
Semua orang begitu khawatir akan keadaan Ily dan juga baby Twins. Nabila dimana? Ia kini terasing dengan darah di tangannya yang kini telah mengering.
Sean dan Seano datang bersamaan dengan wajah panik dan juga baju yang terlihat acak-acakan , mungkin karena mereka berlari.
"Bagaimana bisa terjadi?? Gimana keadaan Ily?" Tanya Seano dengan panik.
"Belum tau, dokter belum keluar"
"Siapa yang lakuin ini?" Ucap Sean yang kini membuka suaranya , matanya menatap Tae sangat dingin dengan rahang yang begitu mengetat tanda menahan amarah yang siap ia keluarkan . Tae dan Seano pun sama.
Saat Tae berbalik, ia melihat gadis kecil itu kini sedang menatap mereka bertiga dengan takut.
"Ommy, Nabil takut"
"Papa... jemput Nabil..." lirihan Nabil yang masih terdengar jelas di telinga ke tiganya.
"Anak itu yang buat Ily seperti ini, anak itu yang membuat Ilycku berdarah... anak itu yang membuat aku gila seperti ini...." Tae dengan cepat mendekat ke arah Nabila.
Ia kini tak melihatnya sebagai anak kecil , namun PEMBUNUH!!!!
"Kalau terjadi sesuatu pada mereka, aku tak akan tinggal diam"
Tae mencengkram bahu nabila dengan sangat kuat, hingga akhirnya nabila pun menangis.
"Ommy.... ommy ly..."
"Ommy... daddy malah... ommy...hiks hiks..."
Bertepatan dengan itu, dokter keluar dengan wajah menyesalnya.
Kenapa??
Ada apa??
〰〰〰〰〰
Sebelumnya, di ruang operasi.
"Dok, pasien mengalami luka tusuk sangat dalam pada perutnya" ucap salah satu calon dokter yang ikut membantu persalinan Ily.
"sudah lakukan CT scan?"
"Sudah dok, ini" sang dokter menerima hasil lab tersebut.
"Kita harus lakukan dengan cepat"
"Baik dok"
Akhirnya mereka memulai operasi pada perut Ily.
Satu jam telah berlalu.
"Dok, pasien mengalami pendarahan"
"Cepat hentikan,.."
Berbagai macam cara telah dokter dan para perawat lakukan hingga akhirnya,
Oeeekkkk...ooeekkkk
Bayi itu lahir ke dunia ini saat usianya dalam kandungan berumur 8 bulan .
Bayi pertama berhasil
Bayi kedua??
〰〰〰〰〰
"Saya mengucapkan selamat untuk anda Tuan, istri anda melahirkan secara caesar ,"
"Syukur... puji Tuhan..."
"Namun..."
"Kenapa dok ?? Ada apa??" Tanya Tae kembali dengan wajah paniknya.
"Mohon maaf sekali , Kami hanya bisa menyelamatkan satu bayi dan nyonya Willy"
"Apa?? Kenapa??? Bagaimana dengan kembarannya dok ??"
Tae kini hanya diam , tak lama kemudian kaki yang memijak bumi seolah hilang entah kemana.
Anaknya.
"Anakku... meninggal??hiks..hikss... bagaimana jika Ily mengetahui ini... aku..aku..."
Sean memeluk Tae dengan sangat erat , Sean dan Seano pun terpukul akan hal ini, mom pingsan dan dad mengantar mom untuk pulang terlebih dahulu.
"Yon... lo harus kuat... lo harus bisa jadi penopang untuk Ily...lo sumber kekuatan dia"
"Tapi... anak gue Sean... anak gue...hiks hiks..."
"Gue tau.. gimana rasanya kehilangan orang kita sayangi ... gue tau apa yang kini lo rasain... " Sean menangkup wajah Tae yang penuh dengan air mata.
"Yon... lo harus kuat... lo harus bisa hadapi ini , lo boleh nangis untuk saat ini, tapi tidak untuk selamanya... ingat!!! Tae selalu menjadi kekuatan untuk Ily. Itu kan yang selalu Ily ucapin ke lo... "
Tae mengangguk membenarkan, ia memang terpuruk, tapi jika ia ikut terpuruk maka apa yang akan terjadi pada istrinya??
Seorang dokter magang keluar sambil membawa box bayi yang menutup seluruh tubuh bayinya dan di sanalah sang buah hati berada.
Tae mendekat dan tersenyum menatap bayi mungil yang kini tengah terlelap dalam tidurnya.
"Selamat pak , bayinya perempuan, dan kami turut berduka untuk putra bapak"
Wajah sendu Tae kembali lagi, ia ingat saat sang istri rela tak tidur hanya untuk membuat sweater rajut untuk baby twins mereka, namun yang selesai hanya warna pink saja, sedangkan yang warna biru belum selesai karena Ily tiba-tiba tertidur begitu pulas.
"Ternyat ini firasatku" ucap Sean sambil menunduk menatap bayi mungil yang kini berstatus ponakannya.
"Firasat?"
"Hm... gue gak pernah terima anak Kean si**** itu hadir di rumah kita, gue pernah mencegah kalian...kalau aja kalian turuti ... gue yakin ini gak bakalan terjadi"
"Ya.. ini memang salah gue... " ucap Tae dengan penuh penyesalan.
"Maafin ayah ya sayang, karena ayah tidak bisa menjaga bunda dan kembaran kamu ... maaf.. maafkan ayah...." Tae melihat anaknya tersenyum , walau dengan mata tertutup , hal itu membuat Hati Tae menghangat.
"Kamu sedang bermimpi sayang?"
Sang anak kembali tersenyum.
"Apakah kamu bertemu dengan kakakmu?"
Lagi lagi sang bayi tersenyum.
"Sampaikan salam ayah dan bunda.. maaf kami tidak bisa menjaganya, tapi kami akan selalu mencintainya"
〰〰〰〰〰
Seano?
Mana Seano??
Saat Seano tau kabamembawa Nabila pergi dari hadapan Tae dan juga Sean.
"Om.. Ceano"
"Ya sayang... "
"Om.. bisa apusin ni? Nabil takut... nabil dak suka melah... nabil dak suka dalah" Wajah Nabil begitu memprihatinkan , dengan mata bengkak habis menangis, hidung merah, rambut acak-acakan dan jangan lupakan tangan dan baju yang sudah terkena darah.
"Sini om hapusin yaa..."
Dengan telatennya Seano mengahapus darah di tangan Nabila . Tanpa terasa , kepala Nabila jatuh ke atas pahanya.
"Kamu pasti lelah " ucap Seano sembari mengusap rambut Nabila.
"Om pasti akan temukan orang yang menghasut kamu sayang..."
Mata Seano berkilat tajam, ia marah saat orang tersayangnya terluka, dan kini kesayangannya bertambah dengan 3 anak kecil yang akan mengisi harinya.
〰〰〰〰〰
Yo yo ...yo yo..
Apa kabar kalian semua???
Jangan sampai ketinggalan kisah Taely yaaa... jangan lupa juga untuk VOTE and COMMENT cerita ini.