
Keesokan harinya di pagi hari sang mommy memberi pesan kepada twins brother bahwa mereka baru saja sampai di tempat karantina .
"Sayang, maafkan mom, tapi Ily dilarang menghabiskan waktunya hanya walau sekedar menghubungi keluarga"
"Yaahh.. kok gitu sih mom, Sean sama Seano pengen dengar suara Ily"
"Ily pasti baik baik aja, kamu jangan terlalu khawatir, intinya untuk saat ini Ily sangat tak bisa dihubungi ia baru saja masuk karantina nya bersama Sandy"
"Hm.. okey kaloo begitu mom, mom harus tetap sehat disana yaa.."
"Yes honney, kamu tak usah khawatir, kalo begitu, mom tutup dulu panggilannya ya"
"okey mom"
Huft...baru satu hari , tapi udah kangen pengen manja manjaan sama Ily. - Sean
Mereka pergi ke sekolah seperti biasa, karena lomba belum selesai akhirnya mereka melanjutkan perlombaan mereka.
Setelah babak penyisihan, kini tersisa 8 team basket untuk melaju ke babak selanjutnya . Sebenarnya Sean malas, namun ia tetap harus mengikuti perlombaan hingga akhir.
〰〰〰〰〰
Trriinnnggg
Bunyi alarm dalam kamar mereka berbunyi menandakan bahwa mereka harus segera bersiap dan memulai makan siang pada jam yang telah terdaftar.
Ily tidur sendiri di kamar karantinanya , entah orang yang sekamar dengannya telat atau memang ia tidur sendiri.
Dan dugaan pertama yang benar, saat Ily melihat seseorang dihadapannya sambil menenteng tas nya dengan rambut acak acakan , serta baju yang bisa di bilang tidak rapi karena keluar dari celana.
"Haiii"
"Aku Willy, nama kamu siapa??". Sang laki laki hanya menatap tangan Ily yang terjulur padanya .
"Hm.. yaudah, Ily duluan ya.. kamu jangan lupa makan, nanti sakit, bye bye , teman tanpa nama"
Ily melangkahkan kakinya keluar sambil bersenandung riang. Ia begitu menikmati suasana di karantina ini karena banyak pohon yang membuat tempatnya menjadi sejuk.
"Willy"."ehh . Hai Ivan, sudah makan??"
"belum, kita pergi bersama okey??"
"Okeyy . Sandy dengan refleks merangkulkan tangannya pada pundak Ily, Ily yang menerima itu hanya melanjutkan perjalanannya dan tak berhenti mengoceh. Soal tangan Sandy?? Ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan tersebut.
"Kamu sudah belajar Ily??"
"Belum" kemudian Ily memberikan cengirannya. Sandy mendengus seraya mengacak rambut Ily gemas.
"Yaudah, setelah makan siang kita belajar bersama di taman bagaimana?"
"Ayo ayo.."
"Okey, jadi sekarang kitaaaaa... "
"Maaakkkaaaannn " Ily berlari menuju kantin yang telah berada di hadapannya. Sandy hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah lucu Ily.
Akhirnya mereka makan dengan tenang, namun sesekali Sandy menjahili Ily dan sebaliknya.
"Yuk kita belajar " akhirnya mereka bangkit seraya membawa buku yang mereka bawa dari perpustakaan saat mereka melewati taman.
Mereka belajar sangat serius, dengan tanya jawab bila ada sesuatu yang tidak mereka mengerti.
*Kkrreeekkk
Bbrruugghh*
Suara itu membuat Ily dan juga Sandy menoleh ke asal suara. Dan ternyata itu adalah teman satu kamar Ily. Ily mendekat dengan cepat .
"Kamu gapapa??" Tanya Ily seraya berjongkok dan mengusap lutut laki laki di hadapannya.
Dengan segera laki laki itu mendorong Ily hingga menyebabkan Ily tersungkur jatuh ke tanah.
"Aduhhh..." . "Ga usah sentuh gue"... "Ily kan cuma mau bantuin aja,"
"Ga perlu"
Ily yang mendengar bentakan itu hanya bisa bertahan dengan mata berkaca kaca dan bibir yang di gigit. Namun saat Sandy merangkulnya, yang sama hangat dengan pelukan sang kakak.
"Udah... sebaiknya kita ke kelas perlombaan aja yuk"
"Iya ayo" .
Mereka akhirnya meninggalkan laki laki dihadapannya.
〰〰〰〰〰
Hari ketiga, dimana lomba babak penyelisihan dimulai, mereka akan melakukan serangkaian soal yang telah panitia siapkan dengan soal berbeda.
Semua siap
"Baik, Olympiade seAsia dimulai dari sekarang!!!"
Semua mengerjakan soal dengan sangat teliti... babak pertama ini akan menghasilkan 5 sekolah dari tingkat Asia. Terbayangkan? Kepintarannya.
Ily membaca, menghitung, dan juga mengerjakan sengan teliti, ia sudah berjanji akan masyuk Final, dan ingin juara.
Sandy pun mengerjakan dengan penuh hati hati.
1 jam telah berlalu
Tittt tiitt tiitt.
"Waktu habis, angkat tangan kalian ke atas kepala".
Mereka semua menurutinya
Satu persatu lembar jawaban di hadapan mereka diambil oleh panitia .
Semua terasa tegang, upss... tidak semua, karena Ily dan Sandy juga teman sekamar Ily , mereka memasang wajah biasa saja. Apalagi Ily yang terus memberikan senyum nya.
Setelah semua peserta olympiade melaksanakan babak pertama. Mereka akan beristirahat satu hari untuk merilexkan diri, maupun belajar untuk memperkuat kemampuan mereka.
Delapan besar akan sangat menguras otak, dimana pesertanya benar benar terpilih . Ada beberapa penilaian untul bisa memasuki babak 8 besar
Nilai tinggi perseorangan
Nilai tinggi partner
Tingkat kecepatan dalam mengerjakan soal
Dan lain lain banyak peraturan agar mereka bisa lolos
Setelah keluar dari kelas, Ily segera pamit pada Sandy untuk pergi ke kamarnya.
Ily melewati koridor dengan sangat pelan karena ia sambil melihat taman di samping koridor dimana ia berjalan. Ia terus berjalan dan
Ily melihat seseorang, itu adalah teman satu kamarnya. Ily belum tahu namanya. Walaupun kami sudah satu kamar selama 4 hari, tetap saja Ily merasa takut karena perlakuannya pada Ily saat itu
Dengan keberaniannya ia mendekat ke arah teman sekamarnya itu
"Haii" lawan bicara Ily tak menjawab. "isshh Ily dicuekin lagi , yaudah ah, Ily mau pergi aja" saat membalikkan badan Ily malah tersungkur jatuh karena tali sepatunya terinjak sendiri
Aaahhhkk
"Hikkss..hikkss abangggg kakakk.... Ily jatohhhh hikss hikss"
teman sekamar Ily yang melihat itu hanya menyunggingkan senyumnya walau sedikit, namun Ily berhasil melihat itu
"Iihhh kamu senyum yaaa...."
Dengan segera laki laki itu merapatkan mulutnya lagi.
"Tolongin Ily dong , Kaki Ily sakiitttt" rengek Ily yang membuatnya semakin imut
"Ck.. ceroboh" Ily yang mendengar itu hanya cengengesan . Ily merentangkan tangannya pada laki laki dihadapannya. Dengan segera laki laki itu membantu Ily. Dan...sekelebat bayangan masa depan Ily terlihat sangat jelas
Laki laki itu melihat ke arah Ily dengan pandangan yang sulit diartikan
"Nama kamu siapa?? Aku Willy"
"Chan Ryega"
"Eummm nama yang bagus.. mommy ku juga dari korea loh"
"Gak tanya"
"Ihh.. nyebelin, udah ah, Ily mau ke kamar aja"
〰〰〰〰〰
Keesokan harinya pengumuman di umumkan di mading yang telah tersedia.
Singapura
Indonesia
Malaysia
Korea
China
Brunai Darussalam
Jepang
Piliphina
Yeeeyyyy
Yyeesssss
Pekikan dari sekitar membuat Ily harap harap cemas akan hasilnya, karena Sandy yang melihat hasil mereka.
Sandy keluar dan
"Kita lolooosssss"
"Yeeeaayyyyyy..." Ily langsung memeluk Sandy dengan erat dan Sandy memutar badannya bersama Ily.
Seseorang yang melihat itu hanya bisa menatap sendu wajah Ily. Ternyata apa yang dilihatnya menjadi kenyataan.
〰〰〰〰〰
Babak Kedua
Mereka akan melakukan tes dibarengi dengan praktik nya. Mereka telah siap dengan segala perlengkapan yang digunakannya begitu juga dengan meja yang telah siap dengan macam macam peralatan .
Mekanismenya, mereka harus mengerjakan 20 soal dalam waktu 3 jam setiap satu soal akan dibarengi dengan praktikumnya, hasil akan dilihat di akhir , untuk 2 group pemenangnya akan masuk babak Final .
Waktu dimulai...
Dari
Sekarang!!!!
Semua group nampak sibuk mengerjakan setiap soal. Ily dan juga Sandy pun mengerjakan dengan teliti.
Detik
Menit
Tuuuutttt
Bel pada kelompok Ily telah selesai, mereka berdua mengangkat tangannya tanda mereka telah menyelesaikan tugasnya.
Juri pun datang ke meja kelompok Ily dan Sandy , melihat hasil dari mereka berdua. Dengan penilaian serta mencermati hasil dari penelitian. Sebuah senyuman terbit dari bibir Ily.
"you passed the final round"
Yyeessss
Ily mengepalkan tangannya ke atas dengan bangga.
Kemudian mereka keluar dari ruangan , disusul oleh suara bel dari meja kelompok Korea.
"Lolos"
Akhirnya semuanya telah selesai, babak penyelisihan yang kini telah menghasilkan dua kandidat Indonesia dan juga Korea, mereka akan melakukan Final besok.
Bagi para siswa yang tidak lolos, mereka boleh pulang ataupun tetap di Singapura namun tidak bertempat di karantina lagi.
Team Indonesia dan juga Korea harus menyiapkan diri mereka untuk perlombaan besok di stasiun tv ternama singapura. Ily dan juga Sandy lebih memilih istirahat agar besok mereka lebih fresh dan bersemangat .