeon Tae
〰〰〰〰〰
Haloooo aku up lagi nih... kalian siap mengucapkan selamat tinggal pada Ily , Twins brother dan juga Tae??.
Team Taely mana suaranya????
😁😁😁😁😁
Menurut kalian, ending yang tepat buat CUTE SISTER2 ini harus gimana?? Minta sarannya yaaaa 😘😘