
"Hai Lily, lama tidak berjumpa"
Ily mematung menatap seseorang yang kini berada di hadapannya.
Ya, dia adalah Kean. Lelaki yang sukses menghancurkan hati Ily untuk pertama kalinya karena cinta.
"Hai Kean"
"Bil bil sama siapa itu??" Ucap Kean bertanya pada anak yang masih berada dipangkuan Ily.
"Ommy Ly , papa"
"Ommy?" Tanya Kean sambil menatap sang anak heran, kemudian ia menatap Ily yang tersenyum pada anaknya.
"Tante Ily sayang" ucap Ily lembut sambil mengelus kepala anak itu dengan sayang.
"Ommy Ly , Ommy" anak itu kekeh ingin memanggil Ily dengan panggilan Mommy.
Devan menatap semua kejadian dihadapannya dengan diam, ia tak berkomentar akan apa yang ia lihat sekarang. Yang bisa dipastikan , Devan bisa menatap raut kesedihan dari mata Ily saat melihat laki-laki yang di hadapannya kini.
Dddrrtt dddrrttt
"Hallo"
"......"
"Baik saya akan segera kesana"
Akhirnya Devan membuka suara di antara mereka. Ily pun baru tersadar bahwa Devan masih disini bersamanya .
"Dokter Willy, kita harus segera melakukan operasi"
"Baik dok"
Ily pun bangkit seraya memberikan putri cantik itu pada Kean dengan perlahan.
"Byee... " Ily mengelus poni sang anak .
"Ommy ... ommy.... hikkss.. ommy... ommy... hikss " Nabila menangis saat ditinggalkan oleh Ily.
Kean??
"Bahkan kamu pun menyukai tante Ily sayang " ucap Kean pelan pada Nabila yang menatapnya sendu.
"Ommy , papa"
"Tante sayang..."
"Ommy..."
"Tante, Nabila"
"Ommy papa... hikss.. hikss" tangis Nabila mejadi semakin kencang membuat Kean tak tega.
"Okey , mommy"
Nabila tersenyum ke arah Kean kemudian menepukkan kedua telapak tangannya pada pipi Kean.
Dan hal tersebut membuat Kean merasa bahagia saat melihat putrinya tertawa .
〰〰〰〰〰
Tae sudah berada di kantor beberapa jam yang lalu. Ia belum mendapat pesan atau pun panggilan dari istrinya .
Apkah Queen baik baik saja?? Ya, semoga.
Tringgg tringgg
"Sayanggggg... kamu kemana aja?? Aku khawatir Queennnn..." desah lega dari Tae begitu terdengar.
"Ily habis operasi Tae, tadinya mau kirim pesan dulu, tapi gak sempat karena pasien kritis. Maaf ya Tae"
"It's okey honey, yang penting sekarang kamu baik baik aja okey??"
"Okey Tae, gimana kerjaan Tae?? Ada yang sulit?"
"Tidak sayang, semua masih bisa di atasi, walau ada satu yang sulit di atasi"
"Apa itu Tae?? Apa sesulit itu"
"Hm... sangat sulit"
"Memangnya masalah apa Tae"
"Hilangkan Rindu ini Queen... ini membunuhku, aku bahkan tidak melihatmu sedari pagi"
"Hahah.. Tae ada ada saja... nanti pulang kerja kan kita bertemu"
"Iya sayang, dan aku tak sabar menunggu waktu itu, nanti pulangnya aku jemput ya"
"Iya sayanggg... "
"Dok... ini ada pasien ...." Ucap seseorang dari sebrang sana pada istrinya.
"Baik , sebentar ya , saya pamit dulu " Ily menunjuk ke arah ponselnya dan mendapat anggukan dari sang asisten perawatnya.
"Gapapa sayang, aku juga mau lanjut kerja biar cepat selesai"
"Okey.. bye Tae, love youuuu"
"I love you too my lovely wife"
Tuuutttt, panggilan terputus, akhirnya Ily kembali menyuruh asisten perawatnya untuk memanggil pasien yang akan ia tangani.
Tok tok tok
"Masuk"
Setelah selesai melakukan tugasnya di hari pertama ia bekerja , kini jam menunjukkan pukul 19.35 , ternyata waktu sudah malam, Ily tadi melakukan tiga operasi, maka dari itu , Ily menjadi lupa waktu.
Ily berjalan ke arah lobby rumah sakit, dan tepat di depan pintu masuk, Seano dengan gaya cool nya meghampiri Ily.
"Ayo.. kita pulang. Adek pasti belum makan kan?" Ily mengangguk antusias karena ajakan sang Abang.
Setelah masuk ke mobil, Ily bertanya pada Seano.
"Tae kemana bang??"
"Dia tepar Ily, entahlah... manja banget sih suami kamu itu"
"Sakit bang??"
"Engga sayang.. kamu tenang aja"
"Huffttt... syukur lah... kalo gak pa-pa, kalo Sakha gak pa-pa kan??"
"Sakha juga gak pa-pa sayang, dia sangat menggemaskan"
"Iya dong bang pastinya, ahhh Ily jadi kangen Sakha"
Mobil melaju hingga akhirnya mereka sampai di mansion keluarga Azfary.
"Ily pulangggggg" teriak Ily sambil memasuki mansion yang diikuti Seano dari arah belakang.
"Sayangg.. jangan teriak nanti tenggorokannya... "
"Hihi... maaf mom" Ily mendekat ke arah sang mommy yang kini sedang menggendong Sakha.
"Hello baby boy... what are you doing??"
Ily gemas dengan bayi yang kini berstatus menjadi anaknya.
"Ily, lihat suamimu dulu gih, dia belum makan malam , kasian dia lagi sakit "
"Tae ada ada aja sih... "
"Yaudah gih sana " Ily berpamitan pada sang mommy untuk pergi menuju kamarnya.
Sesampainya di depan kamar , Ily membuka pintu kamar dengan perlahan , dan disanalah Tae tengah tidur tengkurap dan masih lengkap menggunakan pakaian kantornya .
Ily mendekat dengan perlahan agar tak menimbulkan suara.
Sampai, Ily langsung melompat ke atas punggung Tae.
"Kenapa sih... suamiku ini ???"
Tae langsung membalikkan tubuhnya dan kini posisi mereka berhadapan dengan Tae berada dibawah Ily.
"Kangen bangettttt" rengek Tae pada istri cantiknya ini.
"Kenapa gak jemput??"
"Kepalaku mendadak pusing sayang" ucap Tae dengan wajah seperti menahan sakit.
Dengan segera Ily bangkit namun diurungkan karena Tae menahannya.
"Kemana??"
"Mau periksa Tae"
"Ga perlu sayang, yang penting ada kamu disini"
"Yaudah, Tae ganti baju dulu habis itu minum obat dan tidur yaaa" Tae hanya mengangguk seraya bangkit dari tidurnya.
Selesai
Kini Tae men-tidurkan kepalanya di paha Ily , dengan elusan lembut yang Ily berikan membuat Tae tertidur.
cup , Ily pun mengecup kepala Tae kemudian pergi ke ruang tamu dimana semua keluarga berkumpul.
〰〰〰〰〰
Kean sudah muncul ke permukaan guyyyssss...
Cus, beri 3 kata untuk Kean ???
Happy Reading 😘😘😘